7 Jalur Mudik Alternatif Solo–Semarang 2026 yang Minim Macet, 'Plan B' Saat Tol Padat di Momen Lebaran
Pada masa mudik Lebaran Idul Fitri yang akan datang, para pemudik diprediksi kembali memadati jalur favorit Jawa Tengah, termasuk rute Solo–Semarang.
Ketika Tol Semarang–Solo diberlakukan sistem one way atau terjadi antrean panjang di Bawen dan Ungaran, kamu perlu punya rencana cadangan.
Berikut tujuh jalur mudik alternatif Solo–Semarang yang bisa kamu pertimbangkan. Rute-rute ini kerap jadi 'jalan penyelamat' saat arus utama tersendat, sekaligus menawarkan suasana perjalanan yang lebih santai.
1. Jalur Utama Non Tol: Solo–Boyolali–Ampel–Salatiga–Bawen–Ungaran–Semarang
Ini adalah jalur konvensional alias “jalan bawah” yang sudah lama jadi andalan pemudik. Meski bukan tol, rute ini relatif stabil dan tetap bisa diandalkan ketika akses tol dibatasi.
Kamu akan melintasi kawasan Boyolali hingga Salatiga dengan lanskap perbukitan yang menyegarkan mata.
Titik rawan macet biasanya berada di pusat kota dan simpang pasar tradisional, terutama saat jam padat. Namun dibanding tol yang terkunci one way, jalur ini sering kali lebih fleksibel.
2. Jalur Kopeng–Salatiga–Semarang (Jalur Wisata)
Kalau ingin menghindari kepadatan di Boyolali kota, kamu bisa ambil arah Kopeng. Dari Solo menuju Boyolali, lanjut ke Kopeng lalu turun ke Salatiga atau langsung ke Ungaran.
Rute ini terkenal sebagai jalur wisata dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungan. Namun perlu diingat, kontur jalan cukup menanjak dan menurun tajam.
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama rem dan mesin. Cocok untuk kamu yang ingin perjalanan lebih tenang meski butuh konsentrasi ekstra.
3. Jalur Gemolong–Purwodadi–Semarang
Bagi pemudik dari Solo bagian utara seperti Kalioso atau Sumber, rute ini cukup strategis. Kamu bisa mengarah ke Gemolong (Sragen), lanjut ke Purwodadi (Grobogan), kemudian tembus ke Semarang lewat Tegowanu atau Mranggen.
Keunggulan jalur ini adalah menghindari kepadatan Boyolali–Salatiga. Namun sebagian ruas jalan relatif sempit dan penerangan terbatas di malam hari. Jika kamu berangkat siang atau sore, jalur ini bisa jadi opsi nyaman.
4. Jalur Delanggu–Polanharjo–Karanggede–Ampel
Alternatif ini cocok untuk kamu yang mudik dari Solo selatan atau Klaten. Dari Delanggu, arahkan kendaraan ke Polanharjo, lanjut Karanggede, lalu keluar di Ampel sebelum bergabung kembali ke jalur Salatiga.
Rutenya didominasi jalan pedesaan dengan lalu lintas lokal. Biasanya lebih lengang, terutama di luar jam sibuk. Namun tetap waspada karena lebar jalan tidak sebesar jalur utama.
5. Jalur Karanggede–Kaliwungu (Semarang Barat)
Kalau tujuan akhir kamu adalah Semarang Barat atau Kendal, jalur ini bisa menghemat waktu.
Dari Karanggede (Boyolali), teruskan perjalanan ke arah utara menuju Kaliwungu tanpa harus masuk pusat Ungaran atau Semarang kota.
Rute ini cukup membantu menghindari penumpukan kendaraan di pintu masuk Semarang bagian selatan. Cocok untuk pemudik yang ingin langsung mengarah ke kawasan industri atau Pantura barat.
6. Jalur Salatiga–Suruh–Karanggede–Semarang
Saat arus mudik memuncak, Dinas Perhubungan setempat kerap merekomendasikan jalur ini. Dari Salatiga, kamu bisa memutar ke arah Suruh, lanjut Karanggede, lalu tembus kembali ke jalur Ungaran atau Kaliwungu.
Kelebihannya adalah mengurai kepadatan di simpang utama Salatiga dan Bawen. Namun karena banyak kendaraan dialihkan ke sini saat puncak arus, pantau kondisi lalu lintas secara real time sebelum memilihnya.
7. Jalur Mijen–Palir–Kaliancar–Mangkang (Semarang)
Jika kamu sudah masuk wilayah Semarang tetapi ingin menghindari macet di Pantura Kaligawe, rute Mijen bisa jadi solusi. Dari arah selatan, ambil jalur ke Mijen, lalu terus ke Palir, Kaliancar hingga Mangkang.
Alternatif ini efektif untuk menuju Kendal atau wilayah barat tanpa melewati pusat kota. Jalannya relatif lebih tenang, meski beberapa ruas cukup sempit.
Catatan Penting Mudik 2026
Waspadai Pantura Semarang–Demak (Kaligawe)
Awal tahun hingga menjelang Lebaran 2026, perbaikan jalan di kawasan Kaligawe berpotensi memicu kemacetan panjang. Jika memungkinkan, hindari jam padat atau siapkan rute memutar.
Selalu Gunakan Aplikasi Navigasi
Gunakan Google Maps atau Waze untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Ingat, jalur alternatif bisa berubah jadi padat jika terlalu banyak kendaraan dialihkan.
Perhatikan Kondisi Jalan Pedesaan
Beberapa rute seperti Purwodadi–Semarang atau Boyolali utara memiliki penerangan terbatas dan bahu jalan sempit. Pastikan bahan bakar cukup dan kendaraan dalam kondisi prima.
Intinya, mudik bukan hanya soal cepat sampai, tapi juga soal perjalanan yang aman dan nyaman.
Dengan menyiapkan beberapa jalur alternatif Solo–Semarang ini, kamu punya fleksibilitas lebih saat situasi di lapangan berubah.
Simpan daftar ini sebagai panduan, karena saat Lebaran tiba, plan B sering kali jadi penyelamat.
Tag: #jalur #mudik #alternatif #solosemarang #2026 #yang #minim #macet #plan #saat #padat #momen #lebaran