Bertahan dengan Pasangan Pecandu Judol, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi Judol dan Pinjol(freepik.com)
20:35
19 Februari 2026

Bertahan dengan Pasangan Pecandu Judol, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

- Ketika suami atau istri ketahuan terjerat judi online (judol), tidak semua pasangan langsung memilih berpisah.

Ada yang memutuskan untuk mempertahankan rumah tangga, dengan harapan pasangan bisa berubah dan keluarga tetap utuh.

Namun, keputusan bertahan itu sering kali diikuti konsekuensi berat, terutama ketika salah satu pihak harus terus-menerus melunasi utang akibat judol.

Baca juga: Mengapa Banyak Pelaku Judol Pria Berkeluarga

Mempertahankan rumah tangga ketika pasangan terjerat judol bukan keputusan yang mudah, terlebih jika salah satu pihak harus terus-menerus melunasi utang yang ditimbulkan pasangannya.

Lalu, apa dampak jangka panjang bagi kesehatan mental pihak yang menanggung beban tersebut?

“Jika pasangan terus-menerus melunasi utang pasangannya tanpa ada resolusi atau penyelesaian masalah yang sehat, hal ini bisa berakibat secara psikologis,” kata Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., Psikolog, saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Ketika memilih untuk tetap bertahan

Keputusan bertahan seharusnya tidak dilakukan tanpa strategi dan batasan yang jelas, ujar psikolog klinis di RS Dr. Oen Solo Baru ini.

Jika memutuskan untuk mempertahankan pernikahan, Joko menekankan bahwa bertahan bukan berarti membiarkan situasi berjalan tanpa kontrol.

“Kalau pengin bertahan, maka pasangan tersebut perlu yang namanya transparansi total tentang keuangan,” tegas dia.

Transparansi menjadi fondasi utama. Selain itu, perlu ada pembatasan akses finansial untuk mencegah “kekambuhan”, mengingat judol termasuk perilaku adiktif.

“Pembatasan terhadap akses rekening, misalnya dikasih limit, ‘Kamu bisanya ngeluarin segini.’ Kalau enggak, dikasih akses itu, nanti bisa keluar banyak banget dan tidak terkontrol,” tutur Joko.

Selain pengaturan finansial, pemulihan psikologis juga wajib diperhatikan. Perlu ada konseling individu dan pasangan.

Baca juga: Pasangan Ketahuan Judi Online, Memaafkan atau Tinggalkan?

Konseling bertujuan untuk mengatasi kecanduan pada pihak pelaku, memulihkan luka emosional pada pasangan, serta membangun kembali komunikasi dan kepercayaan.

“Kalau tidak, nanti itu bisa mengakibatkan kesehatan mentalnya terkikis secara pelan-pelan,” kata Joko.

Dampak jangka panjang bagi kesehatan mental

Jika keputusan bertahan tidak dibarengi resolusi yang sehat, beban finansial yang terus dipikul dapat menimbulkan dampak psikologis serius.

1. Stres kronis hingga gangguan kecemasan

Menurut Joko, tekanan finansial yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi gangguan psikologis serius.

“Dampak jangka panjangnya itu banyak banget. Bisa muncul stres yang kronis, kemudian kecemasan atau anxiety disorder, bahkan bisa sampai depresi,” ucap dia.

Stres kronis terjadi ketika tubuh dan pikiran terus berada dalam mode siaga menghadapi ancaman finansial.

Tanpa resolusi, kondisi tersebut dapat mengganggu tidur, konsentrasi, relasi sosial, hingga kesehatan fisik.

2. Menumbuhkan dendam

Dalam beberapa kasus, rasa jengkel dan frustasi yang terus dipendam, juga dapat berubah menjadi emosi negatif yang lebih dalam.

“Di beberapa orang, bisa terjadi dendam yang terpendam karena jengkel dengan pasangannya ya,” ungkap dosen Fakultas Psikologi di Universitas Setia Budi Surakarta ini.

3. Kewalahan secara finansial dan emosional

Seseorang juga bisa merasakan burnout atau kewalahan secara finansial dan emosional, yang mana ini bisa mengikis empati dan kedekatan dengan pasangan.

4. Muncul trauma finansial

Dampak lain yang kerap luput disadari adalah munculnya trauma finansial, yang membuat pasangan sangat takut dengan apapun yang berkaitan dengan uang, sehingga sangat berhati-hati.

Baca juga: 4 Tanda Hubungan Harus Diakhiri Akibat Judi Online

Trauma ini membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap pengeluaran sekecil apa pun. Setiap transaksi bisa memicu kecemasan berlebihan.

“Setiap pengeluaran dia menjadi overthinking, ‘Jangan-jangan dipakai judol lagi,’ dan lain sebagainya ya. Bahkan (menyebabkan) ketidakpercayaan permanen terhadap pasangan,” terang Joko.

Ketidakpercayaan yang menetap tentunya menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hubungan. Tanpa kepercayaan, hubungan cenderung berjalan dalam mode curiga dan defensif.

Tag:  #bertahan #dengan #pasangan #pecandu #judol #dampaknya #bagi #kesehatan #mental

KOMENTAR