Cerita Pemain Ratchaburi FC Soal Mencekamnya GBLA, dari Lemparan Batu hingga Suar
Oknum Bobotoh memasuki lapangan setelah pertandingan Persib vs Ratchaburi FC. (Suara.com/Rahman)
13:12
20 Februari 2026

Cerita Pemain Ratchaburi FC Soal Mencekamnya GBLA, dari Lemparan Batu hingga Suar

Baca 10 detik
  • Persib Bandung mengalahkan Ratchaburi FC 1-0 di GBLA setelah kartu merah memicu ketegangan tinggi.
  • Pemain Ratchaburi, Tae Jaroensak, alami teror pelemparan benda sejak pemanasan hingga akhir pertandingan.
  • Oknum suporter masuk lapangan dan melempar benda; tim wasit dievakuasi demi keselamatan segera.

Laga panas antara Persib Bandung kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tak hanya menyisakan cerita soal skor. Pemain Ratchaburi, Tae Jaroensak, membeberkan pengalaman mencekam yang ia rasakan setelah pertandingan berakhir.

Dalam duel tersebut, Persib menang tipis 1-0 lewat gol Andrew Jung. Namun ketegangan sudah terasa sejak babak pertama, terutama setelah Uilliam Barros diganjar kartu merah pada menit ke-45+5. Keputusan itu memantik tensi tinggi di lapangan.

Kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Al Shamrani, juga menjadi sorotan. Sejumlah keputusan yang dinilai kontroversial memicu reaksi keras dari tribun. Situasi memanas dan mencapai puncaknya setelah peluit panjang dibunyikan.

Sejumlah oknum suporter tuan rumah dilaporkan masuk ke lapangan. Lemparan benda ke arah pemain dan ofisial pun tak terhindarkan. Tim wasit bahkan langsung bergegas menuju ruang ganti demi alasan keselamatan, mengikuti instruksi komisioner pertandingan.

Tae Jaroensak menyebut momen itu sebagai pengalaman yang tak akan ia lupakan. Melalui media sosial, ia memastikan kondisi seluruh tim dalam keadaan aman, meski tekanan begitu besar.

“Terima kasih semuanya atas perhatiannya. Semua anggota tim selamat,” ujar dia.

Ia juga menggambarkan situasi yang menurutnya sudah terasa tak nyaman bahkan sejak sesi pemanasan dimulai. Tae mengaku berbagai benda dilemparkan dari tribun ke arah lapangan.

“Pertandingannya mengerikan. Orang-orang melempar batu, bata, botol air, dan menyalakan suar ke arah para pemain saat pemanasan."

"Ditambah lagi, tampaknya para penggemar kami terlibat dalam beberapa bentrokan saat duduk di tribune,” ucap pemain Ratchaburi FC itu menambahkan.

Meski berada dalam atmosfer penuh tekanan, Tae memastikan tidak ada korban luka serius dari pihak timnya. Ia bersyukur seluruh rombongan bisa melewati situasi tersebut dengan selamat.

“Untungnya, tidak ada yang terluka, dan kami berhasil melewatinya. Terima kasih semuanya karena telah lolos bersama,” pungkasnya.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #cerita #pemain #ratchaburi #soal #mencekamnya #gbla #dari #lemparan #batu #hingga #suar

KOMENTAR