Jangan Langsung Olahraga Setelah Berbuka Puasa, Ini Aturan Amannya Menurut Dokter
Ilustrasi olahraga. Dokter olahraga RSPI menjelaskan waktu ideal berolahraga setelah berbuka serta cara mengatur jeda makan dan minum agar tubuh tetap nyaman dan bugar.(Shutterstock/SofikoS)
18:50
20 Februari 2026

Jangan Langsung Olahraga Setelah Berbuka Puasa, Ini Aturan Amannya Menurut Dokter

Olahraga setelah berbuka puasa menjadi pilihan yang relatif aman, karena tubuh sudah kembali mendapat asupan energi dan cairan.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengatakan waktu ini memberi keuntungan dibanding berolahraga sebelum berbuka puasa.

“Kalau dilakukan setelah berbuka, tubuh sudah punya energi dan cairan sehingga lebih siap untuk latihan,” ujar dr. Risky dalam jumpat pers melalui Zoom yang diikuti Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

Meski demikian, pengaturan jeda makan dan jenis latihan tetap perlu diperhatikan agar tubuh tidak terasa berat atau kembung saat bergerak.

Baca juga: Olahraga Sebelum Berbuka, Bakar Lemak atau Justru Bikin Lemas? Ini Kata Dokter

Jangan langsung olahraga setelah makan besar

Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O. Dokter olahraga RSPI menjelaskan waktu ideal berolahraga setelah berbuka serta cara mengatur jeda makan dan minum agar tubuh tetap nyaman dan bugar.Dok. RSPI Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O. Dokter olahraga RSPI menjelaskan waktu ideal berolahraga setelah berbuka serta cara mengatur jeda makan dan minum agar tubuh tetap nyaman dan bugar.

Dr. Risky menyarankan agar tidak langsung berolahraga setelah makan dalam porsi besar.

Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan sehingga aliran darah lebih banyak terfokus ke saluran pencernaan.

Jika langsung berolahraga berat, seseorang bisa merasa mual, kembung, atau tidak nyaman.

Ia menyarankan berbuka dengan porsi ringan terlebih dahulu, misalnya air putih dan sumber karbohidrat sederhana secukupnya. Setelah itu, beri jeda sekitar 45 menit hingga satu jam sebelum memulai latihan.

Makan utama dapat dilakukan setelah sesi olahraga selesai.

Baca juga: Olahraga Saat Puasa Aman atau Berisiko? Dokter Ungkap Aturan Lengkapnya

Pilih jenis latihan sesuai tujuan

Ilustrasi olahraga lari. Dokter olahraga RSPI menjelaskan waktu ideal berolahraga setelah berbuka serta cara mengatur jeda makan dan minum agar tubuh tetap nyaman dan bugar.Unsplash Ilustrasi olahraga lari. Dokter olahraga RSPI menjelaskan waktu ideal berolahraga setelah berbuka serta cara mengatur jeda makan dan minum agar tubuh tetap nyaman dan bugar.

Setelah berbuka, pilihan olahraga menjadi lebih fleksibel karena tubuh sudah terhidrasi.

Latihan aerobik seperti lari, bersepeda, atau jalan cepat tetap dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung dan paru.

Latihan beban juga lebih aman dilakukan pada waktu ini karena energi tubuh sudah terisi kembali.

“Latihan dengan intensitas lebih tinggi, lebih baik dilakukan setelah berbuka dibanding sebelum berbuka,” jelas Risky.

Namun, intensitas tetap harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing.

Baca juga: Puasa Bisa Picu Gula Darah Turun Drastis, Ini Peringatan Dokter untuk Pasien Diabetes

Perhatikan durasi dan intensitas

Durasi latihan sebaiknya tetap berada pada rentang 30 hingga 60 menit untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan.

Metode talk test tetap bisa digunakan untuk memastikan intensitas tidak berlebihan.

Jika seseorang sudah kesulitan berbicara saat latihan, berarti intensitasnya terlalu tinggi dan perlu diturunkan.

Penggunaan smartwatch dengan pemantauan zona detak jantung juga dapat membantu mengontrol intensitas.

Tetap penuhi cairan selama latihan

Berbeda dengan olahraga sebelum berbuka, latihan setelah berbuka memungkinkan seseorang minum di sela aktivitas. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi.

Jika latihan berlangsung lebih dari satu jam, minuman elektrolit dapat dipertimbangkan untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat.

Dr. Risky mengingatkan agar tidak mengganti cairan dengan minuman tinggi gula, karena dapat meningkatkan asupan kalori berlebih.

Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Saat Puasa Ramadhan, Jangan Asal Kurangi Karbohidrat

Atur waktu tidur dan pemulihan

Hal lain yang perlu diperhatikan saat olahraga malam adalah waktu istirahat.

Tidur yang cukup menjadi bagian penting dari proses pemulihan otot dan menjaga daya tahan tubuh selama puasa.

Dr. Risky menyarankan agar latihan tidak dilakukan terlalu larut, sehingga waktu tidur tetap terjaga sebelum sahur.

Kualitas tidur yang baik membantu tubuh tetap bugar keesokan harinya.

Siapa yang perlu berhati-hati

Orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani program latihan.

Ibu hamil dan ibu menyusui juga perlu menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi tubuh.

Olahraga setelah berbuka puasa memberikan keuntungan karena tubuh sudah terhidrasi dan memiliki energi yang cukup.

Pengaturan jeda makan, pemilihan jenis latihan, serta pemantauan intensitas menjadi kunci agar aktivitas fisik tetap aman dan nyaman.

Dengan pengelolaan yang tepat, olahraga malam hari dapat membantu menjaga kebugaran tanpa mengganggu kelancaran ibadah puasa.

Baca juga: Gula Darah Sangat Tinggi? Penderita Diabetes Sebaiknya Tunda Puasa

Tag:  #jangan #langsung #olahraga #setelah #berbuka #puasa #aturan #amannya #menurut #dokter

KOMENTAR