Turun Berat Badan 45 Kg Tanpa Gym, Pria Ini Mengubah Cara Makan dan Hidupnya
Selama bertahun-tahun, Ray Bertka sibuk membangun bisnis, menjadi suami, dan membesarkan anak, sampai lupa satu hal mendasar: kesehatannya sendiri.
Ketika jarum timbangan menembus angka lebih dari 135 kilogram, pria 35 tahun asal Ohio, Amerika Serikat ini sadar gaya hidupnya sudah berada di titik berbahaya.
Keputusan untuk berubah tidak dimulai dari gym atau olahraga berat, melainkan dari satu penyesuaian besar dalam cara ia makan.
Dalam 11 bulan, Ray berhasil menurunkan sekitar 45 kilogram tanpa pernah menginjakkan kaki di pusat kebugaran.
Baca juga: Berat Badan Turun Lebih dari 90 Kg, Pria Ini Ubah Hidup Lewat Hot Yoga dan Angkat Beban
Berat badan naik, stres menumpuk
Ray menceritakan kenaikan berat badannya mulai terjadi di usia akhir 20-an hingga awal 30-an, seiring tanggung jawabnya sebagai pendiri dan CEO perusahaan teknologi asuransi.
Jam kerja panjang, perjalanan dinas, makan seadanya, serta minim aktivitas fisik menjadi kebiasaan sehari-hari. Dalam kurun dua hingga tiga tahun, berat badannya bertahan di kisaran 129 kilogram.
Pada fase ini, Ray mulai mengalami serangan panik, kecemasan, dan jantung berdebar, diperparah dengan kehilangan ibunya dan hadirnya anak pertama.
“Secara emosional saya kelelahan, tapi tetap memaksakan diri terlihat baik-baik saja,” tutur Ray, seperti dikutip dari Men's Health.
Baca juga: Cerita Luke Combs Turun Berat Badan 13 Kg, Diet demi Kesehatan dan Anak
Angka di timbangan jadi titik balik
Ilustrasi timbangan. Berat badannya sempat menyentuh 137 kg, hingga satu perubahan dalam pola makan membuat pria ini berhasil menurunkan 45 kg tanpa gym dalam 11 bulan.
Momen penentu datang pada awal tahun 2024, ketika Ray menimbang badannya setelah malam pergantian tahun. Angka 137 kilogram di timbangan membuatnya terdiam.
“Saat itu saya sadar, saya sedang merusak tubuh saya sendiri,” ujarnya.
Ray mengaku ketakutan memikirkan masa depan istrinya, anaknya, dan orang-orang yang bergantung padanya. Sejak hari itu, ia berkomitmen mengubah gaya hidup.
Baca juga: Jelang Pernikahan, Pasangan Ini Berhasil Turun Berat Badan 43 Kilogram dan Kejutkan Tamu Undangan
Bukan mengurangi porsi, tapi mengatur makronutrien
Berbeda dari kebanyakan program diet, Ray tidak memulai perubahan dengan mengurangi porsi makan. Ia justru fokus memahami makronutrien, yakni protein, karbohidrat, dan lemak.
Atas saran istrinya yang berprofesi sebagai ahli gizi, Ray menjalani pola makan Whole30 untuk mempelajari bagaimana makanan memengaruhi tubuhnya.
Pendekatan ini menekankan konsumsi makanan utuh, minim gula tambahan, alkohol, dan makanan olahan.
“Fokus saya bukan seberapa banyak makan, tapi apakah kebutuhan nutrisi saya terpenuhi,” kata Ray.
Dalam sehari, Ray mengonsumsi sekitar 1.850–2.100 kalori dengan komposisi makro yang seimbang. Hasilnya, dalam 11 bulan ia berhasil menurunkan 45 kilogram tanpa olahraga terstruktur.
Baca juga: Diet Keto Bantu Turunkan Berat Badan, tapi Studi Ungkap Risiko Tersembunyi
Tantangan kesehatan membuka babak baru
Meski berat badan turun drastis, Ray masih merasakan gejala tidak nyaman. Pemeriksaan medis menunjukkan ia mengidap penyakit autoimun Hashimoto yang memengaruhi fungsi tiroid.
Dokternya menyarankan perubahan gaya hidup sebelum pengobatan, termasuk mulai bergerak aktif dan memperbaiki pola makan.
Barulah setelah itu Ray perlahan mulai berjalan kaki, bermain golf, hingga akhirnya masuk ke gym.
Hasil yang berkelanjutan
Kini, berat badan Ray turun total lebih dari 55 kilogram. Ia merasa lebih kuat, energinya meningkat, dan kondisi Hashimoto-nya memasuki fase remisi.
Ray tetap mempertahankan pola makan berbasis makanan utuh, dengan komposisi protein, karbohidrat, dan lemak yang terukur. Ia juga rutin mencatat asupan makanan untuk menjaga konsistensi.
“Perubahan nyata datang dari kesabaran dan keteraturan, bukan dari solusi instan,” ujar Ray.
Baca juga: Dokter Ini Berhasil Turunkan Berat Badan 57 Kg dalam 18 Bulan Tanpa Obat
Pesan untuk mereka yang ingin mulai diet
Ray menekankan bahwa menjaga kesehatan bukan tindakan egois. Menurutnya, tubuh yang sehat justru membuat seseorang lebih mampu hadir bagi keluarga dan pekerjaan.
“Usaha kecil yang konsisten akan terasa hasilnya, meski di awal terlihat lambat,” katanya.
Kisah Ray menunjukkan bahwa diet tidak selalu harus dimulai dari gym, melainkan dari pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dikonsumsi tubuh setiap hari.
Baca juga: Disindir Anak, Pria Ini Berhasil Turun Berat Badan 14 Kg dalam 14 Minggu
Tag: #turun #berat #badan #tanpa #pria #mengubah #cara #makan #hidupnya