Peluang Damai AS-Iran Menyempit akibat Perang Drone di Lebanon
Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.(AFP/KAWNAT HAJU)
20:54
12 Mei 2026

Peluang Damai AS-Iran Menyempit akibat Perang Drone di Lebanon

- Ketika Amerika Serikat dan Iran tengah bergelut dengan kesepakatan untuk mencapai perdamaian, sekutu terkuat Iran, Hizbullah, meningkatkan perang drone dengan Israel di Lebanon.

Situasi tersebut disebut mempersulit jalan Washington dan Teheran menuju perdamaian. Mengingat perdamaian di Lebanon jadi salah satu poin yang diajukan Iran dalam proposalnya.

Baca juga: Drone Serat Optik Hizbullah Bikin Israel Kelabakan di Lebanon

Dalam beberapa minggu terakhir, Hizbullah telah menggunakan drone kamikaze First Person View (FPV) yang murah dan mudah dirakit untuk menghantam Israel pada 2 Maret, beberapa hari setelah AS-Israel mulai menyerang Iran.

Dikendalikan dengan kabel serat optik, drone FPV dapat menghindari teknologi pengacau canggih Israel, kemudian menargetkan pasukannya yang menduduki Lebanon selatan.

Israel membalas dengan setidaknya dua serangan drone FPV mematikan terhadap Hizbullah pada April.

Baca juga: Tanpa Hizbullah, Negosiasi Israel-Lebanon Disebut Kehilangan Aktor Utama


Mengapa perang Lebanon memengaruhi perdamaian AS-Iran?

Dilansir Reuters, Selasa (12/5/2026), Teheran dan mediator Pakistan mengatakan setiap perjanjian perdamaian AS-Iran harus mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon.

Tujuannya adalah untuk mencegah eskalasi di sana yang dapat memicu kembali perang Iran yang lebih luas.

Perundingan langsung antara pemerintah Lebanon dan Israel yang dimediasi AS dijadwalkan pada Kamis dan Jumat, tetapi kemajuannya lambat. Israel bersikeras agar Lebanon melucuti senjata Hizbullah.

Baca juga: Tentara Israel Jarah Rumah Warga Sipil Lebanon, Komandan Angkat Bicara

Sementara itu, kepala hubungan media Hizbullah, Youssef el-Zein, mengatakan pihaknya menilai korban yang terus berjatuhan di pihak pasukan Israel dapat memaksa mereka untuk mundur dengan lebih efektif daripada melalui negosiasi dengan Israel.

Pasukan Israel yang telah menyerbu Lebanon Selatan dalam konflik saat ini justru menjadi “peluang, bukan ancaman,” karena mereka lebih mudah menjadi sasaran, ujarnya.

"Kita tahu keunggulan musuh, tetapi kita juga tahu titik-titik kelemahan mereka. Kita memanfaatkan titik-titik kelemahan tersebut untuk menciptakan keseimbangan," lanjut Zein.

Baca juga: Hizbullah Sebut Perundingan Damai Lebanon-Israel Tak Ada Gunanya

Israel kewalahan hadapi serangan drone Hizbullah

Tentara Hizbullah yang tengah berjaga dan menggelar latihan di wilayah Lebanon selatan pada 21 Mei 2023.Wikimedia Commons Tentara Hizbullah yang tengah berjaga dan menggelar latihan di wilayah Lebanon selatan pada 21 Mei 2023.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa drone yang diluncurkan Hizbullah merupakan masalah.

"Beberapa minggu yang lalu, saya memerintahkan pembentukan proyek khusus untuk menggagalkan ancaman drone... Ini akan memakan waktu, tetapi kami sedang mengerjakannya," katanya pada 3 Mei.

Militer Israel melaporkan hampir setiap hari terjadi serangan drone berisi bahan peledak terhadap pasukannya di Lebanon selatan.

Radio Angkatan Darat Israel mengatakan serangan tersebut telah melukai hingga 40 tentara.

Baca juga: AS Bakal Pimpin Negosiasi Damai Israel-Lebanon, Digelar Pekan Ini

Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan drone lebih sulit dideteksi dan dinetralisir karena ukurannya kecil, dan diterbangkan rendah dan lambat oleh awak Hizbullah yang mengenal topografi dengan baik.

Dia menambahkan, solusi berteknologi tinggi sedang dikembangkan dan solusi berteknologi rendah, seperti jaring, akan dikerahkan. Peningkatan pada senapan tentara juga diharapkan dapat membantu menjatuhkan drone.

Militer Israel sebelumnya telah menggunakan sistem pencegat rudal Iron Dome dan meningkatkan deteksi radar, kata seorang pejabat militer senior Israel.

Tag:  #peluang #damai #iran #menyempit #akibat #perang #drone #lebanon

KOMENTAR