Zelensky Sakit Hati Lihat Trump Terlalu Baik pada Putin, Ingatkan Perang Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa ia menaruh kepercayaan pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Namun, pada saat yang sama, ia mengaku tidak memahami hubungan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Zelensky bahkan menyebut pendekatan Trump terhadap Putin terkadang terasa “menyakitkan”.
Meski begitu, ia tetap yakin Trump memiliki niat dan kemampuan untuk mengakhiri konflik tersebut.
Baca juga: Zelensky Merasa Ditekan Trump untuk Damai dengan Rusia, Bahas Konsesi Terus
Percaya niat Trump akhiri perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dalam konferensi pers tentang negosiasi damai perang Rusia-Ukraina di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Kota Anchorage, Negara Bagian Alaska, AS, 15 Agustus 2025.
Dalam wawancara yang ditayangkan di kanal YouTube program Piers Morgan Uncensored pada Rabu (18/2/2026), Zelensky menegaskan kepercayaannya kepada Trump.
“Saya percaya kepadanya (Trump). Dia benar-benar ingin mengakhiri perang ini, dan saya percaya bahwa dia benar-benar bisa mengakhiri perang ini,” ujar Zelensky.
Meski demikian, ia mengaku tidak dapat menilai secara pasti hubungan pribadi Trump dengan Putin.
“Tapi saya tidak tahu, untuk berbicara tentang hubungannya dengan Putin,” tambahnya.
Zelensky mengatakan, ia tidak bisa “benar-benar menilai atau memahami” relasi tersebut dan menekankan bahwa hal itu bukan soal percaya atau tidak percaya.
“Mereka memiliki semacam relasi, saya yakin, dan itulah mengapa bagi saya, terkadang sangat, sangat menyakitkan bahwa sikapnya terhadap Putin kadang-kadang, bisa dibilang, lebih baik daripada yang layak diterima Putin,” kata Zelensky.
Upaya gencatan senjata
Sejak memulai masa jabatan keduanya, Trump terlibat komunikasi langsung dengan Putin dalam upaya mengakhiri konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.
Keduanya beberapa kali melakukan panggilan telepon dan sempat bertemu di Alaska pada Oktober lalu, meski pembicaraan itu tidak menghasilkan kesepakatan damai.
Keterlibatan tersebut sempat menghasilkan gencatan senjata selama satu pekan awal tahun ini.
Namun, menurut laporan, Putin diduga melanggar kesepakatan itu hanya beberapa hari setelah diberlakukan, termasuk melalui serangan terhadap pembangkit energi Ukraina di tengah cuaca musim dingin yang sangat dingin.
Trump, bagaimanapun, menyatakan bahwa Putin “menepati janjinya” dan tidak melanggar ketentuan perjanjian tersebut.
Baca juga: Curhat Zelensky, AS Terlalu Sering Menekan Ukraina daripada Rusia
Rakyat Ukraina ingin perang berakhir
Menjelang peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina, Zelensky menggambarkan suasana hati rakyatnya.
“Orang-orang lelah, ya, orang-orang ingin mengakhiri tragedi ini… mengakhiri perang ini, secepat mungkin tentu saja, tetapi dengan cara yang benar tanpa kehilangan martabat dengan cara apa pun,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa putaran perundingan trilateral berikutnya akan kembali digelar di Swiss, lokasi yang sama dengan perundingan sebelumnya dan dianggap penting baginya.
“Jika perang ini terjadi di Eropa, orang-orang Eropa harus merasakan bahwa ini adalah agresi terhadap kami dan terhadap Eropa. Itulah sebabnya negosiasi damai harus dilakukan di Eropa,” kata Zelensky.
Perbedaan pandangan soal wilayah Donbas
Zelensky mengungkapkan bahwa para pihak kini semakin “dekat” dalam merumuskan mekanisme pemantauan potensi gencatan senjata.
Namun, masih ada perbedaan pandangan soal pembagian wilayah di bagian timur Ukraina.
“Kami bahkan tidak memiliki pandangan yang sama secara trilateral – kami memiliki tiga pandangan berbeda – tentang masalah wilayah,” katanya.
Ia menegaskan Ukraina tidak bisa begitu saja menarik pasukan dari wilayah Donbas.
“Kami tidak bisa begitu saja mundur. Itu tidak adil,” ujarnya, seraya menyebut kehadiran pasukan di wilayah tersebut sebagai bagian dari jaminan keamanan terhadap kemungkinan invasi Rusia di masa depan.
Menurutnya, Rusia mendesak Ukraina untuk meninggalkan kota-kota di Donbas yang sudah diperkuat pertahanannya.
“Garis Merah” Putin
Zelensky juga menyinggung “garis merah” Putin, yang merujuk pada penolakan terhadap keanggotaan Ukraina di NATO atau kehadiran pasukan NATO di wilayah Ukraina. Ia menilai hal itu berkaitan dengan ambisi Rusia untuk menaklukkan negaranya.
“Mereka berpikir bahwa mereka akan datang lagi,” ujarnya merujuk pada Kremlin.
Meski Ukraina mengalami “musim dingin yang sulit dan mengerikan” akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur energi—yang membuat warga sipil kehilangan listrik dalam suhu beku—Zelensky menegaskan bahwa pasukan Rusia tidak meraih kemajuan signifikan di garis depan.
“Tidak ada langkah yang berhasil di medan perang,” katanya mengenai kampanye militer Rusia selama musim dingin, seraya mengeklaim Rusia kehilangan hingga 35.000 tentara per bulan akibat tewas atau terluka.
Saat ditanya apakah ia akan mengizinkan pasukannya membunuh Putin jika ada kesempatan, Zelensky terdiam beberapa detik dan memberi isyarat bahwa kemungkinan besar ia tidak akan melakukannya, meski tidak secara tegas menutup kemungkinan tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa jika orang lain menggantikan Putin sebagai presiden Rusia, sosok itu akan “sama saja seperti Putin.”
Baca juga: Nama Zelensky Muncul dalam Dokumen Kasus Kejahatan Seksual Epstein
Tag: #zelensky #sakit #hati #lihat #trump #terlalu #baik #pada #putin #ingatkan #perang #rusia #ukraina