Indonesia Akan Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Siap Kirim 8.000 Personel
Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.(AFP/EYAD BABA)
23:50
19 Februari 2026

Indonesia Akan Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Siap Kirim 8.000 Personel

omandan International Stabilization Force (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers III mengungkapkan, Indonesia telah bersedia menjadi Wakil Komandan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza.

Hal ini diumumkannya dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

"Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," kata Jeffers, Kamis, dikutip dari tayangan Kompas TV.

Baca juga: Hadiri KTT Dewan BoP, Prabowo Duduk di Antara UEA-Kazakhstan

Jeffers juga menyatakan, Indonesia menjadi satu dari lima negara yang telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan untuk bergabung dengan ISF.

Sementara itu, dua negara juga berkomitmen untuk melatih polisinya, yakni Mesir dan Yordania.

"Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirim pasukan untuk bertugas di ISF: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," kata Jeffers.

Lebih lanjut Jeffers menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir, pihaknya telah menempatkan tim pakar militer AS di lapangan yang mempersiapkan infrastruktur untuk ISF.

Baca juga: Temui Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Nyatakan Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Tim ini sudah beroperasi dari pusat operasi gabungan bersama yang akan menjadi markas besar bagi seluruh ISF.

Menurut rencana, ISF ditempatkan di lima sektor berbeda, dengan masing-masing sektor menerima satu brigade ISF.

"Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi. Tujuan jangka menengah adalah untuk terus memperluas, sektor demi sektor, semuanya menuju target jangka panjang kami yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF," ucap dia.

Ia berharap, langkah ini akan membantu memunculkan keamanan untuk Gaza.

"Dengan langkah-langkah pertama ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan kemakmuran dan perdamaian abadi," kata Jeffers.

Prabowo siapkan pasukan

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan untuk menjadi bagian dari ISF yang bertugas di Gaza.

Prabowo menuturkan, bila diperlukan, Indonesia akan mengirim lebih dari 8.000 orang untuk bergabung ke pasukan tersebut.

Baca juga: Pakistan Tak Mau Gegabah Kirim Pasukan ke Gaza, Hindari Misi Selain Perdamaian

"Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo.

Prabowo berharap, kehadiran pasukan Indonesia dapat turut berkontribusi dalam perdamaian dunia.

"Kami siap menyumbangkan pasukan untuk ikut serta secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk menyukseskan perdamaian ini," ujar Prabowo.

Tag:  #indonesia #akan #jadi #wakil #komandan #gaza #siap #kirim #8000 #personel

KOMENTAR