Negara Didesak Bereskan Sekolah Tenda di Sumatera Sebelum Lebaran
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
16:10
20 Februari 2026

Negara Didesak Bereskan Sekolah Tenda di Sumatera Sebelum Lebaran

- Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani (Ari) mendesak pemerintah membereskan permasalahan siswa korban bencana Sumatera masih belajar di tenda.

Ari meminta agar semua sekolah yang rusak harus direvitalisasi sebelum Lebaran Idul Fitri 2026.

"Apapun itu kendalanya, harus segera dituntaskan. Minimal sebelum Lebaran ini sudah bisa tuntas, khusus bidang pendidikan. Supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Hari ini betul misalnya sudah mulai aktif 100 persen, tapi aktifnya di tenda, bukan di sekolah," kata Ari, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

"Nah, sekolah-sekolah yang hancur, yang hilang, segera dibangun. Sekolah-sekolah yang masih bisa dipakai, yang hanya membutuhkan rehab atau direvitalisasi, ya segera. Sebelum Lebaran kami minta semua," sambung dia.

Baca juga: Respons Gugatan Guru Honorer ke MK, Komisi X DPR: MBG Tidak Pakai Anggaran Pendidikan

Dalam rapat koordinasi terakhir bersama para menteri, kata Ari, DPR telah menyampaikan bahwa proses rehabilitasi dan revitalisasi sekolah harus selesai sebelum Lebaran.

Dia menyebut, Kemendikdasmen mengeklaim siap memenuhi permintaan DPR tersebut.

"Tinggal sekarang bagaimana pemerintah daerah bersama-sama untuk menyukseskan ini. Karena yang terjadi mohon maaf, perencanaan sudah ada, ternyata di lapangan tidak sesuai dengan perencanaan. Data yang diterima misalnya masuk laporannya 100, ternyata di lapangan membengkak lebih dari 100. Nah, ini yang menjadi faktor kendala," imbuh Ari.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan, 99 sekolah terdampak bencana Sumatera masih harus belajar di dalam tenda atau kelas darurat.

Baca juga: Prabowo Setuju 20 Poin Perdamaian Gaza dari Trump, Apa Isinya?

Kendati demikian, Mu'ti menekankan bahwa sebagian sekolah terdampak bencana Sumatera sudah mengadakan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah masing-masing.

"Kami sampaikan bahwa belajar di tenda atau kelas darurat saat ini tersisa 99, sebagian sudah kembali ke sekolah asal karena proses pembersihan sudah selesai. Sisanya merupakan sekolah yang kondisinya ruang kelasnya sudah tidak bisa digunakan," kata Mu'ti, dalam apat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Mu'ti membeberkan, sekolah-sekolah yang menyelenggarakan kelas darurat itu terdiri dari 5 sekolah di Aceh, di Sumatera Barat ada 21 sekolah, dan 26 sekolah di Sumatera Utara.

Kemudian, terdapat 22 sekolah yang pembelajarannya menumpang di sekolah lain karena bangunan sekolahnya hancur.

Rincian sekolah yang menumpang yakni 20 sekolah di Aceh dan 2 di Sumatera Barat.

"Pembelajaran menumpang saat ini tersisa 22 sekolah khususnya untuk sekolah-sekolah yang hanyut dan perlu relokasi," ucap Mu'ti.

Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Bekasi Disesuaikan Prioritas dan Anggaran 2026

Secara umum, kata Mu'ti, kegiatan belajar mengajar di tiga provinsi Sumatera yang terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya memang belum ideal.

"Kami sampaikan secara umum bahwa kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal. Sebagian masih belajar di tenda atau di kelas darurat dan sebagian menumpang di sekolah lain," ucap dia.

Selain itu, masih banyak sekolah yang siswa dan siswinya duduk di lantai serta melakukan sistem shifting atau gantian.

Tag:  #negara #didesak #bereskan #sekolah #tenda #sumatera #sebelum #lebaran

KOMENTAR