Putin Sebut Perang Ukraina Akan Berakhir, tapi Belum Ada Rencana Konkret
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, saat menghadiri konferensi pers akhir tahun Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, 19 Desember 2024.(AFP/POOL/GAVRIIL GRIGOROV)
21:36
12 Mei 2026

Putin Sebut Perang Ukraina Akan Berakhir, tapi Belum Ada Rencana Konkret

- Kremlin pada Selasa (12/5/2026) menyatakan, belum ada rencana konkret untuk mengakhiri perang Ukraina.

"Presiden mengatakan bahwa Rusia tetap terbuka untuk kontak dan bahwa pekerjaan telah dilakukan dalam format trilateral," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari AFP, Selasa.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam proses perdamaian memungkinkan kita untuk mengatakan bahwa akhir sudah semakin dekat. Tetapi dalam konteks ini, saat ini belum memungkinkan untuk membicarakan hal-hal spesifik," sambungnya.

Menurutnya, Putin hanya akan setuju untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di luar Rusia jika pertemuan itu disertai dengan penandatanganan perjanjian perdamaian final.

Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan bahwa konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II itu mungkin akan segera berakhir.

Baca juga: Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Segera Berakhir

Gencatan senjata AS berakhir

Moskwa dan Kyiv kembali melancarkan serangan semalam setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump.

Negosiasi untuk mengakhiri perang sejauh ini belum membuahkan hasil, sebagian besar terpinggirkan oleh konflik Iran.

Namun, pengumuman gencatan senjata oleh Trump telah membangkitkan harapan bahwa pembicaraan yang dipimpin AS dapat dilanjutkan.

Perang Rusia melawan Ukraina telah menyebabkan kematian ratusan ribu orang dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.

Rusia telah berulang kali mendesak Ukraina untuk menarik diri dari kawasan Donbas timur yang masih dikuasainya sebagai prasyarat dari setiap kesepakatan perdamaian.

Kyiv telah menolak permintaan tersebut.

Baca juga: Putin Tawarkan Bantuan, Sebut Rusia Siap Angkut Uranium Iran

Saling serang usai gencatan senjata

Kobaran api muncul di sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina, Kyiv, akibat serangan rudal dan drone Rusia sejak Kamis (3/7/2025) malam.RT Kobaran api muncul di sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina, Kyiv, akibat serangan rudal dan drone Rusia sejak Kamis (3/7/2025) malam.

Ukraina mengatakan, Rusia mengakhiri gencatan senjata tiga hari itu dengan meluncurkan lebih dari 200 drone serang yang merusak fasilitas energi dan gedung apartemen, menewaskan sedikitnya satu orang. 

"Gencatan senjata kemanusiaan telah berakhir. Operasi militer khusus terus berlanjut," jelas Peskov. 

Sementara, militer Moskwa mengumumkan bahwa Kyiv juga telah memulai kembali serangan balasan terhadap Rusia.

Mereka mengeklaim, unit pertahanan udaranya telah menembak jatuh 27 drone Ukraina setelah gencatan senjata berakhir. 

Baca juga: Trump Sebut Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata 3 Hari, Ada Pertukaran 1.000 Tahanan

Trump telah mengumumkan gencatan senjata tersebut pada Jumat (8/5/2026), beberapa jam sebelum Putin memimpin parade militer di Lapangan Merah. 

Para jurnalis AFP di Kyiv mendengar suara sirene dan ledakan menggema di atas ibu kota Ukraina selama serangan itu.

Para pejabat setempat di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, memerintahkan evakuasi sebagian keluarga dengan anak-anak dari beberapa bagian kota Nikopol yang berada di garis depan.

Sementara itu, Kremlin mengatakan bahwa Kyiv sepantasnya yang harus menyerah.

Tag:  #putin #sebut #perang #ukraina #akan #berakhir #tapi #belum #rencana #konkret

KOMENTAR