Misteri Taam Ja', Lubang Tak Berujung di Dalam Laut
Taam ja', blue hole atau lubang biru raksasa yang masih belum diketahui kedalamannya.(FRONTIERS IN MARINE SCIENCE)
19:06
20 Februari 2026

Misteri Taam Ja', Lubang Tak Berujung di Dalam Laut

- Permukaan Teluk Chetumal di Meksiko tampak tenang dan landai. Namun, di balik ketenangan airnya, tersimpan sebuah misteri besar yang mengejutkan para ilmuwan: sebuah blue hole atau lubang biru raksasa bernama Taam ja’.

Awalnya, para peneliti mengira pemetaan lubang bawah laut ini akan berjalan sederhana.

Namun, pengukuran terbaru justru menunjukkan bahwa Taam ja’ jauh lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya, bahkan dasarnya belum berhasil disentuh.

Baca juga: Misteri Baru Kematian Jeffrey Epstein, Muncul Dokumen Bertanggal Sehari Sebelum Kejadian

Pada penelitian awal, pemetaan menggunakan sonar memperkirakan kedalaman Taam ja’ berada di angka 274 meter. 

Sebagai informasi, sonar bekerja dengan mengirimkan gelombang suara ke dasar dan menghitung waktu pantulnya.

Namun, metode ini ternyata tidak akurat untuk memetakan blue hole, sebagaimana dilansir Earth.

Para peneliti menemukan bahwa kondisi air di dalam lubang ini sangat fluktuatif. 

Perubahan suhu dan salinitas (kadar garam) yang ekstrem dapat membiaskan gelombang suara.

Selain itu, bentuk lubang biru yang tidak lurus sempurna. Lubang biru memiliki tonjolan, dinding miring, atau lorong samping heingga membuat sinyal sonar sering memantul lebih awal sebelum mencapai dasar yang sebenarnya.

Baca juga: Sungai di AS Mengalir Naik Membelah Gunung, 150 Tahun Jadi Misteri

Metode CTD Ungkap Kedalaman Baru

Untuk mengatasi kendala sonar, tim peneliti beralih menggunakan alat profil conductivity, temperature, and depth (CTD). 

Alat ini mengukur konduktivitas untuk memperkirakan salinitas, suhu secara langsung, dan kedalaman berdasarkan tekanan air.

Berdasarkan laporan penelitian, tim melakukan dua kali percobaan pada Desember 2023. 

Meskipun telah menurunkan kabel sepanjang 500 meter, alat tersebut tidak jatuh lurus ke bawah karena terdorong arus atau struktur lubang yang miring.

Meski demikian, hasil yang didapat tetap mencengangkan. Pada percobaan pertama, CTD mencatat kedalaman 416 meter di bawah permukaan laut. 

Pada percobaan kedua, alat mencapai 423,6 meter dan tetap belum menyentuh dasar lubang.

"Taam ja' dipastikan lebih dalam dari 423,6 meter, dan titik terdalamnya hingga kini masih belum terkonfirmasi," tulis laporan tersebut.

Baca juga: Misteri Kematian Saif Anak Muammar Khadafi: 4 Pelaku Bertopeng, CCTV Mati

Dunia berlapis di bawah laut

Selain masalah kedalaman, alat CTD mengungkap bahwa air di dalam Taam ja’ memiliki lapisan-lapisan yang sangat kontras. 

Di bagian atas, kondisi air menyerupai muara yang hangat dengan kadar garam rendah.

Namun, saat alat turun melewati kedalaman 400 meter, tren suhu justru merayap naik dan salinitas meningkat tajam. 

Karakteristik air di lapisan terdalam ini sangat mirip dengan air laut Karibia.

Temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa Taam ja’ tidak terisolasi, melainkan memiliki terowongan atau jaringan gua bawah tanah yang menghubungkannya langsung dengan laut lepas. 

Baca juga: Misteri 150 Tahun Terungkap, Ilmuwan Temukan Penyebab Sungai Mengalir Naik di AS

Secara geologis, wilayah Yucatan memang didominasi batuan kapur atau limestone yang mudah larut dan membentuk jaringan gua bawah tanah yang rumit.

Para peneliti kini menargetkan pembuatan model 3D untuk memetakan interior Taam ja’ secara utuh. 

Pertanyaan besar mengenai stabilitas lapisan air, kandungan oksigen, hingga komunitas mikroba yang mampu bertahan hidup di sana menjadi fokus penelitian berikutnya.

Untuk saat ini, Taam ja’ tetap menjadi misteri yang mendalam secara harfiah. 

Fakta bahwa dasarnya belum ditemukan memaksa para ilmuwan untuk merancang ulang peralatan dan metode penyelaman di masa depan.

Studi lengkap mengenai penemuan ini telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Marine Science.

Baca juga: Misteri Memar di Tangan Kiri, Trump: Ini Karena Pengencer Darah

Tag:  #misteri #taam #lubang #berujung #dalam #laut

KOMENTAR