Vatikan Pakai AI Terjemahkan Misa ke 60 Bahasa, Cukup Pindai QR Code
Robert Francis Prevost, yang kini dikenal sebagai Paus Leo XIV, menyapa umat saat diperkenalkan sebagai paus baru terpilih di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (8/5/2025).(HANDOUT)
20:48
19 Februari 2026

Vatikan Pakai AI Terjemahkan Misa ke 60 Bahasa, Cukup Pindai QR Code

- Vatikan akan menyediakan layanan terjemahan langsung berbasis akal imitasi (AI) ke dalam 60 bahasa bagi jemaat yang mengikuti Misa di Basilika Santo Petrus. 

Langkah ini menjadi bentuk adaptasi Gereja Katolik terhadap teknologi, sekaligus bentuk kewaspadaan terhadap dampaknya.

Layanan ini memungkinkan umat katolik untuk mengikuti ibadah melalui ponsel pintar masing-masing, sebagaimana dilansir Euronews, Selasa (17/2/2026).

Rencananya, fasilitas tersebut akan diluncurkan pekan depan bertepatan dengan perayaan utama peringatan 400 tahun dedikasi Basilika Santo Petrus yang berlangsung sepanjang 1626 hingga 2026.

Baca juga: Diundang Trump, Vatikan Ogah Gabung Dewan Perdamaian

Cara kerja

Untuk mengakses layanan ini, pengunjung cukup memindai kode QR yang tersedia di pintu masuk Vatikan

Setelah itu, jemaat akan mendapatkan terjemahan audio dan teks secara real-time melalui browser tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Sistem terjemahan ini menggunakan teknologi AI bernama "Lara" yang dikembangkan oleh perusahaan Translated. 

Pengembangan ini bekerja sama dengan Carnegie-AI LLC dan Profesor Alexander Waibel, seorang pionir dalam teknologi penerjemahan suara berbasis AI.

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi kesalahan atau "halusinasi" pada AI, CEO sekaligus pendiri Translated menyatakan bahwa meskipun setiap terjemahan berisiko memiliki kesalahan, Lara telah membawa kemajuan signifikan untuk meminimalisasinya.

Baca juga: Vatikan Tegas Tolak Gabung Board of Peace, Sebut Ada Poin Membingungkan

"Lara dirancang untuk akurasi ketimbang sekadar menyenangkan pengguna. Hal ini secara signifikan membatasi terjadinya halusinasi. Lara juga menggunakan lebih banyak konteks dibandingkan teknologi sebelumnya, sehingga mampu memperjelas makna dengan jauh lebih efektif," ungkapnya.

Kardinal Mauro Gambetti, Imam Agung Basilika Santo Petrus sekaligus Vikaris Jenderal Kota Vatikan, menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan keterbukaan Basilika terhadap dunia.

"Basilika Santo Petrus selama berabad-abad telah menyambut umat dari berbagai bangsa dan bahasa," ujar Kardinal Gambetti dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan, penyediaan alat bantu ini bertujuan membantu banyak orang memahami kata-kata dalam liturgi.

Baca juga: Perangko Baru Vatikan–Indonesia Diluncurkan untuk Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik

"Kami ingin melayani misi yang mendefinisikan pusat Gereja Katolik, yang bersifat universal sesuai dengan panggilannya," imbuhnya.

Sementara itu, Waibel yang bertindak sebagai penasihat ilmiah proyek ini, menyebutkan bahwa teknologi ini adalah demonstrasi nyata potensi AI dalam memupuk pemahaman antarmanusia.

"Hari ini, kita melihat kemungkinan untuk meruntuhkan hambatan bahasa secara real-time, yang diwujudkan dalam salah satu latar yang paling bermakna," kata Waibel.

Meski Vatikan mulai merangkul AI, kewaspadaan tetap menjadi catatan penting. 

Sebelumnya, Paus Leo XIV pada Mei lalu sempat mengingatkan bahwa keberadaan AI menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga martabat manusia, keadilan, dan tenaga kerja.

Baca juga: Kebaya Menari di KBRI Vatikan: Simbol Semangat, Keragaman, dan Persaudaraan Indonesia

Tag:  #vatikan #pakai #terjemahkan #misa #bahasa #cukup #pindai #code

KOMENTAR