Siapa 'Indonesian CIA' dan Konglomerat di Epstein Files? Dibahas Bersama Mata-Mata Israel
Ilustrasi Jeffrey Epstein dan Epstein Files. Jeffrey Disebut Mata-Mata Israel. (Sandoval Legacy Group)
19:48
8 Februari 2026

Siapa 'Indonesian CIA' dan Konglomerat di Epstein Files? Dibahas Bersama Mata-Mata Israel

Baca 10 detik
  • Dokumen Epstein Files rilis Januari 2026 ungkap data tokoh Indonesia.
  • Nama Hary Tanoesoedibjo disebut terkait bisnis properti dengan Donald Trump.
  • Istilah Indonesian CIA muncul dalam dokumen laporan informan rahasia FBI.

Kalimat 'Indonesian CIA' pada Epstein Files atau Dokumen Epstein menarik banyak pihak setelah beredar luas akhir Januari 2026. Kalimat yang membahas 'Indonesian CIA' dan konglomerat Tanah Air nampak satu dokumen dengan topik 'mata-mata Israel'.

Sebagai informasi, Departemen Kehakiman AS (DOJ) resmi merilis Epstein Files ke publik pada akhir Januari 2026.

Dokumen tersebut berisi tiga juta halaman, 180 ribu foto, serta 2.000 video.

Sebagian di antara dokumen berisi kejahatan seksual yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein.

Indonesia juga dibahas sebanyak 902 kali dengan beberapa tokoh nasional ada pada dokumen.

Perlu digarisbawahi, nama tokoh yang ada pada Epstein Files belum tentu terlibat pada tindak kejahatan karena isi dokumen bersifat universal.

Epstein disebut sebagai mata-mata Israel. (DOJ) PerbesarEpstein disebut sebagai mata-mata Israel. (DOJ)

Epstein Files bahkan memuat dokumen laporan keuangan JPMorgan di mana nama Jokowi dan Sri Mulyani ada di dalamnya.

Pembahasan 'Indonesian CIA' dan Mata-Mata Israel

Salah satu konglomerat Indonesia nampak dibahas pada dokumen Epstein Files berkode 'EFTA00090314'.

Lembar pertama dokumen yang tercatat tanggal 19 Oktober 2020 bertuliskan 'UNCLASSIFIED, FEDERAL BUREAU OF INVESTIGATION. CHS REPORTING DOCUMENT' (TIDAK TERKLASIFIKASI, BIRO INVESTIGASI FEDERAL. DOKUMEN PELAPORAN CHS).

Dokumen banyak membahas mengenai CHS atau informan yang disebut sebagai sumber informasi rahasia (CHS).

Informan rahasia FBI itu menyebut bila Jeffrey Epstein adalah mata-mata Israel.

Menurut CHS, Epstein dekat dengan salah satu petinggi Israel. Salah seorang petinggi bahkan menyebut bila Netanyahu merupakan seorang kriminal.

"(U)Jeffrey Epstein (Epstein) diwakili oleh Dershowitz. CHS ingat Dershowitz memberi tahu Alex Ocasta (Jaksa AS Distrik Selatan Florida pada saat itu) bahwa Epstein tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutu. CHS membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein di mana ia mencatat. Setelah panggilan ini, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan. Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak (Barak) dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya. Barak percaya bahwa Netanyahu adalah seorang kriminal. Arab Saudi, Israel, dan Uni Emirat Arab (UEA) bersekutu melawan Qatar, Turki, Iran, dan Suriah," bunyi keterangan pada Esptein Files.

Pada lembar kedua, tepatnya tiga paragraf setelah membahas mata-mata Israel, Esptein Files memuat keterangan tentang 'Indonesian CIA'.

Tak hanya itu, dokumen juga membahas kegiatan bisnis konglomerat Indonesia bernama Hary Tanoesoedibjo.

Pengusaha media Hary Tanoe diperkirakan mempunyai harta 1 miliar dolar AS atau Rp16,8 triliun pada 4 Februari 2026 (versi Forbes).

Sosok 'Indonesian CIA' memang cukup misterius karena namanya disensor pada dokumen.

Penyebutan Indonesian CIA pada Epstein Files. (DOJ) PerbesarPenyebutan Indonesian CIA pada Epstein Files. (DOJ)

"(U)Hary Tanoesoedinbjo (Hary) telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan merupakan seorang miliarder. Hary [disensor] memperkenalkannya kepada Indonesian CIA. [disensor] Hary [disensor] berbicara bahasa Indonesia. Hary membeli rumahnya di Beverly Hills dari Trump dengan harga yang dinaikkan (NFI). Pada [disensor] berada di rumah Hary ketika Hary [disensor] mengatakan bahwa Trump mengatakan kepadanya bahwa dia akan "menghancurkan Amazon" terkait kontrak militer mereka. CHS menyarankan bahwa ini adalah kisah kolusi yang nyata - Trump telah dikompromikan oleh Israel, dan Kushner adalah otak sebenarnya di balik organisasinya dan Kepresidenannya," bunyi keterangan pada Epstein Files.

Pada 2019 lalu, Hary Tanoe dikabarkan membeli rumah mewah Trump seharga 13,5 juta dolar AS (Rp227 miliar). Sosok Indonesian CIA atau CIA Indonesia kemungkinan tokoh dari Badan Intelijen.

Informasi Hary Tanoesoedibjo pada Epstein File diyakini masuk dalam kategori 'informasi universal' serta tak terkait dengan kejahatan Epstein Files.

Dokumen Epstein sendiri banyak membahas kegiatan Donald Trump serta pelaporan FOMC yang terkait keputusan investasi.

Editor: Farah Nabilla

Tag:  #siapa #indonesian #konglomerat #epstein #files #dibahas #bersama #mata #mata #israel

KOMENTAR