Andrew Jung Klarifikasi soal Insiden Bobotoh Masuk Lapangan Usai Persib vs Ratchaburi FC
Bomber asing Persib Bandung, Andrew Jung, memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam ketegangan dengan sejumlah oknum suporter yang nekat masuk ke area lapangan.
Insiden tersebut terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang dalam laga antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC pada laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two, Rabu (18/2/2026).
Meskipun Persib Bandung berhasil memetik kemenangan 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), hasil tersebut tidak mampu menyelamatkan langkah Maung Bandung di ACL 2 2025-2026.
Persib harus tersingkir lantaran kalah agregat 1-3. Kekecewaan atas kegagalan tersebut diduga menjadi pemicu sejumlah oknum Bobotoh turun ke lapangan, yang kemudian direspons secara tegas oleh Jung demi melindungi tim dari potensi sanksi berat.
Baca juga: Persib Vs Ratchaburi, Reaksi Andrew Jung Cetak Gol Kemenangan Rasa Kekalahan
Upaya Melindungi Klub dari Sanksi
Dalam video yang beredar, Andrew Jung tertangkap kamera sempat meluapkan emosinya dan menegur para suporter yang merangsek masuk.
Melalui akun media sosial X miliknya, pemain asal Prancis itu menjelaskan bahwa tindakannya semata-mata dilakukan untuk meredam situasi yang mulai tidak kondusif pasca-laga kontra Ratchaburi FC.
"Setelah pertandingan emosi meningkat dan hal-hal berjalan di luar kendali," kata Andrew Jung melalui akun X-nya.
"Saya hanya mencoba menenangkan situasi dan melindungi klub, tim dan suporter."
"Sanksi dan laga tanpa bobotoh tentu akan menyakiti kita semua. Kita saling membutuhkan, tetap kuat namun harus dalam kontrol," lanjutnya.
Kekecewaan Bojan Hodak terhadap Oknum Suporter
Senada dengan pemainnya, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, juga sangat menyayangkan tindakan segelintir orang yang merusak atmosfer luar biasa di Stadion GBLA.
Padahal, menurut Hodak, dukungan puluhan ribu fans telah berhasil menciutkan nyali lawan sejak awal pertandingan.
Aksi penyerang Persib Andrew Jung saat menghadapi penjagaan bek Ratchaburi FC Gabriel Mutombo pada leg kedua 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Rabu (18/2/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
"Kita punya 30 ribu fans di sini, sangat luar biasa. Tidak mudah bagi lawan untuk bermain di sini ketika situasi seperti ini," kata Bojan.
"Ingat ketika lawan Bangkok United, mereka tidak berkutik di babak pertama. Hari ini, Ratchaburi juga takut untuk bermain di babak pertama."
"Ini adalah keuntungan kita. Tetapi ada seratusan orang yang merusak ini semua datang ke sini dan melakukan pesta pribadi," sesal pelatih asal Kroasia tersebut.
Hodak mengkhawatirkan dampak jangka panjang bagi klub akibat ulah ratusan oknum tersebut.
"Jadi, karena hal ini saya pikir perlu diselesaikan karena kita akan dihukum karena 100 orang ini."
"Mereka meneror semua orang. Ini bisa anda bicarakan, bisa anda sebutkan, bisa anda tulis."
"Kecuali hal ini, 29.900 lainnya fantastis, luar biasa, tidak ada lawan yang berani datang ke sini, ini jadi keuntungan besar kami ketika main di Bandung," tambahnya.
Kendala Teknis di Lapangan
Selain masalah keamanan, Andrew Jung juga mengomentari jalannya pertandingan yang menjadi sangat berat bagi Persib setelah Uilliam Barros menerima kartu merah.
Bermain dengan 10 pemain membuat strategi menekan yang sudah dibangun menjadi berantakan.
"Kita tahu kita sudah mencetak gol di babak pertama, maka mereka akan kesulitan bermain," kata Jung di konferensi pers.
"Tetapi setelah 10 lawan 11 sulit bagi kami untuk menekan. Kita sudah mencoba, memberikan segalanya tetapi tidak pernah cukup, karena sulit bermain dengan kekurangan satu pemain," pungkasnya.
Tag: #andrew #jung #klarifikasi #soal #insiden #bobotoh #masuk #lapangan #usai #persib #ratchaburi