FedEx: Kebijakan Tarif AS Bikin Perusahaan Asing Pindah ke Indonesia
Ilustrasi logo FedEx di pesawat logistik(Wikipedia)
18:16
20 Februari 2026

FedEx: Kebijakan Tarif AS Bikin Perusahaan Asing Pindah ke Indonesia

– Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara dinilai membawa dampak tidak langsung bagi Indonesia.

Managing Director FedEx Indonesia Garrick Thompson menyebut, kebijakan tersebut justru mendorong sejumlah perusahaan asing memindahkan atau memperluas operasinya ke Indonesia.

“Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah AS untuk mendapatkan setidaknya nilai tarif yang baik bagi Indonesia,” kata Garrick secara virtual, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Tekstil hingga Sawit, Produk RI Dapat Tarif 0 Persen dari AS

“Dengan itu, salah satu tren yang kami lihat adalah lebih banyak perusahaan berubah ke Indonesia dan meningkatkan output dari Indonesia. Hal tersebut menyebabkan lebih banyak ekspor,” lanjutnya.

Menurut dia, tren relokasi ini terlihat terutama dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya berbasis di China. “Kami juga melihat beberapa pelanggan, terutama yang sebelumnya memiliki usaha di China, berubah dan membangun perusahaan di Indonesia. Mereka mengambil kesempatan untuk membangun posisi yang baik di tengah negosiasi tersebut,” katanya.

Ia menilai fenomena ini merupakan tren makro yang memengaruhi lanskap industri logistik dalam jangka menengah dan panjang. “Hal tersebut merupakan tren makro yang kami lihat yang membantu memindahkan keadaan di industri kita. Ini menjadi salah satu alasan utama meningkatnya kepentingan perusahaan di Indonesia dalam jangka panjang dan menengah,” jelasnya.

Dampak terhadap pengiriman ke AS

Terkait dampak langsung terhadap pengiriman FedEx dari dan ke AS, Garrick menilai kebijakan tarif tidak sepenuhnya berdampak negatif. “Kami melihat tarif ini juga memberikan kesempatan bagi bisnis untuk mengembangkan operasi mereka dan mengoptimalkan apa yang sudah mereka miliki saat ini. Saya pikir ada peluang yang bagus untuk industri,” ujarnya.

Ia mencontohkan sektor pakaian dan tekstil sebagai salah satu yang terdorong oleh perubahan dinamika tarif. “Di segmen pakaian dan tekstil, kami melihat banyak kebutuhan. Ini keputusan yang cerdas jika pelaku usaha bisa memahami posisi mereka untuk mengoptimalkan hasil di tengah situasi tarif,” kata Garrick.

Menurutnya, penting bagi pelaku usaha untuk memahami peluang setelah kebijakan tarif baru disepakati.

Dia bilang, peluang yang tepat bagi Indonesia adalah memahami posisi setelah perjanjian tarif ini selesai. “Lalu mengatur operasi bisnis untuk mengambil keuntungan dari peluang tersebut. Itu akan mendorong pertumbuhan ekspor,” jelasnya.

Selain AS, pasar Eropa juga dinilai semakin menarik, terutama dengan perkembangan pembahasan IEU-CEPA.

Dia bilang, AS memang pasar terbesar di Asia Tenggara, tetapi Eropa juga memiliki peluang yang sangat baik. “Kami melihat beberapa pelanggan mulai mengalihkan fokus atau memperluas pasar ke Eropa, dan itu membantu mengembangkan bisnis mereka,” katanya.

Dengan meningkatnya ekspor ke Eropa, Garrick menilai pertumbuhan bisnis logistik pun ikut terdorong. “Ada perjanjian dagang yang akhirnya disetujui dengan Eropa dan peningkatan ekspor ke sana. Itu tentu berarti ada pertumbuhan dari sisi bisnis logistik,” ujarnya.

Baca juga: Kesepakatan Dagang dengan AS, Bos Danantara Sebut RI Akan Beli 50 Pesawat Boeing hingga Impor Energi

Strategi FedEx tangkap peluang

Dalam menangkap peluang tersebut, FedEx memposisikan diri sebagai mitra pertumbuhan bagi pelanggan. “Kami hadir untuk mendukung pelanggan, dan setiap kali saya berbicara dengan mereka, fokusnya adalah bagaimana kita bisa tumbuh bersama,” kata Garrick.

Ia menjelaskan, FedEx aktif membantu pelaku usaha memahami tantangan logistik dan menyediakan solusi agar mereka bisa fokus pada bisnis inti.

Hal ini terutama menyasar pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. “Kami ingin membantu UKM memahami bahwa jika mereka sudah terbiasa berjualan melalui e-commerce domestik, maka pengiriman ke luar negeri sebenarnya tidak jauh berbeda, tentu dengan penyesuaian regulasi,” ujarnya.

FedEx juga menggabungkan kekuatan jaringan global dengan pendekatan lokal.

Yaitu, dengan memanfaatkan kapabilitas global FedEx, jaringan internasional dan teknologi pelacakan, lalu memadukannya dengan sentuhan lokal dari tim kami di Indonesia. “Kombinasi global dan lokal inilah yang membantu pelanggan membuka peluang bisnis mereka,” jelas Garrick.

Ia menegaskan, pertumbuhan perusahaan akan mengikuti pertumbuhan pelanggan. “Filosofi saya sederhana, jika kami membantu pelanggan menyelesaikan masalah dan bertumbuh, maka FedEx secara alami juga akan berkembang,” kata dia.

Baca juga: Akhirnya Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang Tarif Resiprokal 19 Persen

Tag:  #fedex #kebijakan #tarif #bikin #perusahaan #asing #pindah #indonesia

KOMENTAR