Selat Hormuz Ditutup Sementara, Pemerintah Masih Wait and See
Iran menutup sementara sebagian Selat Hormuz, jalur sempit di mulut Teluk Persia yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencermati perkembangan tersebut. Pemerintah menilai dampak ke Indonesia bergantung pada durasi dan skala gangguan distribusi energi.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penutupan permanen atau berkepanjangan akan memengaruhi biaya dan waktu impor energi.
“Semua masih wait and see (sementara). Jika ditutup permanen atau lebih lama maka pengiriman impor energi memang akan lebih mahal dan lebih lama,” ujar Haryo kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz Bayangi Pasar Minyak Global
Kapal pengangkut berpotensi mencari rute alternatif yang lebih panjang. Perubahan jalur ini dapat meningkatkan ongkos logistik. Biaya impor energi nasional ikut terdampak.
Pemerintah berharap tensi geopolitik mereda agar tekanan terhadap ekonomi global dan domestik tidak berlanjut.
“Kita tentu berharap tensi geopolitik semakin membaik sehingga tidak berdampak buruk ke perekonomian global,” kata Haryo.
Iran sebelumnya menyatakan menutup sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam. Media Iran menyebut langkah itu bagian dari latihan “keamanan dan keselamatan maritim” bertajuk “Smart Control of the Strait of Hormuz.”
Pelaut di kawasan mendapat peringatan melalui radio mengenai adanya “tembakan permukaan langsung.”
Baca juga: Gejolak Selat Hormuz Picu Risiko Baru bagi Industri Manufaktur RI
Kantor berita Tasnim melaporkan uji coba rudal pada Selasa (17/2/2026) pagi. Rudal diluncurkan dari daratan dan sepanjang pantai Iran. Target disebut berada di wilayah Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) memperingatkan risiko eskalasi.
“perilaku tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, eskalasi, dan destabilisasi.”
Tag: #selat #hormuz #ditutup #sementara #pemerintah #masih #wait