AS Ancam Gunakan Kekuatan Militer ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Persen
Ilustrasi produksi minyak, harga minyak mentah. (SHUTTERSTOCK/GOLDEN DAYZ)
07:40
19 Februari 2026

AS Ancam Gunakan Kekuatan Militer ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Persen

- Harga minyak mentah melonjak lebih dari 4 persen pada penutupan perdagangan Rabu (18/2/2026) waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Kenaikan itu didorong oleh komentar Wakil Presiden AS JD Vance bahwa Iran tidak menanggapi garis merah (red lines) Amerika Serikat dalam pembicaraan nuklir pekan ini dan Presiden Donald Trump tetap memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer.

Dikutipa dari CNBC, harga minyak mentah AS naik 2,86 dollar AS atau 4,59 persen dan ditutup pada 65,19 dollar AS per barrel. Sementara itu, patokan global Brent naik 2,93 dollar AS atau 4,35 persen dan menetap di level 70,35 dollar AS per barrel.

Baca juga: Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz Bayangi Pasar Minyak Global

Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner menggelar pembicaraan nuklir dengan Iran di Jenewa pada Selasa. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan diskusi tersebut sebagai “konstruktif”, menurut media Iran. Araghchi menyebut pembicaraan menghasilkan kesepakatan umum mengenai prinsip-prinsip panduan.

Harga minyak sempat ditutup lebih rendah pada Selasa karena para pelaku pasar menafsirkan komentar menteri luar negeri itu sebagai sinyal bahwa AS dan Iran masih dapat mencapai kesepakatan.

Namun, Vance menyatakan Teheran gagal menanggapi tuntutan inti AS.

“Dalam beberapa hal pembicaraan berjalan baik, mereka sepakat untuk bertemu kembali setelahnya,” ujar wakil presiden kepada Fox News pada Selasa malam. “Tetapi di sisi lain, sangat jelas bahwa presiden telah menetapkan sejumlah garis merah yang hingga kini belum bersedia diakui dan dibahas oleh pihak Iran.”

Vance menegaskan Trump tetap berhak menggunakan kekuatan militer jika diplomasi tidak berhasil menghentikan program nuklir Iran.

“Kami memiliki militer yang sangat kuat — dan presiden telah menunjukkan kesediaan untuk menggunakannya,” kata Vance kepada Fox News.

Sementara itu, sumber yang berbicara kepada Axios menyebut kampanye militer AS terhadap Iran kemungkinan akan berskala besar, berlangsung berminggu-minggu, dan lebih menyerupai perang penuh ketimbang operasi seperti penggerebekan yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari.

Garda Revolusi Iran menggelar latihan perang pekan ini di Selat Hormuz, jalur perdagangan vital bagi aliran minyak global. Sekitar sepertiga ekspor minyak mentah yang diangkut melalui laut melewati jalur sempit tersebut, menurut data perusahaan konsultan energi Kpler.

Pasar khawatir aliran minyak itu akan terganggu jika AS dan Iran terlibat perang. Media pemerintah Iran menyebut lalu lintas di sebagian selat ditutup pada Selasa akibat latihan militer tersebut.

Namun, Kpler tidak mengamati adanya penghentian lalu lintas di selat itu pada Selasa, kata Matt Smith, analis minyak di perusahaan tersebut.

Trump telah menempatkan kapal induk USS Abraham Lincoln di Timur Tengah. Kapal induk USS Gerald Ford juga sedang menuju kawasan tersebut.

Trump mengatakan pada Jumat bahwa ia mengerahkan kapal induk kedua sebagai langkah antisipasi jika negosiasi gagal. “Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan membutuhkannya,” kata presiden kepada wartawan di luar Gedung Putih.

Baca juga: Trump dan Netanyahu Tekan Iran untuk Batasi Ekspor Minyak ke China

Tag:  #ancam #gunakan #kekuatan #militer #iran #harga #minyak #dunia #melonjak #persen

KOMENTAR