Tangis Pelatih Timnas Futsal Iran Pecah di Sesi Konferensi Pers Jelang Final Piala Asia Futsal 2026
Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, seketika menangis dalam sesi konferensi pers jelang final Piala Asia Futsal 2026 kontra Timnas Futsal Indonesia.
Timnas Futsal Iran kembali melangkah ke partai puncak Piala Asia Futsal pada edisi 2026 dan akan coba mempertahankan gelar juaranya.
Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah tuan rumah, Timnas Futsal Indonesia, yang berhasil mencetak sejarah dengan berhasil melangkah ke laga final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah turnamen ini dan dalam 11 kali keikutsertaannya di Piala Asia Futsal.
Sehari sebelum pertandingan, sesi konferensi pers pun digelar untuk memberikan keterangan resmi kepada media yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (6/2/2026), mulai pukul 11.00 WIB.
Awalnya, Vahid Shamsaee biasa saja ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan awak media yang hadir di ruang konferensi pers.
Baca juga: Hadapi Iran di Final, Hector Souto Ungkap Senjata Utama Timnas Futsal Indonesia
Emosional Jawab Pertanyaan
Namun, sisi emosionalnya meluap ketika ditanya perbandingan 24 tahun lalu saat juara sebagai pemain menghadapi Jepang yang kala itu baru pertama kali merasakan final.
Kala itu, Vahid Shamsaee menjadi bagian dari tim Iran yang juara Piala Asia Futsal 2002 usai mengalahkan Jepang dengan skor telak 6-0.
Sementara, kali ini dia datang sebagai pelatih, juga menghadapi tim debutan di laga final, yakni Timnas Futsal Indonesia.
Kebetulan, kedua partai tersebut sama-sama dimainkan di Jakarta, Indonesia.
"Saat itu saya masih sebagai pemain, sekarang saya adalah pelatih. Saya telah melihat banyak trofi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih," kata Vahid Shamsaee menjawab pertanyaan tersebut.
Baca juga: Hector Souto Percaya Diri, Pelatih Spanyol Jadi Mimpi Buruk Iran
"Namun, dalam lima pertandingan terakhir, saya selalu menyampaikan beberapa kode tertentu, yang sekarang akan saya jelaskan."
"Dalam turnamen ini, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada tim lain yang mendapatkan tekanan sebesar yang dialami oleh ofisial dan pemain kami."
"Izinkan saya mengapresiasi seluruh pemain, rekan-rekan pelatih, dan seluruh staf manajemen tim saya yang mampu bertahan dan menoleransi tekanan sebesar ini."
"Satu-satunya alasan kami bisa berada di sini dalam turnamen ini adalah karena kami menunjukkan sikap profesional," ucap dia.
Ucapkan Belasungkawa
Kemudian, di tengah melontarkan pernyataan, mata dari Vahid Shamsaee mulai terlihat memerah ketika mengungkapkan rasa belasungkawanya terhadap rakyat Iran.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh rakyat saya yang kehilangan anggota keluarga mereka di Tanah Air. Mereka semua adalah keluarga kami," ujar pelatih 50 tahun.
Baca juga: Profil Hector Souto, Pelatih yang Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia
"Pada titik tertentu, olahraga dan futsal menjadi sesuatu yang nilainya tidak sebesar hal tersebut bagi kami. Hal yang paling bernilai bagi saya adalah bagaimana semua orang bisa bersatu, bergandengan tangan, saling mendukung, menahan tekanan, dan terus melangkah bersama," tuturnya.
Tak lama, tangisnya pun pecah. Seketika, sesi konferensi pers pun disudahi oleh panitia.
Kendati tak menyebutkan alasannya, tampaknya latar belakang yang membuat Vahid Shamsaee sampai sebegitu emosionalnya lantaran kondisi di Iran yang tengah memanas akibat demonstrasi menentang pemerintah yang telah menewaskan ribuan rakyat sipil Iran.
"Tekanan yang kami hadapi sangat besar. Saya ingin kembali menegaskan kepada seluruh rakyat Iran, kepada orang-orang yang sangat kami cintai, sekali lagi saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ucap pengoleksi delapan gelar Piala Asia Futsal itu semasa aktif bermain.
Tag: #tangis #pelatih #timnas #futsal #iran #pecah #sesi #konferensi #pers #jelang #final #piala #asia #futsal #2026