Kim Jong Un Gelar Rapat Tak Biasa, Pertama dalam 5 Tahun
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un (tengah) saat menyaksikan latihan operasi khusus angkatan bersenjata di lokasi yang tak disebutkan di Korea Utara, 11 September 2024.(KCNA/KNS via AFP)
17:36
20 Februari 2026

Kim Jong Un Gelar Rapat Tak Biasa, Pertama dalam 5 Tahun

- Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un pada Jumat (20/2/2026) menggelar rapat tak biasa yang diadakan lima tahun sekali.

Dalam pidato pembuka, Kim menyoroti tekanan ekonomi yang masih membayangi negara bersenjata nuklir tersebut, di tengah impitan sanksi Barat.

Rapat ini adalah Kongres Partai Buruh, forum tertinggi yang menentukan arah kebijakan nasional, mulai dari pembangunan perumahan hingga strategi pertahanan.

Baca juga: 600 Prajuritnya Gugur di Ukraina, Kim Jong Un Siapkan Penghormatan Luar Biasa

Pertemuan yang berlangsung beberapa hari ini juga menjadi salah satu momen langka untuk melihat dinamika internal Korut, yang selama ini tertutup rapat.

“Hari ini, partai kita dihadapkan pada tugas-tugas bersejarah yang berat dan mendesak untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan standar hidup rakyat, serta mentransformasi semua bidang kehidupan negara dan sosial secepat mungkin,” kata Kim dalam pidato pembukaannya, dikutip dari kantor berita AFP.

“Ini mengharuskan kita untuk melakukan perjuangan lebih aktif dan gigih tanpa membiarkan satu momen pun terhenti atau stagnan,” lanjut dia.

Ekonomi yang tertekan

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat menyaksikan peluncuran artileri roket 600mm super-besar di lokasi yang tak disebutkan di Korea Utara, 31 Mei 2024.KCNA/KNS via AFP Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat menyaksikan peluncuran artileri roket 600mm super-besar di lokasi yang tak disebutkan di Korea Utara, 31 Mei 2024.Selama beberapa puluh tahun, Korea Utara memprioritaskan pengembangan senjata nuklir dan kekuatan militer, meskipun negara itu berulang kali dilanda kekurangan pangan hingga kelaparan.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada 2011, Kim menekankan pentingnya memperkuat ekonomi negara miskin tersebut.

Pada kongres partai 2021, Kim secara tidak biasa mengakui adanya kesalahan di hampir semua bidang pembangunan ekonomi.

Sejumlah analis menilai, pengakuan itu bertujuan meredam ketidakpuasan publik akibat kekurangan pangan, tingginya pengeluaran militer, serta dukungan berkelanjutan Pyongyang terhadap upaya perang Rusia di Ukraina.

Dalam pidato terbarunya, Kim menyatakan bahwa Korea Utara telah melewati kesulitan terburuknya dalam lima tahun terakhir, dan kini memasuki tahap baru yang disebutnya sebagai era “optimisme dan kepercayaan diri di masa depan”.

Ekonomi Korea Utara selama bertahun-tahun tertekan sanksi Barat yang ditujukan untuk menghentikan pendanaan program senjata nuklirnya.

Meski demikian, Pyongyang tetap menolak melepaskan persenjataan atomnya.

Kim bahkan menyatakan, kongres tahun ini akan memaparkan fase berikutnya dari program senjata nuklir Korea Utara.

Baca juga: Kim Jong Un Disebut Takut Bernasib seperti Maduro, Khawatir Digulingkan AS

Kongres ke-9 dalam dinasti Kim

Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah depan), berdiri bersama anggota Politbiro dan pejabat senior lainnya di aula masuk Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang, Korea Utara, Kamis, 8 Juli 2021.KCNA via KNS/AP Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah depan), berdiri bersama anggota Politbiro dan pejabat senior lainnya di aula masuk Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang, Korea Utara, Kamis, 8 Juli 2021.Ribuan elite partai memadati Gedung Kebudayaan di Pyongyang pada hari pembukaan kongres.

Kongres kali ini menjadi yang kesembilan di bawah pemerintahan dinasti Kim.

Pertemuan tersebut sempat dihentikan pada era Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, sebelum kembali digelar pada 2016.

Rekaman media pemerintah memperlihatkan Kim turun dari limusin hitam dan memasuki ruang sidang diapit para pejabat tinggi.

Para delegasi menyambutnya dengan tepuk tangan meriah saat ia mengambil tempat di tengah mimbar besar yang mendominasi ruangan.

Analis menilai, posisi duduk para pejabat akan menjadi sorotan untuk membaca peta kekuasaan di lingkaran dalam kepemimpinan Kim.

Perhatian juga tertuju pada kemungkinan kehadiran putri remaja sang pemimpin, Kim Ju Ae, yang oleh badan intelijen nasional Korea Selatan disebut-sebut sebagai calon pewaris.

Kongres tersebut turut diwarnai pesan persahabatan dari Partai Komunis China dan partai penguasa Rusia, dua sekutu lama Pyongyang.

Baca juga: Jaga-jaga Kim Jong Un Diculik AS, Korea Utara Langsung Susun Strategi

Tag:  #jong #gelar #rapat #biasa #pertama #dalam #tahun

KOMENTAR