5 Keterampilan Hidup yang Hanya Dikuasai Generasi Milenial dan Gen Z Sering Meremehkannya
Ilustrasi generasi milenial. (Freepik)
20:30
19 Februari 2026

5 Keterampilan Hidup yang Hanya Dikuasai Generasi Milenial dan Gen Z Sering Meremehkannya

Setiap generasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, terutama dalam keterampilan hidup.

Jika Gen Z fokus membangun kehidupan yang bebas dan penuh dengan petualangan menarik, generasi milenial fokus membangun stabilitas hidup.

Memang tidak ada yang salah dan benar, tapi ada keterampilan yang  penting dikembangkan namun sering diremehkan oleh para Gen Z saat ini.

Keterampilan hidup ini sering dimiliki oleh para generasi milenial sebagai cara untuk bertahan dan mencapai kesuksesan hidup.

Generasi milenial secara alami belajar secara bertahap untuk mengembangkan beberapa keterampilan tertentu.

Namun, bukan berarti Gen Z kurang terampil atau pintar. tapi karena perkembangan teknologi banyak perubahan pola pikir yang membuat para Gen Z fokus pada keterampilan lain.

Dilansir dari Your Tango, inilah lima keterampilan hidup yang dikuasai oleh generasi milenial tapi sering diremehkan oleh para Gen Z.

  1. Menabung Sejak Dini

Generasi milenial yang fokus pada stabilitas hidup sering membiasakan diri untuk menabung atau menyisihkan pendapatan.

Sejak usia dini, mereka selalu memahami bahwa menabung meskipun sedikit demi sedikit tapi bisa membangun pondasi kestabilan finansial di masa depan.

Ini karena mereka paham akan pentingnya mempersiapkan dana darurat sampai tabungan pensiun untuk masa tua tercapai lebih awal.

Bagi generasi milenial, menabung sejak dini dapat memberikan peluang besar untuk mencapai kesejahteraan hidup  di masa depan tanpa rasa khawatir tentang keuangan.

Selain itu, mereka tahu bahwa bunga majemuk dan inflasi dapat menyusutkan nilai uang mereka, sehingga mereka selalu berfokus pada investasi jangka panjang.

Namun, Gen Z seringkali terbiasa membelanjakan uangnya ketika mereka mendapatkan penghasilan atau uang untuk memenuhi keinginannya.

Jadi, tips awal untuk seluruh generasi adalah menyisihkan pendapatan sejak dini, meskipun hanya lima hingga sepuluh persen untuk membangun pondasi finansial masa depan.

  1. Mempersiapkan Diri Menghadapi Hal Tak Terduga

Keterampilan hidup yang sering dikuasai oleh generasi milenial adalah mempersiapkan diri untuk masa depan yang tak terduga.

Jadi, mereka mulai belajar untuk mencari informasi terkait asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau bahkan proteksi terkait hal-hal yang tidak diinginkan.

Ini karena generasi milenial sadar bahwa sangat penting untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah atau beban hidup tak terduga.

Entah itu dipecat dari pekerjaan, kecelakaan kerja, sakit kritis, atau bahkan masalah kejiwaan yang tidak bisa diprediksi.

Oleh karena itu, sebagai pribadi yang berpikiran maju ke depan, setiap generasi perlu memahami pentingnya mempersiapkan diri terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

dengan memahami sistem asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau perlindungan diri dari beban finansial yang sering datang dari kegagalan rencana secara tiba-tiba.

  1. Kesehatan Merupakan Investasi

Gen Z mungkin menganggap bahwa selagi masih mudah manfaatkan segala tenaga dan energi untuk mencapai tujuan hidup.

Gen Z tidak sadar pentingnya kesehatan tubuh sehingga mereka menganggap kalau masa muda sudah pasti sehat dan harus dimanfaatkan.

Namun, generasi milenial memiliki keterampilan akan pemahaman bahwa kesehatan harus dijaga sebagai aset tak ternilai.

Mereka memahami bahwa gerakan fisik, olahraga rutin, dan menjaga pola makan adalah bentuk investasi diri untuk masa depan yang lebih sejahterah.

Meskipun hanya melakukan gerakan sedikit, generasi milenial selalu memprioritaskan kebugaran tubuh di tengah-tengah kesibukan sehari-hari.

Oleh karena itu, sebagai pribadi yang fokus untuk mencapai hidup yang sejahtera, kita perlu memiliki keterampilan menjaga kesehatan tubuh sebagai investasi jangka panjang.

  1. Lingkungan Sosial Positif Berpengaruh Besar

Generasi milenial cenderung lebih terlihat mudah beradaptasi di lingkungan sosial dan membangun percakapan yang bermakna.

Selain itu, generasi milenial memahami pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang mendukung pertumbuhan diri dan saling menghormati.

Ini karena mereka tahu bahwa hubungan bukan sekedar ikatan sementara, tapi membangun pola pikir, motivasi, dan kemudahan jalan hidup menuju kesejahteraan.

Lingkungan yang positif selalu berusaha memberikan dukungan dan bantuan untuk berkembang, baik secara emosional atau profesional.

Oleh karena itu, setiap orang selalu membutuhkan bantuan dari orang lain, dan lingkungan yang berkualitas dapat memberikan kehidupan yang penuh makna.

  1. Mengelola Emosi Bukan Mengendalikan

Generasi milenial cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, sehingga mereka lebih mudah memahami lingkungan dan orang lain.

Mereka tahu bahwa kecerdasan emosional bukan sesuatu yang muncul secara alami, tapi belajar mengelolanya melalui refleksi diri.

Selain itu, generasi milenial memahami bahwa pengelolaan emosi yang baik memberikan ketahanan mental melalui praktik perhatian penuh.

Dengan belajar mengelola emosi dan mengenali pikiran negatif, generasi milenial dapat membangun pola pikir yang lebih sehat dan lebih fokus pada tujuan hidup.

Jadi, setiap orang perlu memahami pentingnya kemampuan mengelola emosi dengan baik sebagai salah satu cara bertahan dan memahami makna kehidupan.

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #keterampilan #hidup #yang #hanya #dikuasai #generasi #milenial #sering #meremehkannya

KOMENTAR