Gerakan Tanggap Berplastik Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Dukung Akselerasi SDGs
Salah satu pengunjung, Ken, warga asal Kota Tangerang, menukar ratusan botol plastik yang dikumpulkan dari rumah di mesin RVM Plasticpay pada BCA Expoversary 2026 di ICE BSD. (Dimas Choirul)
19:40
8 Februari 2026

Gerakan Tanggap Berplastik Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Dukung Akselerasi SDGs

–Di tengah riuh gemerlap lampu pameran BCA Expoversary 2026, ada satu sudut yang justru menarik perhatian para pengunjung. Sebuah mesin pengelola sampah atau Reserve Vending Machine (RVM) Plasticpay bertulis tagar gerakan tanggap berplastik berdiri di sekitaran area Bakti BCA.

Pada mesin setinggi dua meter itu, masyarakat diajak mengelola sampah dengan menukarkannya untuk didaur ulang. Para pengunjung akan mendapatkan poin yang bisa dikonversi ke rekening dan uang elektronik.

Salah satu pengunjung, Ken, warga asal Kota Tangerang, terlihat sibuk menenteng karung berisikan ratusan botol plastik yang dia kumpulkan dari rumah. Selain mencari berbagai promo menarik di BCA Expoversary, Ken juga sekaligus menukarkan botol plastik ke mesin RVM.

”Di rumah juga memang botol plastik kan kita enggak boleh buang sembarangan. Karena kan enggak bisa didaur ulang,” ungkap Ken kepada JawaPos.com di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (5/2).

Ken mengaku, baru mengenal mesin RVM Plasticpay ini sejak setahun belakangan. Dia juga kerap menemukan masin serupa di sejumlah mal dekat tempat tinggalnya.

”Ini (BCA Expoversary 2025) tahun lalu saya sudah lihat, cuma tahun lalu itu saya enggak sempat ke sini jadi saya enggak sempat setor,” ungkap Ken.

Di tangannya, Ken mengumpulkan sebanyak 400 botol. Jika pada pameran seperti BCA Expoversary nilai penukaran bisa mencapai Rp 200 per botol, artinya Ken mendapat keuntungan mencapai Rp 80 ribu. ”Ini mungkin ada 400-an ya, ya lumayan lah,” ujar Ken.

Bagi Ken, program semacam ini dapat mendorong masyarakat untuk aktif berkontribusi menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Karena itu Dia berharap, program RVM dapat menjangkau ke masyarakat lebih luas.

”Ya kalau kita lihat kan di luar negeri kenapa mereka bisa bersih tapi kenapa di Indonesia agak susah ya. Karena kita dari dulu kebiasaan buang sampah sembarangan di jalan gitu. Kita bisa lihat di jalan itu banyak banget bungkus-bungkus plastik, botol juga dibuangin sembarangan,” tukas Ken.

Diketahui, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah Indonesia. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat timbulan sampah nasional pada 2025 mencapai 23,9 juta ton (dilihat pada Minggu, 8 Februari 2026).

Adapun komposisi terbesar berasal dari sisa makanan 40,53 persen dan plastik 20,51 persen. Dari jumlah timbulan tersebut, sampah yang terkelola baru mencapai 8,2 juta ton per tahun.

Karena itu, program RVM dari Plasticpay yang mengajak masyarakat untuk mengelola sampah plastik ini secara langsung selaras dengan salah satu visi asta cita poin kedelapan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Berdiri sejak 2019, Plasticpay sudah banyak bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Pada perhelatan BCA Expoversary tahun ini misalnya, banyak pengunjung yang menukarkan sampah ke mesin RVM Plasticpay sejak Kamis (5/2).

”Hingga siang ini (8 Februari 2026), kurang lebih sudah hampir 180 kilogram botol plastik yang sudah terkumpul. Dari jumlah botol yang terkumpul tersebut sudah ada lebih dari 935.000 jejak karbon yang berhasil dikurangi dan juga ada 150.00 meter kubik lahan yang terselamatkan,” ungkap Community Development & Activation Plasticpay Nandin Said kepada JawaPos.com, Minggu (8/2).

Nandin menjelaskan, nanti sampah-sampah yang terkumpul disortir terlebih dahulu berdasar warna dan bentuk, lalu didaur ulang menjadi serat poliester atau bahan dasar untuk kain felt. Kain felt ini kemudian digunakan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi kerajinan tangan.

”Dari Kain felt ini yang kita kerja sama dengan UMKM untuk dijadikan upcycle product (usaha kreatif) yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Nandin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah

Tag:  #gerakan #tanggap #berplastik #ajak #masyarakat #kelola #sampah #dukung #akselerasi #sdgs

KOMENTAR