Mendag: 91,75 Persen Pasar di Aceh-Sumut-Sumbar Sudah Beroperasi
Menteri Perdagangan Budi Santoso alias Busan menyebut, per pertengahan Februari 91,75 persen pasar di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah pulih.
Informasi itu Busan laporkan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat, terus menunjukkan hasil nyata. Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal,” kata Busan dalam rapat tersebut.
Akibat banjir bandang pada akhir November lalu, 194 pasar rakyat dan 18.065 pedagang terdampak.
Baca juga: Mendag Bantah MBG Jadi Biang Kerok Harga Daging Ayam Naik
Dari 194 pasar itu, dilaporkan sebanyak 95 unit rusak ringan, 41 unit rusak sedang, dan 58 unit rusak berat.
Setelah melalui proses perbaikan, saat ini 178 pasar sudah kembali beroperasi.
Sementara, pasar yang masih dalam pemulihan sebagian besar di Aceh.
Tidak hanya pasar rakyat, ratusan toko retail modern yang terdampak juga berangsur pulih.
Laporan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut, 383 gerai swalayan terdampak banjir bandang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 96 persen atau 368 di antaranya sudah kembali normal.
Pemerintah mentargetkan 383 gerai itu seluruhnya pulih pada akhir Februari mendatang.
“Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh,” ujar Busan.
Selama proses pemulihan, kata Busan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memdata pasar terdampak melalui sistem Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemendag juga menggelar aksi bersih-bersih pasar berama pemerintah daerah dan pihak terkait hingga pengusulan revitalisasi pasar ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan.
Pada kesempatan tersebut, Busan juga melaporkan kondisi harga komoditas pangan di pasar Aceh, Sumut, dan Sumbar secara umum berada di bawah rata-rata nasional.
MinyaKita misalnya, yang menjadi perhatian khusus pemerintah, dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, Busan mengakui harga beberapa komoditas seperti cabai rawit merah, daging ayam ras, dan daging sapi berpotensi naik karena tingginya permintaan masyarakat di bulan Ramadhan.
“Untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan bahan pokok, Kemendag turut memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog. Langkah ini untuk memastikan pasokan bahan pokok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga,” tutur Busan.
Sebagai informasi, pemerintah dan DPR RI membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Satgas itu terdiri dari kementerian terkait mulai Kementerian Dalam Negeri, Kementerian UMKM, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan lainnya.
Melalui rapat itu, pemerintah membahas pemenuhan hak dasar hidup masyarakat seperti kebutuhan sandang, pangan, dan papan hingga pemulihan sumber daya ekonomi.
Baca juga: Mendag Sebut Harga CPO Mahal, Produsen Jual Rugi MinyaKita
Tag: #mendag #9175 #persen #pasar #aceh #sumut #sumbar #sudah #beroperasi