Ilustrasi, seseorang yang merasa tersesat dan kehilangan arah dalam hidup. (Freepik/ pikisuperstar)
Sering Merasa Tersesat dan Kehilangan Arah? Ini 5 Cara Menemukan Kembali Tujuan Hidup Anda
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa hambar dalam hidup? Anda menjalani rutinitas, menyelesaikan semuanya, namun, Anda tetap merasa sunyi seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidup Anda.
Anda mungkin tidak benar-benar bahagia, melainkan merasakan apa yang dinamakan tersesat atau kehilangan arah dalam hidup. Ini bukan sebuah kegagalan, hanya saja sinyal kalau Anda sedang melampaui versi diri Anda yang lama.
Anda perlu menemukan kembali jati diri dan apa yang menjadi tujuan dalam hidup Anda. Dilansir JawaPos.com dari timesofindia pada Kamis (19/2), berikut ini lima cara yang dapat membantu Anda menemukannya.
1. Lihat Kembali Apa yang Selalu Mendorong Anda Maju
Kehilangan arah sering kali terjadi ketika Anda mengejar sesuatu yang baru. Untuk itu, berhentilah sejenak dan periksa kisah Anda sendiri. Pikirkan momen-momen yang membuat Anda merasa paling hidup, lupa waktu, merasa sangat berguna, atau merasa nyaman dengan apa yang Anda lakukan.
Coba tanyakan pada diri sendiri aktivitas apa, topik apa yang selalu Anda bahas dalam percakapan, atau kapan Anda merasa bangga pada diri Anda sendiri, terlepas dari pujian eksternal.
Lalu, tuliskan di atas kertas, karena petunjuk-petunjuk ini jarang acak ketika Anda menuliskannya. Tujuan Anda biasanya meninggalkan jejak di sepanjang hidup Anda jauh sebelum Anda secara sadar menyebutkannya.
2. Pisahkan Suara Anda dari Suara Orang Lain
Banyak perasaan 'tersesat' lahir dari hidup dengan harapan yang dipajang, rencana keluarga, jadwal sosial, sampai definisi budaya tentang kesuksesan.
Tanpa disadari, hal tersebut membuat Anda mulai mengejar tujuan yang tampak mengesankan, namun terasa hampa.
Untuk itu, cobalah membayangkan tidak ada yang bisa menghakimi pilihan Anda, tidak orang tua, teman, pengikut, atau calon pemberi kerja. Lalu, apa yang Anda inginkan? Dimana Anda akan tinggal? Apa yang ingin Anda pelajari? Atau bagaimana Anda menghabiskan hari-hari?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat Anda belajar membedakan keinginan pribadi dari kebisingan di sekitar. Memang pada awalnya akan terasa tidak nyaman, namun, ini penting, karena tujuan tumbuh dalam kejujuran, bukan kinerja.
3. Ikuti Rasa Ingin Tahu, bukan Kepastian
Banyak orang yang menunggu sampai merasa 100 persen yakin sebelum bertindak. Pada kenyataannya, kejelasan sering kali datang setelah tindakan, bukan sebelumnya.
Jadi, alih-alih bertanya 'Apa tujuan hidup Saya?' cobalah bertanya 'Apa yang membuat Saya penasaran saat ini?', karena rasa ingin tahu adalah kompas. Anda tidak membutuhkan seluruh peta, melainkan hanya beberapa langkah selanjutnya.
Mulai mengikuti kursus singkat, menjadi sukarelawan untuk suatu tujuan yang menarik minat Anda, memulai proyek sampingan atau kebiasaan kreatif, atau berbincang dengan orang-orang yang kehidupannya membuat Anda tertarik adalah ide yang bagus.
4. Perhatikan Apa yang Menyakiti dan Apa yang Membuatmu Marah
Pahamilah, tujuan hidup sering kali tidak hanya terkait dengan apa yang Anda sukai, namun juga dengan apa yang tidak dapat Anda abaikan. Tujuan hidup juga sering kali berada di persimpangan antara keterampilan Anda dan masalah yang ingin Anda selesaikan.
Tanyakan pada diri Anda, 'Ketidakadilan apa yang membuat dada Anda sesak?' atau 'Masalah apa yang terus Anda keluhkan?' atau 'Situasi apa yang membuat Anda berpikir?'.
Jika kerusakan lingkungan membuat Anda kesal, maka keberlanjutan mungkin sangat penting bagi Anda. Jika kesepian mengganggu Anda, maka koneksi dan komunitas adalah inti dari siapa diri Anda.
5. Mendefinisikan Ulang Arti 'Sudah Memahami Semuanya'
Tujuan datang dalam bentuk yang sempurna dan permanen, itu adalah mitos terbesar tentang tujuan. Kenyataannya, tujuan itu berkembang. Apa yang membuat Anda merasa puas di usia 22 tahun, mungkin berubah ketika Anda berusia 35 tahun, begitu seterusnya.
Jadi, alih-alih mencari satu panggilan yang sempurna, cobalah untuk membangun masa kini yang bermakna.
Lakukan pekerjaan yang selaras dengan nilai-nilai Anda, pupuk hubungan yang membuat Anda merasa diperhatikan, ciptakan ruang untuk belajar dan beristirahat, atau pilihlah jalan yang memperluas Anda, bukan yang mengecilkan Anda.
Ingat, tujuan sering kali merupakan sesuatu yang Anda praktikkan, bukan yang tiba-tiba dapat Anda temukan!***.
Editor: Novia Tri Astuti
Tag: #sering #merasa #tersesat #kehilangan #arah #cara #menemukan #kembali #tujuan #hidup #anda