Utusan AS: Negara Teluk Harus Membuat Pilihan, Iran atau Israel?
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengunjungi Gereja St. George yang dibangun pada abad ke-5 di desa Kristen Palestina, Taybeh, timur laut Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, pada 19 Juli 2025. Di desa-desa dan komunitas sekitar Taybeh, otoritas Palestina melaporkan bahwa para pemukim telah menewaskan tiga orang dan merusak atau menghancurkan beberapa sumber air hanya dalam dua minggu terakhir. Pembakaran pada 7 Juli terhadap sisa-sisa Gereja St. George, yang berasal dari abad ke-5%
20:18
12 Mei 2026

Utusan AS: Negara Teluk Harus Membuat Pilihan, Iran atau Israel?

- Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee mengaku sangat optimis bahwa negara-negara lain di Timur Tengah akan segera bergabung dengan Kesepakatan Abraham dan menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Namun, banyak negara Arab tetap geram dengan serangan Israel yang luas di Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran.

Dalam pidatonya di Israel, Huckabee juga berupaya untuk memperkuat dukungan AS terhadap perang melawan Iran.

Baca juga: Israel Kirim Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Tahan Serangan Iran

“Negara-negara Teluk kini memahami, mereka harus membuat pilihan, apakah lebih mungkin mereka akan diserang oleh Iran atau Israel?” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (12/5/2026).

“Mereka melihat bahwa Israel membantu kami dan Iran menyerang kami. Israel tidak berusaha merebut tanah Anda dan tidak mengirimkan rudal kepada Anda,” sambungnya.

Diketahui, Negara Teluk memang menjadi sasaran serangan balasan Iran atas kampanye militer AS-Israel.

Selain aset militer AS, lokasi-lokasi vital di Negara Teluk juga tak luput jadi sasaran serangan Iran.

Baca juga: Iran Ultimatum AS, Harus Terima Proposal atau Hadapi Kegagalan

Iran ultimatum AS

Sebelumnya, Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan ultimatum kepada Amerika Serikat untuk menerima syarat-syarat dalam proposal 14 poin Teheran atau akan menghadapi kegagalan.

Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran balasan terbaru dari Iran.

Trump menyebut proses gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi kritis setelah negosiasi buntu.

Baca juga: Protes Perang Iran, Camilan Jepang Ubah Warna Kemasan Jadi Monokrom

Sementara, Teheran bersikeras bahwa Washington harus mengakui hak-hak mereka jika ingin mengakhiri konflik yang telah melumpuhkan kawasan selama lebih dari dua bulan.

"Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil, hanya kegagalan demi kegagalan," kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari AFP, Selasa (12/5/2026). 

"Semakin lama mereka mengulur waktu, semakin banyak uang pajak warga AS yang akan menanggungnya," sambungnya.

Baca juga: Iran Ancam Lakukan Pengayaan Uranium 90 Persen jika Diserang, Apa Bahayanya?

Kebuntuan negosiasi

AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Trump Klaim Gencatan Senjata Masih BerlakuShutterstock AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Trump Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku

Iran menolak untuk mundur, dengan para pejabat militer memperingatkan bahwa mereka siap menanggapi setiap serangan AS.

Hal itu telah mencekik lalu lintas melalui jalur perdagangan utama Selat Hormuz, mengguncang pasar global dan memberikannya pengaruh vital, sementara AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Rincian proposal terbaru AS masih terbatas, meskipun laporan media menyebutkan bahwa proposal tersebut berupa nota kesepahaman satu halaman yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran dan membangun kerangka kerja untuk negosiasi tentang program nuklir Iran. 

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, tanggapannya menyerukan diakhirinya perang di semua lini, termasuk Lebanon, menghentikan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan mengamankan pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri berdasarkan sanksi jangka panjang. 

Pernyataan itu tidak menjelaskan secara rinci apa yang akan ditawarkan Iran sebagai imbalannya. 

Tag:  #utusan #negara #teluk #harus #membuat #pilihan #iran #atau #israel

KOMENTAR