Bitcoin Turun ke Level 66.500 Dollar AS, Dalam Sebulan Anjlok 28 Persen
- Tekanan di pasar kripto belum mereda. Bitcoin (BTC) kembali bergerak di zona merah dan bertahan di kisaran 66.537,62 dollar AS, turun 1,19 persen dalam 24 jam terakhir.
Mengutip CoinMarketCap Kamis (19/2/2026), volume transaksi BTC dalam 24 jam mencapai 33,16 miliar dollar AS.
Dari sisi suplai, sebanyak 19,99 juta telah beredar dari total maksimum 21 juta BTC.
Dalam sepekan terakhir, Bitcoin melemah 1,42 persen.
Baca juga: Bitcoin Turun ke Kisaran 67.000 Dollar AS, Melemah Hampir 2 Persen
Namun tekanan yang lebih kuat terlihat dalam jangka menengah. Untuk 30 hari terakhir, harga Bitcoin anjlok 28,15 persen.
Secara tiga bulanan atau 90 hari BTC terkoreksi 23,73 persen, dan secara year to date (YTD) turun 25,02 persen.
Meski harga terkoreksi, kapitalisasi pasar Bitcoin masih kokoh di level 1,33 triliun dollar AS, dengan valuasi terdilusi penuh sekitar 1,39 triliun dollar AS.
Kripto utama lainnya juga bergerak melemah.
Ethereum (ETH) turun 0,79 persen ke 1.960,17 dollar AS dengan kapitalisasi pasar 236,45 miliar dollar AS.
XRP terkoreksi 3,32 persen ke 1,419 dollar AS, sementara Solana (SOL) merosot 3,75 persen ke 81,60 dollar AS.
Binance Coin (BNB) melemah 1,96 persen ke 603,68 dollar AS.
Dogecoin (DOGE) turun 2,08 persen ke 0,09839 dollar AS, dan Cardano (ADA) terpangkas 2,45 persen ke 0,2730 dollar AS.
Bitcoin Cash (BCH) ikut turun 0,64 persen ke 557,91 dollar AS.
Di tengah pelemahan aset berisiko, stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) relatif stabil di kisaran 0,9995–0,9999 dollar AS.
Grafik pergerakan harga BTC dalam 24 jam terakhir Mengutip Bloomberg, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 40 persen dari rekor tertingginya yang mendekati 127.000 dollar AS pada Oktober 2025 lalu.
Berbeda dengan emas maupun pasar saham yang sempat mencatat reli, Bitcoin belum mampu mengikuti tren penguatan tersebut.
Selama periode yang sama, nilai pasar kripto secara keseluruhan menyusut hampir 2 triliun dollar AS, berdasarkan data CoinGecko.
Kondisi tersebut membuat sejumlah analis mempertanyakan apakah harga kripto telah mencapai titik terendah atau masih berpotensi turun lebih dalam.
“Pertanyaan besar yang ada di benak semua orang adalah apakah kripto sudah mencapai titik bottom atau masih ada tekanan lanjutan di depan,” ujar Greg Magadini, Director of Derivatives di Amberdata, dalam sebuah catatan riset.
Menurutnya, sentimen terhadap kepemilikan aset kripto oleh korporasi serta arus dana masuk dan keluar dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot akan menjadi indikator penting untuk memantau arah pasar selanjutnya.
Baca juga: Menkeu AS Prediksi Regulasi Kripto Segera Terbit, Pengaruh ke Harga Bitcoin?
Tag: #bitcoin #turun #level #66500 #dollar #dalam #sebulan #anjlok #persen