SLB dan Anak Usaha BREN Kerja Sama Pengembangan Panas Bumi
SLB dan Star Energy Geothermal menandatangani sejumlah perjanjian dan kerangka kerja kolaborasi untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi serta penerapan teknologi masa depan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.(DOK. STAR ENERGY GEOTHERMAL )
13:28
20 Februari 2026

SLB dan Anak Usaha BREN Kerja Sama Pengembangan Panas Bumi

SLB dan Star Energy Geothermal menandatangani sejumlah perjanjian dan kerangka kerja kolaborasi untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi serta penerapan teknologi masa depan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

SLB, perusahaan teknologi energi global yang tercatat di New York Stock Exchange, bekerja sama dengan Star Energy Geothermal yang merupakan anak perusahaan dari Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Kolaborasi ini mencakup desain dan perencanaan lapangan untuk pengembangan proyek panas bumi Sekincau di Indonesia.

Baca juga: Proyek Panas Bumi Lumut Balai Dipercepat, Sumsel Siap Tambah Daya

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, perusahaan baru saja merampungkan proyek retrofit (peremajaan dan peningkatan) yang sukses besar di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak.Barito Renewables PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, perusahaan baru saja merampungkan proyek retrofit (peremajaan dan peningkatan) yang sukses besar di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak.

Selain itu, kerja sama juga meliputi kerangka kerja untuk melakukan identifikasi, evaluasi, serta perencanaan peluang panas bumi di masa depan, termasuk di Amerika Utara.

Dalam perjanjian tersebut, SLB akan menyediakan layanan pengeboran yang terintegrasi secara penuh untuk fase pengembangan proyek Sekincau.

Perkuat perencanaan dan eksekusi proyek

Star Energy Geothermal adalah pengembang dan operator panas bumi di Indonesia, dengan pengalaman dalam pengembangan dan pengoperasian sumber daya panas bumi.

Kerja sama ini disebut sebagai fase baru dalam hubungan kedua perusahaan, yang sebelumnya telah terjalin melalui kolaborasi teknologi.

Baca juga: Anak Usaha BREN, Star Energy Geothermal Tingkatkan Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Jabar

Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus CEO Grup Star Energy Geothermal, Hendra Tan, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber energi panas bumi global.

“Indonesia memiliki potensi di masa depan sebagai sumber energi panas bumi secara global, dan kami melihat kesempatan untuk mengubah potensi ini menjadi dampak nyata,” kata Hendra dalam siaran pers, Jumat (20/2/2026).

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal. PIXABAY/WIKIIMAGES Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional.

“Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional," jelas dia.

Baca juga: ADB Kucurkan Pinjaman Rp 2,99 Triliun untuk Proyek Panas Bumi Indonesia

Menurut Hendra, hal ini akan memposisikan panas bumi sebagai pilar transisi energi Indonesia, dan sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat pengurangan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan di berbagai benua melalui kolaborasi antara kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan keunggulan eksekusi dan pemetaan bawah permukaan global milik SLB.

Integrasi teknologi dan pemetaan bawah Permukaan

Dengan kesepakatan tersebut, SLB berkomitmen meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko pemetaan bawah permukaan dan pelaksanaan proyek, serta mendukung penyelesaian proyek panas bumi yang layak secara teknis dan komersial.

Kemampuan ini dinilai penting dalam mengembangkan panas bumi sebagai sumber energi yang andal dan stabil.

Direktur Pelaksana SLB Indonesia, Nurzhan Ongaltayev, menyatakan peningkatan skala proyek panas bumi membutuhkan integrasi teknologi dan kepatuhan kinerja operasional di seluruh fase proyek.

Baca juga: Regulasi Jadi PR Besar Industri Panas Bumi, RI Harus Belajar dari Filipina, Turki, hingga Kenya

“Peningkatan skala proyek panas bumi membutuhkan teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, dan kepatuhan kinerja operasional, melalui integrasi di seluruh fase proyek,” kata Nurzhan.

Ia menambahkan, kerja sama ini akan mengombinasikan keahlian konsultasi pemetaan bawah permukaan dan pengalaman eksekusi global SLB dengan pengalaman operator panas bumi di Indonesia.

“Kolaborasi baru ini menerapkan keahlian SLB di bidang konsultasi pemetaan bawah permukaan dan pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga peluang di mancanegara,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama

Secara rinci, poin utama kesepakatan meliputi ruang lingkup berikut ini.

Baca juga: Dana Bonus Produksi Panas Bumi Wujudkan Jembatan Lawang Agung Tanggamus

Pertama, penandaan fase baru hubungan SLB–Star Energy Geothermal yang bergerak menuju perencanaan dan pelaksanaan tingkat proyek untuk pengembangan Sekincau di Indonesia.

Kedua, penerapan keahlian pemetaan bawah permukaan, perencanaan terpadu, dan layanan pengeboran sumur oleh SLB untuk mendukung pengembangan panas bumi.

Ketiga, penyusunan kerangka kerja evaluasi peluang panas bumi di masa depan, termasuk di kawasan Amerika Utara.

Tag:  #anak #usaha #bren #kerja #sama #pengembangan #panas #bumi

KOMENTAR