Muncul RUU Baru, Politikus Dilarang Bohong Selama Pemilu
Ilustrasi berbohong.(SHUTTERSTOCK)
22:30
19 Februari 2026

Muncul RUU Baru, Politikus Dilarang Bohong Selama Pemilu

- Wales tengah diributkan rancangan undang-undang (RUU) baru yang bertujuan melarang politikus berbohong selama masa pemilu.

RUU tersebut membuat para politikus kebakaran jenggot. Sejumlah anggota parlemen Wales atau Senedd memperingatkan bahwa aturan tersebut mengandung kewenangan luar biasa yang berisiko membatasi kebebasan berpendapat.

Meskipun RUU tersebut telah melewati tahap pertama di Senedd pada 13 Januari, dukungan terhadap beleid ini terancam rontok, sebagaimana dilansir BBC

Baca juga: Politikus AS Bocorkan Foto Milik Epstein: Ada Bill Gates hingga Sergey Brin

Para anggota parlemen, termasuk dari partai pemerintah (Partai Buruh), menuntut perubahan signifikan, terutama terkait definisi yang jelas mengenai apa yang dimaksud dengan pernyataan "palsu atau menyesatkan".

Di sisi lain, Pemerintah Wales menyatakan bahwa aturan tersebut dapat mempidanakan politikus yang memberikan pernyataan palsu. Hal itu demi bertujuan demi kepentingan pemilih.

"Legislasi ini disusun untuk membangun fondasi yang lebih kuat bagi demokrasi Wales," ungkap juru bicara pemerintah Wales dalam pernyataan resminya.

Pembahasan RUU tersebut dilakukan setelah para menteri berjanji untuk menindak praktik kebohongan dalam politik, menyusul usulan serupa yang hampir disahkan tahun lalu. 

Baca juga: Politikus Malaysia Pemerkosa WNI Dibui 8 Tahun

Sementara itu, pendukung kebijakan ini menilai larangan berbohong dapat membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi politik.

Jane Dodds dari Partai Liberal Demokrat mendesak Senedd untuk segera melakukan amandemen agar aturan ini bisa berlaku pada pemilu Mei mendatang.

"Kebohongan tumbuh subur dalam politik karena kita bisa lolos begitu saja tanpa konsekuensi nyata," tegas Dodds.

Di sisi lain, kritik tajam datang dari komite lintas partai Senedd. Dalam laporannya, komite memperingatkan bahwa draf RUU saat ini dapat menghambat diskusi demokratis yang jujur selama kampanye.

Ketua komite pengawas dari Partai Buruh, David Rees, menekankan pentingnya kualitas hukum di atas segalanya.

Baca juga: Politikus di Nepal Masih Sembunyi Usai Rusuh, Gen Z Tuntut Parlemen Bubar

"Sangat penting bagi Senedd untuk menghasilkan hukum yang benar dan berkualitas. Jika kita terburu-buru dan tidak melakukannya dengan benar, kita juga akan dimintai pertanggungjawaban atas hal itu," ujar Rees.

Kekhawatiran senada disampaikan oleh anggota parlemen dari Partai Konservatif, Sam Rowlands. Dia menilai, proses penyusunan RUU ini terlalu terburu-buru.

"Tujuannya memang bisa dipahami, namun langkah ini bisa secara tidak sengaja membatasi debat yang sah dan diskusi politik," kata Rowlands.

Pakar hukum pidana dari London School of Economics, Profesor Jeremy Horder, turut menyoroti dampak hukum tersebut. 

Dia khawatir undang-undang yang terlalu luas dapat memberikan efek mengerikan bagi masyarakat dan media.

Baca juga: Geger Politikus AS Charlie Kirk Ditembak Mati, Trump Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Nasib RUU

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan aturan ini mulai diberlakukan. Jika disetujui, larangan tersebut kemungkinan besar baru bisa diterapkan paling cepat pada Pemilu 2030.

Adam Price dari Plaid Cymru mengingatkan pemerintah agar tidak membatalkan komitmen ini. Menurutnya, publik akan sangat kritis jika ketentuan tersebut dihapus.

"Akan ada kesempatan di tahap selanjutnya untuk memperbaiki RUU ini, bukan malah menghapus komitmennya," kata Price.

Sementara itu, pihak Reform UK Wales secara tegas menolak usulan tersebut. 

"Rakyat Wales bisa melihat ini sebagai upaya untuk membungkam kebebasan berbicara. Melarang ucapan tidak memperkuat demokrasi, justru mengancamnya," ungkap juru bicara partai tersebut.

RUU ini dijadwalkan kembali ke meja komite pada Februari untuk proses amandemen. Senedd juga perlu menyepakati mosi keuangan sebelum dana dapat dikucurkan untuk implementasi hukum baru tersebut.

Baca juga: Profil Geert Wilders, Politikus Sayap Kanan yang Tumbangkan Pemerintahan Belanda

Tag:  #muncul #baru #politikus #dilarang #bohong #selama #pemilu

KOMENTAR