3 Calon PM Baru Thailand, Ada Pilot dan Profesor
- Pemilihan umum atau pemilu Thailand yang digelar pada Minggu (8/2/2026) diperkirakan berujung negosiasi koalisi, setelah tidak adanya partai yang meraih mayoritas mutlak.
Setidaknya ada tiga calon perdana menteri terkuat dari partai-partai utama yang diprediksi mendominasi panggung politik Thailand pasca-pemilu.
Siapa saja mereka? Berikut daftarnya, dikutip dari AFP.
Baca juga: Thailand Gelar Pemilu Setelah Dua Tahun Gonta-ganti Perdana Menteri
1. Natthaphong Ruengpanyawut
Ketua Partai Rakyat yang juga calon perdana menteri Thailand, Natthaphong Ruengpanyawut, setelah memberikan suaranya dalam pemilihan PM baru di Bangkok, Minggu (8/2/2026).Ketua Partai Rakyat yang progresif, Natthaphong Ruengpanyawut, dikenal sebagai sosok pengusaha teknologi dengan visi besar.
Melalui akun LinkedIn-nya, Natthaphong menyebut impiannya adalah menciptakan inovasi untuk kemanusiaan yang lebih baik, dan membangun perusahaan teknologi yang bisa menjadi “Google-nya Thailand”.
Partai Rakyat saat ini menjadi unggulan dalam sejumlah survei. Namun, kekuatan reformis yang dibawa partai ini kerap berbenturan dengan kelompok konservatif, yang memiliki sejarah panjang kudeta militer dan intervensi hukum dalam politik Thailand.
Partai ini pernah dua kali dibubarkan, termasuk oleh Mahkamah Konstitusi Thailand pada 2024 yang menyebut agenda reformasi terhadap hukum penghinaan kerajaan (lese-majeste) sebagai upaya menggulingkan monarki konstitusional.
Natthaphong (38) yang merupakan mantan eksekutif perusahaan layanan cloud, saat ini masih menghadapi tuduhan terkait dukungannya untuk mengubah undang-undang lese-majeste. Tuduhan tersebut bisa membuatnya dilarang berpolitik.
Dalam kampanyenya, Natthaphong menyoroti pentingnya pembatasan kekuasaan lembaga-lembaga yang tidak dipilih melalui pemilu.
Ia juga menyerukan agar Mahkamah Konstitusi tak lagi berwenang membubarkan partai atau memberhentikan perdana menteri.
Baca juga: Thailand Jadi Tailan, Ini Daftar Nama Negara yang Ejaannya Diubah dalam Bahasa Indonesia
2. Anutin Charnvirakul
Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, saat pemilihan perdana menteri baru Thailand di gedung parlemen, Bangkok, Jumat (5/9/2025). Anutin kini menjadi PM baru Thailand setelah meraup suara mayoritas. Perdana Menteri Thailand Bubarkan DPR untuk Mengembalikan Kekuasaan di Tangan RakyatPerdana Menteri petahana, Anutin Charnvirakul, menjadi salah satu nama yang difavoritkan untuk mempertahankan kursi, meski partainya, Bhumjaithai, hanya menempati posisi ketiga pada pemilu sebelumnya.
Anutin (59) adalah pewaris kerajaan bisnis konstruksi yang telah lama mendapatkan kontrak pemerintah, termasuk proyek bandara utama Bangkok dan gedung parlemen.
Meski berasal dari keluarga kaya, Anutin kerap tampil sederhana di media sosial, memakai kaus dan celana pendek sambil memasak atau memainkan lagu pop Thailand 1980-an dengan saksofon atau piano.
Ia juga dikenal sebagai pilot amatir yang menggunakan pesawat pribadinya untuk misi kemanusiaan, seperti mengantar organ donor ke sejumlah rumah sakit.
Kebijakan kontroversialnya yang mendorong dekriminalisasi ganja di Thailand turut mendongkrak profil politiknya.
Anutin menjadi perdana menteri pada September 2025 setelah dua pendahulunya dicopot oleh pengadilan.
Didukung oleh sentimen nasionalis setelah konflik perbatasan dengan Kamboja, ia disebut-sebut akan menjadi figur kompromi dalam pemerintahan koalisi berikutnya.
Baca juga: Demi Raup Suara Pemilu, Kandidat PM Thailand Usulkan Wanita Boleh Punya 4 Suami
3. Yodchanan Wongsawat
Calon perdana menteri Thailand Yodchanan Wongsawat setelah memberikan suara dalam pemilihan PM baru di Bangkok, Minggu (8/2/2026).Yodchanan Wongsawat belum pernah memegang jabatan politik, tetapi namanya sudah tidak asing dalam dunia politik Thailand.
Ia merupakan keponakan dari Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri dan taipan telekomunikasi yang kini menjalani hukuman penjara atas kasus korupsi.
Yodchanan juga merupakan putra dari Somchai Wongsawat, yang sempat menjabat sebagai perdana menteri, menjadikannya bagian dari dinasti politik yang berpengaruh di Thailand.
Saat ini, Yodchanan mengajar teknik biomedis di Universitas Mahidol. Ia meraih gelar doktor (PhD) di bidang teknik elektro dari University of Texas at Arlington, AS.
Menurut CV resminya, dia memegang sejumlah hak paten atas perangkat medis, seperti sistem alarm tidur berbasis otak, dan kursi roda yang dikendalikan dengan sinyal otak.
Meski sempat mencalonkan diri sebagai anggota parlemen lebih dari satu dekade lalu, pencalonannya dibatalkan oleh pengadilan.
Namun, dukungan dari basis politik pro-Thaksin dapat menjadikannya kuda hitam dalam pemilu kali ini.
Baca juga: Dikira Punah, Kucing Paling Langka di Dunia Muncul Lagi di Thailand