Perusahaan RI dan AS Teken Kerja Sama Dagang dan Investasi 7 Miliar Dollar AS
Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat setibanya di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026). Kunjungan Presiden Prabowo Subianto tersebut untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sekaligus menghadiri pertemuan perdana Board of Peace. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wpa.(Antara Foto / Hafidz Mubarak A)
08:20
19 Februari 2026

Perusahaan RI dan AS Teken Kerja Sama Dagang dan Investasi 7 Miliar Dollar AS

– Perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani kesepakatan perdagangan dan investasi senilai lebih dari 7 miliar dollar AS pada Rabu (18/2/2026).

Penandatanganan ini berlangsung sehari sebelum pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump untuk merampungkan kesepakatan dagang final.

Dikutip dari Reuters, Kamis (19/2/2026), kesepakatan tersebut diumumkan oleh U.S.-ASEAN Business Council (USABC). Penandatanganan dilakukan dalam jamuan makan malam untuk Presiden Prabowo yang diselenggarakan Kamar Dagang AS.

Baca juga: Prabowo Hadiri KTT Dewan Perdamaian Gaza di AS Hari Ini, Lalu Teken Tarif Trump

Berdasarkan lembar fakta USABC, perjanjian itu mencakup komitmen pembelian sejumlah komoditas pertanian AS oleh perusahaan Indonesia. Rinciannya, pembelian 1 juta ton kedelai, 1,6 juta ton jagung, serta 93.000 ton kapas dalam periode yang belum dirinci.

Selain itu, Indonesia juga akan membeli 1 juta ton gandum pada tahun ini dan hingga 5 juta ton pada 2030.

Di luar sektor pangan, kerja sama turut menyasar mineral kritis dan energi. Perusahaan tambang AS Freeport-McMoRan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Investasi Indonesia untuk kolaborasi di bidang mineral kritis.

Baca juga: Prabowo Teken Kesepakatan Tarif Trump Besok, Istana Harap Angkanya Turun

Sementara di sektor energi, PT Pertamina menjalin kerja sama dengan Halliburton dalam peningkatan perolehan minyak (oilfield recovery).

Kesepakatan ini menandai penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan AS, di tengah dinamika perdagangan global serta meningkatnya perhatian terhadap keamanan pasokan pangan, energi, dan mineral strategis.

Pertemuan tingkat tinggi antara Prabowo dan Trump diproyeksikan menjadi momentum finalisasi kerangka kerja sama dagang yang lebih luas antara kedua negara.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan meneken Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan pemerintah AS pada Kamis (19/2/2026). Penandatanganan itu akan dilakukan setelah Prabowo menghadiri KTT Board of Peace (BoP) di AS pada hari yang sama.

“Salah satu tambahan agendanya adalah insyaallah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS,” ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Purbaya Masih Tunggu Petunjuk Presiden Prabowo soal Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

Ia menambahkan, penandatanganan direncanakan berlangsung usai agenda BoP. Prasetyo berharap pertemuan Prabowo dan Trump dapat membawa penurunan tarif yang menguntungkan Indonesia.

“Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita. Ya harapan kita kan tentu pengen seperti itu (turun),” ujarnya.

Prasetyo mengakui belum ada pembahasan mengenai target angka tarif yang diinginkan Indonesia. Namun, pemerintah berharap hasilnya dapat sejalan dengan negara lain yang berhasil memperoleh penurunan tarif hingga 18 persen.

Penandatanganan ART merupakan kelanjutan negosiasi tarif antara Indonesia dan AS sejak tahun lalu. Pada 22 Juli 2025, kedua negara menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja ART yang menyebutkan bahwa AS akan memangkas tarif impor produk asal Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Baca juga: Menkop Mau Temui Wabup Kebumen, Bahas Tugas “Gentengisasi” Prabowo

Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menyepakati substansi kesepakatan terkait tarif impor tersebut.

Salah satu poin pentingnya adalah kepastian penghapusan tarif impor khusus AS untuk sejumlah komoditas seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen mengatasi hambatan nontarif melalui deregulasi kebijakan guna memperlancar kerja sama perdagangan kedua negara.

Tag:  #perusahaan #teken #kerja #sama #dagang #investasi #miliar #dollar

KOMENTAR