Robot Humanoid China Naik Level, Kini Bisa Menari, Kungfu, dan Salto dengan Luwes
Robot-robot Humanoid buatan Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab tampil di acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek. (YouTube/ The Star)
19:06
19 Februari 2026

Robot Humanoid China Naik Level, Kini Bisa Menari, Kungfu, dan Salto dengan Luwes

- Robot yang dibuat menyerupai manusia (humanoid) buatan China naik level. Jika sebelumnya robot-robot ini viral karena ikut marathon atau mampu berenang, kini kemampuannya jauh lebih impresif.

Robot humanoid buatan China sekarang bisa menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.

Aksi tersebut ditampilkan dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala, program televisi paling banyak ditonton di China saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Robot-robot humanoid tersebut dibuat oleh empat perusahaan robotik asal China, yaitu Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab.

Di atas panggung, lebih dari selusin robot bikinan Unitree memperagakan rangkaian gerakan kungfu berpasangan dengan manusia secara natural dan luwes.

Mereka melakukan adegan pertarungan, kuda-kuda, lengkap dengan ayunan tongkat dan nunchaku.

Baca juga: China Bikin Robot Berwajah Cantik, Sangat Mirip Manusia

Robot yang dibuat menyerupai manusia (humanoid) buatan China kembali mencuri perhatian. Kini mereka naik level dengan kemampuan yang jauh lebih impresif, yakni bisa menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.YouTube/ The Star Robot yang dibuat menyerupai manusia (humanoid) buatan China kembali mencuri perhatian. Kini mereka naik level dengan kemampuan yang jauh lebih impresif, yakni bisa menari pedang, melakukan gerakan kungfu, hingga salto dengan luwes.

Yang paling mencuri perhatian, beberapa robot mampu melakukan salto berulang kali dengan stabil. Mereka juga dapat bangkit kembali dengan cepat setelah terjatuh, menunjukkan peningkatan signifikan dalam sistem keseimbangan.

Tak hanya itu, dari video yang ditayangkan oleh outlet media Al Jazeera dan NBC News, robot-robot humanoid ini juga mampu menggenggam pedang dengan kuat tanpa terjatuh.

Mereka mengayunkan pedang dalam gerakan yang menyerupai tari pedang tradisional.

Gerakan tangannya terlihat semakin menyerupai tangan manusia karena sudah bisa bergerak ke berbagai arah dengan alami dan luwes.

Padahal selama ini, robot humanoid kerap dicap kaku dan kurang fleksibel dalam gerakan dinamis.

Sementara itu, empat robot humanoid dari Noetix tampil berdampingan dengan aktor manusia dalam segmen komedi. Kemudian, robot MagicLab membawakan tarian sinkron bersama penampil manusia saat lagu “We Are Made in China” dimainkan.

Di atas panggung, lebih dari selusin robot Humanoid bikinan Unitree memperagakan rangkaian gerakan kungfu berpasangan dengan manusia secara natural dan luwes. 
YouTube/ The Star Di atas panggung, lebih dari selusin robot Humanoid bikinan Unitree memperagakan rangkaian gerakan kungfu berpasangan dengan manusia secara natural dan luwes.

Di balik aksi spektakuler seperti kungfu dan salto, pengembangan robot humanoid ini sejatinya diarahkan untuk kebutuhan industri dan manufaktur.

Kemampuan kontrol gerak luwes, koordinasi banyak robot sekaligus, hingga kontrol pada objek kecil menjadi fondasi penting untuk aplikasi nyata di pabrik dan pusat logistik.

Baca juga: Robot Humanoid Ini Bisa Menyusut, Berenang, dan Jalan di Atas Air

Sejauh ini, penerapan di dunia nyata masih terbatas pada proyek percontohan yang umumnya didukung kontrak atau kerja sama khusus.

Galbot, misalnya, memiliki kontrak untuk mengoperasikan robot humanoidnya di pabrik milik raksasa baterai CATL, yang juga menjadi salah satu investornya.

Sementara itu, UBTech tahun lalu memenangkan kontrak pemerintah untuk mengerahkan robot humanoid dalam peran logistik dan pendukung di perbatasan Vietnam.

Menurut analis teknologi berbasis di Beijing, robot humanoid kini menjadi simbol kekuatan baru China dalam memadukan kecerdasan buatan, rantai pasok perangkat keras, serta ambisi besar di sektor manufaktur.

Data firma riset Omdia mencatat China menyumbang sekitar 90 persen dari total 13.000 robot humanoid yang dikirim secara global tahun lalu.

Angka ini jauh melampaui pesaing dari Amerika Serikat, termasuk Optimus milik Tesla, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters dan NBC News.

Cuplikan penampilan robot Humanoid di acara tahunan CCTV Spring Festival Gala bisa dilihat lewat video di bawah ini.

Tag:  #robot #humanoid #china #naik #level #kini #bisa #menari #kungfu #salto #dengan #luwes

KOMENTAR