Menu Sahur untuk Penderita Diabetes, Jangan Salah Pilih Karbohidrat
Ilustrasi puasa. Dokter mengingatkan penderita diabetes untuk mengatur pilihan karbohidrat saat sahur agar gula darah tidak melonjak.(Pexels/Sami Abdullah)
14:06
19 Februari 2026

Menu Sahur untuk Penderita Diabetes, Jangan Salah Pilih Karbohidrat

Penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa Ramadhan, tetapi menu sahur harus diatur dengan tepat agar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Raja Ampat, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD(K), menegaskan bahwa sahur bukan hanya soal makan sebelum imsak, melainkan bagian penting dalam pengendalian gula darah.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Selasa (10/2/2026), Andi menjelaskan bahwa sahur pada dasarnya adalah pergeseran waktu sarapan.

Karena itu, komposisi makanan tetap harus diperhatikan seperti pola makan harian.

Baca juga: Minum Obat Diabetes Saat Puasa, Haruskah Dosis Diubah? Ini Penjelasan Dokter

Atur karbohidrat, sayur, dan buah

Menurut Andi, pola makan sahur perlu menyesuaikan kebutuhan masing-masing pasien.

Karbohidrat tetap dibutuhkan sebagai sumber energi, tetapi porsinya harus dikontrol. Sayur dan buah tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan seimbang.

“Penyesuaian karbohidrat, sayur, dan buah perlu dibicarakan dengan dokter supaya gula darah tetap terkendali,” ujar dr. Andi.

Ia mengingatkan agar pasien tidak mengonsumsi makanan berlebihan saat sahur karena khawatir lapar di siang hari. Makan terlalu banyak justru dapat memicu lonjakan gula darah.

Baca juga: Kapan Penderita Diabetes Harus Batal Puasa? Ini Penjelasan Dokter

Hindari pola makan yang tidak terencana

Ilustrasi puasa. Dokter mengingatkan penderita diabetes untuk mengatur pilihan karbohidrat saat sahur agar gula darah tidak melonjak.Shutterstock Ilustrasi puasa. Dokter mengingatkan penderita diabetes untuk mengatur pilihan karbohidrat saat sahur agar gula darah tidak melonjak.

Andi menjelaskan bahwa perubahan jadwal makan dari pagi–siang–malam menjadi sahur dan berbuka memang tidak terlalu banyak mengubah pola dasar.

Namun, perbedaan terletak pada jeda panjang tanpa asupan makanan dan minuman selama siang hari. Karena itu, sahur harus cukup untuk menjaga energi, tetapi tidak berlebihan.

Pengaturan ini menjadi penting agar pasien tidak mengalami hiperglikemia maupun hipoglikemia selama puasa.

Baca juga: Gula Darah Turun di Bawah 60, Penderita Diabetes Harus Segera Batalkan Puasa

Perhatikan obat dan jadwal makan

Selain komposisi makanan, pengaturan obat juga perlu disesuaikan dengan waktu sahur.

Sebagian pasien mungkin tetap menggunakan insulin, sementara yang lain menggunakan obat oral seperti metformin.

Penyesuaian jadwal obat harus dilakukan berdasarkan anjuran dokter. Pasien tidak disarankan mengubah dosis sendiri tanpa konsultasi.

“Obat tetap sesuai anjuran dokter. Jangan diubah sendiri,” kata dr. Andi.

Siapkan mental dan disiplin

Andi menekankan bahwa kesiapan mental juga berperan penting dalam menjalankan puasa.

Pasien perlu memahami adanya perubahan jam makan dan pengaturan cairan. Disiplin dalam mengatur porsi menjadi kunci agar sahur tidak berujung pada lonjakan gula darah.

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan puasa adalah ibadah, tetapi kesehatan tetap harus dijaga. Mayoritas penderita diabetes bisa berpuasa selama gula darahnya terkendali.

Dengan menu sahur yang tepat, pengaturan obat yang sesuai, serta pemantauan rutin, puasa dapat dijalankan dengan lebih aman.

“Yang penting adalah kontrol dan komunikasi dengan dokter,” ujar dr. Andi.

Baca juga: Gula Darah di Atas 250, Penderita Diabetes Disarankan Tidak Puasa

Tag:  #menu #sahur #untuk #penderita #diabetes #jangan #salah #pilih #karbohidrat

KOMENTAR