Rahasia Kulit Glowing dan Sehat Selama Puasa Ramadhan
Ilustrasi kulit glowing. Ingin kulit lebih kenyal dan bercahaya? Mulailah dengan rutin memasukkan makanan pendukung produksi kolagen ke dalam menu harian Anda.(FREEPIK/STUDIOREDCUP)
11:25
20 Februari 2026

Rahasia Kulit Glowing dan Sehat Selama Puasa Ramadhan

- Puasa tidak hanya bermanfaat bagi sistem pencernaan dan jantung, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan kulit.

Perubahan pola makan selama bulan Ramadhan disinyalir menjadi kunci utama di balik kulit yang tampak lebih sehat dan segar.

Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FKKMK UGM, dr. Fajar Waskito, Sp.KK(k)., M.Kes., menjelaskan bahwa saat berpuasa, seseorang cenderung mengurangi konsumsi makanan praktis, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi.

Baca juga: Cara Mengatur Waktu Minum Saat Puasa agar Tidak Kekurangan Cairan

"Penambahan banyak konsumsi sayur serta buah-buahan yang kaya antioksidan akan berefek sebagai penghambat proses penuaan kulit sehingga kulit lebih halus dan terjaga elastisitasnya," ujar dr. Fajar, dikutip dari situs web resmi Universitas Gadjah Mada, Jumat (20/2/2026).

Menurut dr. Fajar, makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan kadar gula darah. kondisi ini berisiko menyebabkan peradangan pada tubuh, yang salah satu manifestasinya adalah munculnya jerawat.

Dengan menjaga kualitas asupan selama berpuasa, tubuh menjalankan proses detoksifikasi atau penetralan racun dengan lebih sempurna. Hasilnya, kulit tidak hanya lebih sehat, tetapi juga terasa lebih kenyal.

Namun, dr. Fajar memberikan catatan khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia).

"Pada lansia, berkurangnya konsumsi karbohidrat dan lemak menjadikan kulit lebih kering sehingga kebutuhan pengolesan pelembap menjadi hal yang mutlak," ucap dia.

Tips menjaga kulit tetap glowing saat berpuasa

Ilustrasi makanan bernutrisi. Latihan keras tanpa gizi seimbang tak akan maksimal. Ahli nutrisi olahraga ungkap peran karbohidrat, protein, lemak sehat, hidrasi, dan pemulihan untuk capai target kebugaran.Freepik/Master1305 Ilustrasi makanan bernutrisi. Latihan keras tanpa gizi seimbang tak akan maksimal. Ahli nutrisi olahraga ungkap peran karbohidrat, protein, lemak sehat, hidrasi, dan pemulihan untuk capai target kebugaran.

Agar kesehatan kulit tetap terjaga optimal meski tengah menahan lapar dan dahaga, dr. Fajar membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan.

1. Menjaga pola makan dan hidrasi

Pertama adalah menjaga pola makan dan hidrasi. Konsumsi makanan kaya serat dan antioksidan. Lalu, batasi asupan gula dan lemak, serta pastikan minum air putih minimal 2 liter sehari saat sahur dan berbuka.

2. Hindari sering menjilat bibir

Hindari kebiasaan menjilat bibir saat kering karena justru akan memperparah kondisi. Gunakan pelembap bibir yang bersifat hipoalergenik.

Selain itu, hati-hati dengan pasta gigi yang mengandung detergen atau mint tinggi. Sebab, dua kandungan tersebut bisa menyebabkan bibir menjadi lebih kering.

Disadur dari Arab News, melakukan eksfoliasi secara rutin adalah kunci untuk mendapatkan bibir yang lembut dan tetap lembap tanpa harus merusak hidrasi alaminya.

Produk yang bisa dikatakan sebagai "lulur bibir" ini bisa diracik sendiri di rumah dengan bahan dapur sederhana.

Caranya, cukup campurkan madu, minyak kelapa, dan gula pasir dengan takaran yang sama, lalu gosokkan perlahan ke bibir.

Baca juga: Sering Sembelit Saat Puasa? Ini Tips Mencegahnya

Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah.iStockphoto/Dima Berlin Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah.

Namun, jika ingin yang lebih praktis, saat ini sudah banyak produk eksfoliasi siap pakai di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

Penggunaan masker bibir juga bisa dilakukan karena turut mengandung pelembab. Cara menggunakannya pun mudah, cukup menempelkan lembaran masker bibir selama 10 menit.

Setelah dilepas, biarkan sisa serum yang tertinggal meresap sempurna ke dalam kulit untuk hasil bibir yang lebih halus dan kenyal.

3. Gunakan pelembab setelah wudhu

Meningkatnya aktivitas ibadah membuat kulit lebih sering terpapar air wudu, yang mana hal tersebut bisa memicu kekeringan.

