Puasa Bantu Kurangi Rokok, Ini Dampak Baiknya bagi Lambung
Puasa Ramadan kerap dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan pengendalian diri.
Namun, di balik itu, puasa juga bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan hidup, termasuk mengurangi konsumsi rokok. Kebiasaan ini ternyata berkaitan erat dengan kesehatan lambung.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, menjelaskan bahwa merokok merupakan salah satu faktor yang dapat memperburuk gangguan lambung.
Menurut dia, banyak keluhan sakit lambung kambuh dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi camilan tidak sehat, serta kebiasaan merokok.
Saat Ramadan, frekuensi merokok umumnya berkurang karena adanya pembatasan waktu makan dan minum dari sahur hingga berbuka.
“Ketika berpuasa, otomatis konsumsi rokok akan berkurang. Ini tentu berdampak baik bagi kesehatan lambung,” ujarnya dikutip dari Instagram @dokterari, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Dokter Jelaskan Manfaat Puasa Ramadan bagi Kesehatan Lambung
Bagaimana Rokok Mempengaruhi Lambung?
Secara medis, rokok dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Selain itu, kandungan zat kimia dalam rokok juga bisa melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah).
Jika katup ini melemah, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi perih atau terbakar di dada (heartburn).
Tak hanya itu, merokok juga dapat mengganggu aliran darah ke dinding lambung serta memperlambat proses penyembuhan jika sudah terjadi luka atau peradangan.
Pada perokok aktif, risiko gangguan seperti gastritis hingga penyakit refluks gastroesofageal (GERD) bisa meningkat.
Karena itu, berkurangnya frekuensi merokok selama Ramadan dapat membantu menurunkan paparan zat iritatif pada saluran cerna.
Baca juga: Gula Darah Sangat Tinggi? Penderita Diabetes Sebaiknya Tunda Puasa
Ilustrasi gambar muslim di Sumbawa, NTB sedang berbuka puasa. Berikut jadwal imsakiyah 1 Ramadhan 1447 H atau 19 Februari 2026, untuk wilayah Kota Bima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Puasa dan Pengendalian Diri
Selain faktor fisik, aspek psikologis juga berperan dalam gangguan lambung. Stres, cemas, dan gelisah dapat memicu peningkatan asam lambung.
Puasa mendorong individu untuk lebih mampu mengendalikan diri, termasuk dalam mengatur emosi.
Selama Ramadan, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat sunnah dan berzikir.
Aktivitas ini membantu menciptakan kondisi mental yang lebih tenang. Kondisi psikologis yang stabil berkontribusi positif terhadap kesehatan pencernaan.
Dengan kata lain, manfaat puasa terhadap lambung bukan hanya karena jeda makan, tetapi juga karena adanya perubahan pola hidup secara menyeluruh, mulai dari jadwal makan yang lebih teratur hingga berkurangnya rokok dan stres.
Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Saat Puasa Ramadhan, Jangan Asal Kurangi Karbohidrat
Momentum Berhenti Merokok
Ramadan juga bisa menjadi titik awal untuk berhenti merokok sepenuhnya.
Jika seseorang sudah mampu menahan diri tidak merokok selama belasan jam, hal itu bisa menjadi modal kuat untuk menghentikan kebiasaan tersebut secara permanen.
Meski demikian, dr. Ari mengingatkan agar tetap memperhatikan pola makan saat berbuka dan sahur.
Hindari langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, terlalu pedas, atau berlemak berlebihan karena dapat memicu lonjakan asam lambung.
Ia juga menyarankan untuk menjaga asupan cairan yang cukup serta memilih makanan yang lebih ramah bagi lambung.
Dokter Ari menegaskan puasa Ramadan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan lambung, terutama jika diiringi dengan pengurangan atau bahkan penghentian kebiasaan merokok. Dengan pola hidup yang lebih terkontrol, risiko gangguan lambung pun dapat ditekan.
Tag: #puasa #bantu #kurangi #rokok #dampak #baiknya #bagi #lambung