Mendag Sebut Banyak Perjanjian Dagang Cepat Selesai Karena Prabowo
JAKARTA, KOMpPAS.com - Menteri Perdagangan, Budi Santoso alias Busan menyebut, banyak proses perjanjian dagang dengan negara lain cepat selesai karena diplomasi Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu Busan sampaikan saat dimintai tanggapan terkait kesepakatan perjanjian tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).
“Jadi banyak perjanjian dagang ini cepat selesai ya karena beliau ya,” kata Busan saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Cabai Rawit Mahal, Mendag: Hujannya Terus-terusan
Busan mengakui diplomasi Prabowo di dunia internasional begitu lincah sehingga banyak negosiasi perjanjian dagang Indonesia cepat selesai.
Selain perjanjian dagang dengan AS, perjanjian dagang yang sudah mencapai kesepakatan adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).
Perjanjian antara Indonesia dengan Uni Eropa itu menghapus 98 persen tarif perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa.
“Itu juga cepat selesai akhirnya kan setelah memang diplomasi beliau bagus,” ujar Busan.
Perjanjian lainnya adalah Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), Indonesia dengan Kanada, dan yang terbaru Indonesia dengan AS.
Menurut Busan, perjanjian dagang dengan AS itu menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menarik investasi, termasuk dari negeri Paman Sam.
ART tersebut juga bakal meningkatkan ekspor Indonesia dan menarik investasi yang berorientasi ekspor.
“Nah kalau misalnya mereka investasi dan mempunyai atau memproduksi barang-barang yang kompetitif ya, barang-barang manufaktur terutama, ekspor kita akan cepat meningkat,” ujar Busan.
Diketahui, Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani perjanjian ART pada hari ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyebut, perjanjian itu menyepakati tarif impor dari AS untuk barang Indonesia sebesar 19 persen.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan tarif sebelumnya yakni 32 persen.
Dalam perjanjian itu juga disepakati, terdapat 1.819 produk Indonesia yang dikenakan tarif 0 persen alias bebas bea masuk.
Sebanyak 1.819 produk itu antara lain meliputi kelapa sawit, kopi dan kakao, rempah-rempah, alat pesawat terbang, elektronik dan semikonduktor.
Sektor apparel dan tekstil juga mendapatkan tarif 0 persen lewat skema tariff-rate quota (TRQ) yang diperkirakan memberi manfaat langsung ke 4 juta pekerja.
Baca juga: Kesepakatan Dagang dengan AS, Bos Danantara Sebut RI Akan Beli 50 Pesawat Boeing hingga Impor Energi
Tag: #mendag #sebut #banyak #perjanjian #dagang #cepat #selesaikarena #prabowo