TNI Mulai Apel Gelar Pasukan yang Hendak Dikirim ke Gaza
- Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) melakukan apel gelar kesiapan satuan tugas (Satgas) Angla yang hendak berangkat ke Gaza.
Apel tersebut berlangsung di Markas Komando (Mako) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Rabu (18/2/2026).
“Apel gelar menjadi simbol kesiapan personel dan material TNI Angkatan Laut dalam menjalankan misi kemanusiaan, sekaligus membawa harapan dan solidaritas bangsa Indonesia bagi masyarakat Gaza,” kata Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Apel gelar pasukan adalah kegiatan pemeriksaan dan pengecekan kesiapan personel serta perlengkapan sebelum pelaksanaan tugas atau operasi tertentu.
Baca juga: Soal Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Kemlu: Dukungan Kemanusiaan dan Rekonstruksi
Denih mengungkapkan bahwa sebanyak 55 personel dari Koarmada RI tergabung dalam Tim Kesehatan Satgas Angla yang akan memperkuat misi kemanusiaan di Gaza.
“Mereka akan bertugas memberikan dukungan medis dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak konflik,” ungkap Denih.
Dalam kesempatan ini, Komandan Satuan Kapal Bantu Koarmada I bertindak sebagai koordinator apel gelar Satgas Angla yang terdiri atas KRI Radjiman Wedyodiningrat, prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan tim penyelam TNI AL.
“Pengiriman Satgas ini merupakan wujud komitmen TNI AL dalam mendukung misi kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, pasukan TNI yang hendak dikirim ke Gaza dalam rangka misi kemanusiaan ditargetkan dalam kondisi siap berangkat pada akhir Juni 2026.
“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026 dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Pasukan TNI Jalan Kaki Jangkau Daerah Banjir Sumatera yang Terisolasi
Dalam konteks ini, Donny mengungkapkan bahwa frasa “siap berangkat” bukan berarti pasukan telah berangkat ke Gaza untuk menjalani misi kemanusiaan.
“Melainkan benar-benar dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu,” tegas dia.
TNI dikirim ke Gaza
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza.
"Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya," kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Begini Penampilan Pasukan TNI-Polri di Perancis, Bikin Macron Tepuk Tangan
Prasetyo mengatakan, pemerintah masih melakukan persiapan terkait pengiriman pasukan itu.
Saat ditanya kapan dan lokasi pengiriman pasukan, ia mengatakan masih menunggu tercapainya kesepakatan.
“Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," ujar dia.
Tag: #mulai #apel #gelar #pasukan #yang #hendak #dikirim #gaza