Tinjau PT Semen Padang, COO Danantara Dony Oskaria Sentil Cara Kerja Direksi BUMN
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria berbicara saat Pers Danantara Indonesia Dan Garuda, di Garuda Sentra Operasi, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
17:36
20 Februari 2026

Tinjau PT Semen Padang, COO Danantara Dony Oskaria Sentil Cara Kerja Direksi BUMN

- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyoroti kinerja BUMN. Sorotan itu disampaikan COO Danantara Dony Oskaria saat  meninjau kondisi PT Semen Padang pada Jumat (20/2).

Menurut Dony Oskaria, jika perusahaan tidak dijalankan dengan hati, direksi hanya duduk di kantor, tidak punya visi, jikapun punya visi, tetapi tidak dikawal, perlahan perusahaan itu akan hancur.

"Direksi harus punya visi yang jelas dan percaya pada visi yang ia buat sendiri. Dia mesti mengawal dan mengontrolnya. Pemimpin harus mampu mengkomunikasikan ke jajarannya. Jangan jadi bos,” kata Dony Oskaria di hadapan direksi, komisaris, dan pejabat PT Semen Padang di Wisma Indaruang, Jumat (20/2).

Dony melihat ada yang salah di perusahaan semen tertua di Indonesia itu. Buktinya ketika masuk saat shalat jumat dan berkunjung ke Wisma Indarung, Dony melihat banyak rumah dinas yang tak diurus, sekolah juga kurang rapi. GOR pun demikian. "Secara fisik saja saya melihat Semen Padang, ada sesuatu yang salah,” kata Dony.

Perubahan dari sisi luar itu penting, agar Semen Padang tetap menjadi kebangaan. Apalagi satu-satunya di Sumbar. Apa pun urusannya di Sumbar, ujung-ujungnya tetap ke Semen Padang.

Dony menyoroti kinerja Semen Indonesia di pasar semen. Mengklaim sebagai pemimpin pasar, tapi laba tipis. Kondisi itu disebabkan banyak anak perusahaan. Anak perusahaan itu kondisinya merugi. Lantas menggerus laba induk. Belum lagi laba sudah diambil pula sebagian oleh lembaga baru, Mega Distributor. “Mega distibutor itu tidak perlu,” kata dia.

“Menurunkan harga agar produksi dan laba meningkat, jangan mimpi. Fokus perbaikan internal secepatnya,” kaya dia.

Dian juga ingin di opco-opco Semen Indonesia mesti ada direktur bisnis, walaupun orangnya dari holding. Problem Semen Padang selama ini untuk penjualan produk dikendalikan holding.

Transformasi BUMN

Dony membeberkan kondisi pengelolaan BUMN yang situasinya sangat berat. Antara satu BUMN dengan BUMN lain tidak terhubung. Ketika ada BUMN yang "sakit", maka BUMN lainnya tidak ada yang membantu.

"Krakatau Steel misalnya. Hancur karena perusahaan dijalankan tidak dengan hati. Puluhan BUMN yang dulu dikenal, hari ini tutup. Pemimpin yang tidak punya visi membiarkan perusahaannya ambruk,” sebut Kepala BP BUMN itu.

Dia menguraikan soal Danantara. Dia menjelaskan bahwa konsep Danantara ini adalah ide yang sudah dipikirkan berpuluh-puluh tahun tanpa eksekusi. Danantara itu konsepnya superholding. Di dalamnya DAM mengelola aset dan DIM mengurus investasi. Begitu semua BUMN disatukan di bawah Danantara, ditemukan banyak BUMN yang punya kesamaan core bisnis tapi kecil-kecil dan rugi.

Padahal, seluruh BUMN memiliki laba yang sangat besar. BUMN secara normalisasi sejatinya menyentuh angka Rp 332 triliun pada 2025. Namun, usai melakukan penyesuaian penurunan nilai aset atau impairment sekitar Rp 55 triliun, laba bersih BUMN turun ke kisaran Rp 280 triliun hingga Rp 285 triliun.

Dony menyebut sejumlah corporate action yang sudah dilakukan Danantara. Contohnya untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel. Contoh lain, hilirisasi di 13 lokasi resmi groundbreaking Danantara Indonesia secara serentak meresmikan proyek hilirisasi di 13 lokasi dengan total investasi mencapai USD 7 miliar.

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #tinjau #semen #padang #danantara #dony #oskaria #sentil #cara #kerja #direksi #bumn

KOMENTAR