Tantangan Generasi Sandwich Menabung untuk Menikah di Tengah Biaya Hidup Tinggi
Ilustrasi menabung (SHUTTERSTOCK)
17:45
8 Februari 2026

Tantangan Generasi Sandwich Menabung untuk Menikah di Tengah Biaya Hidup Tinggi

– Rencana pernikahan bagi generasi sandwich sering kali tidak sesederhana menyiapkan tanggal dan anggaran pesta.

Di balik keinginan membangun rumah tangga, ada tanggung jawab lain yang berjalan beriringan, membantu orangtua, membiayai pendidikan adik, atau menopang kebutuhan keluarga yang belum mandiri secara finansial.

Kondisi ini membuat proses menabung untuk menikah terasa lebih panjang dan penuh pertimbangan.

Baca juga: Tren Pernikahan Turun, Cinta Tak Lagi Cukup Jadi Alasan Menikah?

Perencana Keuangan Profesional, Rista Zwestika Reni mengatakan, generasi sandwich tetap memiliki peluang untuk menikah, asalkan pengelolaan keuangannya dilakukan secara sadar dan berprinsip.

“Mungkin saja generasi sandwich merencanakan pernikahan dengan tetap memberikan bantuan uang ke keluarganya, tapi harus dengan batas yang jelas,” jelas Rista saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Biaya hidup yang meningkat, tekanan pun berlapis

Rista mengungkap, tantangan generasi sandwich semakin berat karena meningkatnya biaya hidup.

Kebutuhan harian, cicilan, dan kewajiban keluarga sering kali menyisakan ruang yang sangat sempit untuk tabungan pernikahan.

“Menikah di zaman sekarang memang berat. Bukan karena cinta kurang, tapi karena hidup makin mahal,” ujarnya.

Situasi ini kerap membuat banyak pasangan menunda pernikahan bukan karena ragu pada hubungan, melainkan karena merasa belum cukup aman secara finansial.

Tekanan tersebut juga diperparah oleh ekspektasi sosial tentang pernikahan yang sering kali dianggap harus mapan sejak awal.

Ketika niat baik berubah menjadi beban

Rista menilai, masalah utama yang kerap muncul bukan semata jumlah penghasilan, melainkan absennya batasan dalam membantu keluarga.

Baca juga: Saat Gaji Tak Lagi untuk Diri Sendiri, Cerita Dian dan Realitas Generasi Sandwich

Banyak generasi sandwich terbiasa menanggung seluruh beban sendiri, tanpa pembagian peran yang jelas.

“Yang sering bikin hancur bukan penghasilan kecil, tapi tidak punya batas bantuan, semua ditanggung sendiri, dan tidak jujur ke pasangan,” kata Rista.

Ketidakterbukaan ini berpotensi memicu konflik setelah menikah, terutama ketika pasangan baru menyadari bahwa kondisi finansial yang dihadapi jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Transparansi dengan pasangan jadi pondasi

Bagi generasi sandwich, kejujuran sejak awal menjadi hal krusial. Rista menegaskan, pasangan perlu mengetahui secara utuh kondisi keuangan, termasuk kewajiban kepada keluarga.

Sandwich generation itu transparan sejak awal ke pasangan. Buat batasan, misalnya berapa yang bisa dibantu, berapa yang tidak,” ujarnya.

Dengan transparansi, pasangan dapat menyusun rencana bersama, termasuk menentukan prioritas antara tabungan pernikahan, kebutuhan rumah tangga, dan bantuan keluarga.

Anak berbakti bukan berarti mengorbankan masa depan

Rista mengingatkan bahwa membantu keluarga adalah nilai luhur, tetapi tidak seharusnya mengorbankan masa depan rumah tangga yang akan dibangun.

“Menolong keluarga itu mulia, tapi menghancurkan rumah tangga sendiri bukan pengorbanan, itu kelelahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran sebagai anak berbakti tidak identik dengan menanggung semua kebutuhan keluarga seorang diri.

“Jangan mengorbankan masa depan keluarga baru demi menutup semua lubang. Ingat, kamu anak berbakti, tapi bukan ATM berjalan,” katanya.

Menikah dengan realistis dan saling menguatkan

Di tengah berbagai keterbatasan, Rista menilai pernikahan tetap bisa dijalani tanpa harus menunggu kondisi sempurna. Yang terpenting adalah kesiapan mental, kejujuran, dan kerja sama.

“Tapi percayalah, menikah tidak butuh sempurna. Menikah butuh jujur, realistis, dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Baca juga: Menyiapkan Tabungan untuk Menikah dengan Gaji UMR, Realistis atau Mustahil

Bagi generasi sandwich, menabung untuk menikah memang penuh tantangan.

Namun dengan batas finansial yang jelas, komunikasi terbuka, dan visi bersama pasangan, rencana membangun keluarga tetap dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Tag:  #tantangan #generasi #sandwich #menabung #untuk #menikah #tengah #biaya #hidup #tinggi

KOMENTAR