Rahasia Bonus Waktu Sahur Ala Muhammadiyah Plus 8 Menit, Apa Maksudnya?
Rahasia Bonus Waktu Sahur Ala Muhammadiyah Plus 8 Menit, Apa Maksudnya?. [Ist]
18:04
20 Februari 2026

Rahasia Bonus Waktu Sahur Ala Muhammadiyah Plus 8 Menit, Apa Maksudnya?

Baca 10 detik
  1. Jadwal Subuh Muhammadiyah resmi ditambah 8 menit dari standar waktu nasional.

  2. Perubahan Jadwal Subuh Muhammadiyah ini berlandaskan kajian ilmu astronomi dan syariat.

  3. Aturan Jadwal Subuh Muhammadiyah ini memberikan kelonggaran waktu sahur umat Muslim.

Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan diskusi mengenai jadwal salat Subuh dan batas waktu sahur. Salah satu yang mencuri perhatian adalah unggahan dari akun Twitter (X) @fahmiagustian yang menampilkan ilustrasi seorang wasit membawa papan bertuliskan "Subuh +8".

Bagi sebagian orang, hal ini memicu pertanyaan: "Ada yg ngeh kenapa di gambar ini ada ilustrasi wasit bawa papan dg teks 'Subuh +8'?"

Ternyata, hal tersebut merujuk pada kebijakan resmi Muhammadiyah. Berdasarkan hasil kajian ilmu hisab, Muhammadiyah memutuskan untuk menambah waktu 8 menit dari jadwal Subuh yang selama ini ditentukan secara nasional. Jadi, jika Anda mengikuti kriteria Muhammadiyah, secara otomatis terdapat bonus 8 menit untuk waktu sahur.

Pentingnya Akurasi Waktu Fajar

Penentuan waktu terbitnya fajar bukanlah perkara sepele. Hal tersebut lantaran berkaitan dengan empat jenis ibadah yang meliputi: penentuan awal salat subuh, akhir salat witir, awal ibadah puasa, dan akhir wukuf di Arafah. Karena menyangkut sah atau tidaknya ibadah, akurasi menjadi harga mati.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menegaskan bahwa penentuan awal Subuh harus berlandaskan pada teks al-Quran, Hadis, serta realitas objektif alam semesta.

Keresahan Global dan Lokal

Fenomena jadwal Subuh yang dianggap "terlalu pagi" ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Syamsul Anwar menjelaskan bahwa banyak pertanyaan serupa muncul dari berbagai belahan dunia.

“Mengapa Majelis Tarjih mengangkat persoalan ini karena banyaknya pertanyaan, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai belahan dunia. Misalnya di Maroko sejumlah pemuda dengan sengaja menyantap makanan di bulan Ramadan pada saat azan subuh berkumandang sebagai sikap protes bahwa jadwal resmi masih terlalu pagi,” tutur Syamsul dilansir dari laman Muhammadiyah.or.id.

Di Indonesia sendiri, perdebatan ini mencuat ketika seorang pendakwah asal Timur Tengah merasa heran melihat azan Subuh berkumandang saat kondisi langit masih sangat gelap gulita.

Hal inilah yang mendorong para ahli untuk melakukan pengkajian ulang agar keresahan masyarakat dapat terjawab secara ilmiah.

Bukti Nyata pada Jadwal Imsakiyah 1447 H (2026 M)

Perbedaan jadwal subuh Kemenag dan Muhammadiyah (X) PerbesarPerbedaan jadwal subuh Kemenag dan Muhammadiyah (X)

Perbedaan ini terlihat jelas jika kita membandingkan Jadwal Imsakiyah untuk wilayah DKI Jakarta pada Ramadan 1447 H atau tahun 2026 mendatang. Berdasarkan data visual yang beredar:

  • Versi Kemenag: Pada 1 Ramadan, waktu Imsak jatuh pada pukul 04:31 dan Subuh pukul 04:41.
  • Versi Muhammadiyah: Pada tanggal yang sama, waktu Imsak jatuh pada pukul 04:39 dan Subuh pukul 04:49.

Terlihat selisih tepat 8 menit lebih lambat pada versi Muhammadiyah. Hal ini memberikan kelonggaran bagi umat Islam yang mengikuti kriteria Muhammadiyah untuk menyelesaikan santap sahur mereka sebelum azan berkumandang.

Perubahan Parameter dari -20 ke -18 Derajat

Melalui Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-13 tahun 2020, para ulama Muhammadiyah bersepakat mengubah parameter ketinggian matahari di bawah ufuk (dip).

Jika sebelumnya Indonesia menggunakan kriteria -20 derajat, kini Muhammadiyah mengoreksinya menjadi -18 derajat di bawah ufuk.

Perubahan 2 derajat ini setara dengan durasi sekitar 8 menit. Artinya, jadwal Subuh yang selama ini beredar dianggap terlalu pagi sekitar 8 menit dari kemunculan fajar shadiq yang sebenarnya.

Standar Internasional

Keputusan Muhammadiyah ini bukanlah langkah tanpa dasar yang kuat. Pandangan ini didukung oleh mayoritas ulama ahli astronomi di dunia.

Selain itu, kriteria -18 derajat juga telah lama diadopsi oleh banyak negara Muslim dan komunitas Muslim internasional, seperti Malaysia, Turki, Inggris, Prancis, Australia, hingga Nigeria.

Dengan adanya penyesuaian ini, warga Muhammadiyah kini memiliki acuan waktu yang dianggap lebih akurat secara sains dan syariat, sekaligus memberikan kelonggaran waktu bagi mereka yang sedang menyantap hidangan sahur di bulan Ramadan.

Editor: Chyntia Sami Bhayangkara

Tag:  #rahasia #bonus #waktu #sahur #muhammadiyah #plus #menit #maksudnya

KOMENTAR