Kata dr. Fajar, sangat disarankan untuk mengoleskan pelembap sehabis terkena air agar elastisitas kulit terjaga.

4. Jangan lupa pakai sunscreen

Selanjutnya adalah jangan lupa mengaplikasikan tabir surya atau sunscreen sebelum beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet.

Menurut dr. Novi Oktaviana, Sp.DVE, sunscreen bukan hana sekali digunakan pada pagi hari, tetapi harus rutin dioleskan kembali atau reapply setiap beberapa jam.

Baca juga: Dampak Dehidrasi bagi Kesehatan Kulit, Mudah Iritasi hingga Kusam

"Karena namanya kena matahari sampai berapa lapis, berapa jam, matahari itu sudah bisa merusak kulit kita. Jadi kalau hanya dipakai cuma jam tujuh terus baru jam 12 pakai lagi ya memang tidak ada gunanya," kata dr. Novi dalam acara Cosmobeaute Indonesia 2025 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/10/2025), dikutip dari Kompas.com.

Ilustrasi sunscreen.Dok. Freepik/jcomp Ilustrasi sunscreen.

Banyak orang belum memahami, daya tahan sunscreen memiliki batas waktu tertentu tergantung dari SPF yang digunakan.

SPF atau sun protection factor berfungsi melindungi kulit dari sinar UVB. Sementara itu, PA atau protection grade of UVA melindungi dari sinar UVA yang bisa menyebabkan flek hitam.

"Sunscreen minimal 30 SPF nya, tapi harus reapply. Walaupun SPF-nya 30, bedanya sama yang 50 apa? Hanya beda di waktu. Jadi waktu untuk bertahan dari matahari itu," kata dr. Novi.

"Jadi misalnya SPF 30 kurang lebih tiga jam. Tapi SPF 50 kurang lebih tiga jam setengah kurang," lanjut dia.

Baca juga: Mengapa Harus Pakai Sunscreen Saat Cuaca Mendung dan Hujan? Ini Kata Dokter

Oleh karena itu, pemakaian sunscreen perlu diulang setiap tiga jam sekali agar perlindungan kulit tetap terjaga sepanjang hari.

Menurut dr. Novi, jika hanya dipakai sekali pada pagi hari, efeknya akan berkurang drastis menjelang siang, terutama ketika intensitas sinar matahari sedang tinggi.

5. Istirahat dan olahraga

Tidur yang cukup sangat krusial agar kulit tidak tampak kusam. Selain itu, tetap lakukan olahraga ringan untuk melancarkan metabolisme tubuh yang berdampak langsung pada kecerahan kulit.

"Metabolisme yang lancar bisa menjaga kesehatan kulit," tutur dr. Fajar.

Ilustrasi olahraga. Dokter olahraga RSPI menjelaskan kapan dan bagaimana olahraga sebelum berbuka bisa membantu membakar lemak tanpa meningkatkan risiko lemas dan cedera.FREEPIK Ilustrasi olahraga. Dokter olahraga RSPI menjelaskan kapan dan bagaimana olahraga sebelum berbuka bisa membantu membakar lemak tanpa meningkatkan risiko lemas dan cedera.

Perihal olahraga, dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menegaskan bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti beraktivitas fisik.

Meskipun, olahraga yang dilakukan memang buka untuk mengejar targe ekstrem, melainkan untuk mempertahankan kebugaran dan kesehatan tubuh, tutur dia jumpa pers secara daring melalui Zoom yang diikuti Kompas.com, Rabu (18/2/2026)..

Baca juga: Olahraga Saat Puasa Aman atau Berisiko? Dokter Ungkap Aturan Lengkapnya

Dijelaskan oleh dr. Risky, ada tiga pilihan waktu olahraga saat Ramadhan, yaitu menjelang berbuka, setelah berbuka, atau sebelum sahur.

Olahraga menjelang berbuka dapat membantu pembakaran lemak karena cadangan gula tubuh sudah menipis. Namun, intensitasnya harus berada pada tingkat sedang agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan atau kehilangan massa otot.

Pilihan waktu yang relatif aman adalah setelah berbuka puasa karena tubuh sudah mendapat asupan energi dan cairan.

Olahraga bisa dilakukan sekitar satu jam setelah berbuka dengan makan ringan terlebih dahulu, lalu makan besar setelah latihan selesai.

Sementara itu, olahraga sebelum sahur memungkinkan dilakukan, tetapi membutuhkan pengaturan waktu tidur dan pemulihan yang baik agar tidak mengganggu performa dan kesehatan.

Tag:  #rahasia #kulit #glowing #sehat #selama #puasa #ramadhan

KOMENTAR