Survei Indikator: Mayoritas Publik Puas dengan Program MBG Prabowo, Khususnya Gen Z
Mayoritas publik menyatakan puas terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tingkat kepuasan tersebut paling tinggi ditemukan pada kelompok generasi muda, khususnya Generasi Z.
Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, sebanyak 12,2 persen responden mengaku sangat puas dan 60,6 persen menyatakan cukup puas terhadap program MBG.
Dengan demikian, total warga yang merasa puas mencapai 72,8 persen.
“Jadi memang yang sangat puas 12,2 persen dan cukup puas 60,6 persen,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik
Sementara itu, responden yang merasa kurang puas tercatat sebesar 19,9 persen dan yang menyatakan tidak puas sama sekali sebesar 4,5 persen.
Adapun responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 2,8 persen.
“Yang kurang puas atau tidak puas total 24,4 persen,” jelas Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, meskipun tingkat kepuasan tergolong tinggi, jumlah warga yang benar-benar merasa sangat puas masih relatif kecil.
“Kalau yang puas total 72,8 persen, tapi yang betul-betul sangat puas itu masih ‘selo’ gitu ya, masih 12,2 persen,” ujarnya.
Dia menilai, kelompok responden yang merasa cukup puas masih sangat mungkin berubah sikapnya, tergantung pada perbaikan kualitas program oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN untuk memperbaiki baik kualitas terutama, maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul, misalnya isu keracunan,” kata Burhanuddin.
Baca juga: Survei Indikator: Warga Keluhkan Harga Bahan Pokok hingga Penyediaan Lapangan Kerja di Era Prabowo
Gen Z paling puas, warga Jakarta terendah
Dari sisi demografi, survei menunjukkan bahwa kelompok Generasi Z menjadi kelompok paling puas terhadap program MBG.
“Kalau kita lihat siapa yang puas? Gen Z. Gen Z 80,7 persen puas,” ujar Burhanuddin.
Sementara itu, berdasarkan latar belakang etnis, warga etnis Madura masih menunjukkan mayoritas kepuasan, tetapi tingkat kepuasannya berada di bawah 60 persen.
“Mayoritas puas ya warga Madura, etnik Madura, tetapi tingkat kepuasannya di bawah 60 persen,” kata dia.
Dari sisi pendidikan, Burhanuddin menyebutkan bahwa responden berpendidikan perguruan tinggi mencatat tingkat kepuasan sebesar 62 persen, lebih rendah dibandingkan responden berpendidikan SD.
Adapun dari sisi wilayah, tingkat kepuasan ditemukan lebih tinggi pada warga desa dibandingkan warga perkotaan.
Jakarta menjadi wilayah dengan tingkat kepuasan terendah.
Baca juga: Survei Indikator: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,9 Persen
“Semua wilayah puas kecuali Jakarta, tingkat kepuasannya itu sedikit di atas 50 persen, jadi tepatnya 52 persen warga Jakarta yang puas,” ujar Burhanuddin.
Dia menambahkan, warga Jakarta juga menjadi kelompok dengan proporsi ketidakpuasan tertinggi terhadap program MBG.
Kepuasan MBG berkorelasi dengan penilaian terhadap Prabowo
Survei Indikator juga menemukan korelasi antara tingkat kepuasan terhadap program MBG dengan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Burhanuddin menyebutkan, warga yang puas terhadap MBG cenderung memiliki tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi terhadap kinerja Prabowo.
“Ada indikasi semakin puas terhadap program MBG, kepuasan terhadap Pak Prabowo lebih tinggi lagi, 88,5 persen,” ujar dia.
Sebaliknya, dari kelompok responden yang tidak puas terhadap MBG, hanya sekitar 11 persen yang tetap puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Pertama Kali Dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Bangsa Lain Punya Tanah di Mekkah
Namun demikian, Burhanuddin menyoroti kelompok responden yang bersikap “abu-abu” dalam temuan survei tersebut.
“Dari 24,4 persen warga yang tidak puas terhadap MBG, 55 persennya puas sama Pak Prabowo kinerja Prabowo,” kata Burhanuddin.
Meski begitu, dia mencatat bahwa 43,7 persen responden yang tidak puas terhadap program MBG juga menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Burhanuddin pun mengingatkan bahwa hasil temuan survei ini menjadi peringatan penting bagi Badan Gizi Nasional untuk memastikan kualitas pelaksanaan MBG terus membaik.
“Artinya seperempat warga yang tidak puas terhadap MBG itu cenderung, dibanding dengan yang puas terhadap MBG, itu cenderung tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo,” ujarnya.
“Ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat, itu punya implikasi terhadap kinerja Pak Prabowo di mata publik,” lanjut Burhanuddin.
Baca juga: Prabowo: Kita Sungguh-sungguh Ingin Jadi Negara Maju, Lapangan Kerja Ditingkatkan
Mayoritas warga setuju MBG untuk seluruh anak
Dalam survei yang sama, Indikator juga menanyakan pandangan publik mengenai siapa yang seharusnya menjadi penerima manfaat program MBG.
Hasilnya, sebanyak 60 persen responden menyatakan program MBG sebaiknya diberikan kepada seluruh anak di Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Sementara itu, 19,8 persen responden menilai program MBG sebaiknya diberikan khusus kepada anak-anak yang membutuhkan dan wilayah terpencil serta miskin.
Adapun 13,2 persen memilih hanya untuk anak-anak yang membutuhkan, dan 6,2 persen untuk wilayah terpencil dan miskin saja.
Burhanuddin menyebutkan, dukungan terhadap skema universal coverage MBG mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dulu yang hanya 47 persen yang mengatakan sebaiknya program ini itu diberikan kepada seluruh anak, sekarang naik jadi 60 persen,” ujarnya.
Baca juga: Tekad Prabowo: Biaya Haji Turun, tapi Pelayanannya Tetap Baik
Dia menjelaskan, peningkatan dukungan tersebut berkaitan dengan semakin banyaknya warga yang merasakan langsung manfaat program MBG.
“Jadi ada hubungan semakin mereka menerima manfaat MBG itu semakin pengin MBG ini menyeluruh gitu ya ke seluruh anak Indonesia,” kata Burhanuddin.
Namun, dia mencatat bahwa kelompok responden yang menginginkan MBG bersifat terbatas atau targeted justru cenderung kurang puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
“Kalau mereka menjawab sebaiknya MBG bukan bersifat universal coverage tapi lebih bersifat targeted itu cenderung kurang begitu happy, 53,9 persen, dan hanya 45 persen yang happy,” ujar Burhanuddin.
Sebaliknya, responden yang mendukung MBG diberikan secara lebih luas cenderung menyatakan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Baca juga: Kata Prabowo, Pemimpin Tidak Boleh Punya Rasa Benci dan Dengki
Metodologi survei
Peneliti Indikator Politik Indonesia Rizka Halida menjelaskan bahwa survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia.
“Kami turun lapangan tanggal 15 sampai 21 Januari 2026. Populasi survei adalah warga negara Indonesia berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah,” ujar Rizka.
Dengan jumlah sampel tersebut, survei memiliki margin of error sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel diambil secara acak dan didistribusikan secara proporsional, serta telah melalui proses quality control tanpa ditemukan kesalahan berarti.
Tag: #survei #indikator #mayoritas #publik #puas #dengan #program #prabowo #khususnya