Kejagung Sebut Arahan Prabowo Jadi Warning, Tanggung Jawab Eks Bos BUMN Tak Hilang meski Tak Menjabat
Arahan Presiden Prabowo Subianto terhadap pejabat badan usaha milik negara (BUMN) disebut menjadi peringatan, termasuk bagi mereka yang tidak lagi menjabat.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan, tanggung jawab pidana tidak serta-merta hilang seiring berakhirnya masa jabatan.
“Ini menjadi warning buat para pejabat BUMN bahwa pertanggungjawaban pidana tidak bisa lepas seiring selesainya jabatan," ungkap Anang ditemui di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: KPK Respons Peringatan Prabowo soal Eks Bos BUMN Bisa Dipanggil Kejaksaan
Anang menegaskan, Kejaksaan akan tetap bekerja secara profesional, apalagi dengan adanya dukungan dari Presiden.
Dia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap langkah penegakan hukum.
"Tentunya kita akan menindaklanjuti dengan tetap berdasarkan pada alat bukti yang ada dan mengedepankan asas praduga tak bersalah," lanjutnya.
Baca juga: Prabowo ke Mantan Bos BUMN: Tanggung Jawab, Siap-siap Kau Dipanggil Kejaksaan
Warning Presiden Prabowo buat pimpinan BUMN
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para mantan pimpinan BUMN untuk bertanggung jawab atas kerugian negara yang ditimbulkan selama mereka menjabat.
Prabowo bahkan meminta mereka bersiap jika sewaktu-waktu dipanggil Kejaksaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menyinggung pengelolaan perusahaan-perusahaan BUMN yang dinilainya tidak efisien, termasuk jumlah perusahaan yang terlalu banyak dengan manajemen yang terfragmentasi.
"Sovereign Wealth Fund, saya telah mengimbau semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen. Satu yang nilainya adalah US$ 1 triliun. Lengkapnya adalah US$ 1.040 miliar aset under management," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo Didukung Partai Lain di 2029, Gerindra: Terima Kasih Dukungannya
"Tadinya 1.040 perusahaan, bayangkan tidak? Siapa yang bisa mengelola 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Enak kamu, siap-siap kamu dipanggil kejaksaan," sambungnya.
Prabowo menyampaikan, ada pihak-pihak yang mengejek dirinya hanya bisa berbicara di podium saja.
Dia meminta agar mereka tidak menantangnya.
"Oh iya? Ya tunggu saja panggil-panggilan. Kamu jangan tantang saya, kamu. Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Maha Besar. Saya yang takut itu. Dan kita semuanya harusnya itu," jelasnya.
Tag: #kejagung #sebut #arahan #prabowo #jadi #warning #tanggung #jawab #bumn #hilang #meski #menjabat