Mengenal Keunggulan Bedah Urologi dengan Robotic Da Vinci, Efek Samping Minim hingga Ketentuannya
Ilustrasi: Batu Ginjal, penyakit urologi yang tidak boleh disepelekan dampaknya. (Harvard Medical School)
05:59
19 Februari 2026

Mengenal Keunggulan Bedah Urologi dengan Robotic Da Vinci, Efek Samping Minim hingga Ketentuannya

- Bedah urologi dengan teknologi robotik semakin menjadi sorotan karena dinilai mampu menekan efek samping sekaligus meningkatkan presisi tindakan. Salah satu inovasi yang kini hadir di Indonesia adalah sistem Da Vinci Surgical System, yang menawarkan prosedur minim invasif dengan risiko komplikasi lebih rendah.

Teknologi ini resmi diperkenalkan melalui peluncuran pusat layanan SURE (Summit Robotic & Endourology Institute) di Eka Hospital MT Haryono pada Rabu (18/2). Layanan ini mengintegrasikan keahlian dokter spesialis urologi dengan teknologi bedah robotik terkini untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien.

Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Agus Rizal, menjelaskan bahwa teknologi robotik memiliki keunggulan utama dari sisi presisi saat melakukan operasi bedah.

“Dari segi presisi, robot ini yang paling unggul dibandingkan dengan yang lain gitu. Jadi idealnya memang seperti itu,” ujarnya.

Namun, penggunaan teknologi ini tetap mempertimbangkan kondisi pasien. Ia menambahkan bahwa prosedur robotik lebih direkomendasikan untuk kasus tertentu.

“Ya paling bagus tadi kalau kita bicara tumor, tentu tumor yang stadium awal. Stadium satu, itu yang paling bisa kita kerjakan," tuturnya

Sementara untuk stadium lanjut, Prof. Agus mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi ini masih terbatas dan dalam tahap kajian lebih lanjut.

Efek Samping Lebih Terkendali

Selain tingkat presisi yang lebih baik, keunggulan utama bedah robotik adalah kemampuannya menekan risiko komplikasi pasca operasi. Pada operasi prostat, misalnya, teknologi ini mampu mengurangi risiko inkontinensia urine.

“Komplikasi yang paling bisa ditekan kalau operasi radikal prostat adalah mengompol pasca operasi," tutur Prof. Agus.

Selain itu, pada tindakan pengangkatan tumor ginjal, risiko perdarahan juga dapat diminimalkan berkat kemudahan teknik penjahitan menggunakan robot.

“Dengan robotik, beberapa kasus terakhir kita malah perdarahan itu cukup minim," tegasnya.

Sementara itu, Eka Hospital MT Haryono dr. Sheirly Novan Indra, menyebut kehadiran pusat layanan SURE (Summit Robotic & Endourology Institute) ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan berstandar global.

“Melalui teknologi robotik Da Vinci, kami ingin memberikan pengalaman pelayanan bedah robotik yang aman dan nyaman bagi pasien,” ucapnya.

Keunggulan Bedah Robotik: Minim Sayatan hingga Pemulihan Cepat

Penggunaan sistem robotik dalam bedah urologi juga memberikan sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional maupun laparoskopi. Prosedur dilakukan melalui sayatan kecil dengan bantuan lengan robot yang dikendalikan dokter, sehingga menghasilkan presisi tinggi.

Manfaat yang dirasakan pasien antara lain nyeri pasca operasi yang lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta masa rawat inap yang lebih singkat. Selain itu, proses pemulihan juga cenderung lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu lebih singkat.

Teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai tindakan urologi seperti operasi prostat, pengangkatan tumor ginjal, hingga penanganan batu ginjal kompleks.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #mengenal #keunggulan #bedah #urologi #dengan #robotic #vinci #efek #samping #minim #hingga #ketentuannya

KOMENTAR