



Ipswich Town di Ambang Promosi ke Premier League, Bagaimana Nasib Elkan Baggott?
– Klub induk pemain Timnas Indonesia, Elkan Baggott, yakni Ipswich Town baru saja mencatatkan kemenangan 2-1 atas Coventry City dan hampir memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola Inggris, Liga Premier. Gol awal Kieffer Moore disamakan oleh Haji Wright di babak kedua, dan Coventry tampaknya memiliki momentum di CBS Arena.
Namun, gol kedua Cameron Burgess di musim ini membuat Ipswich kembali unggul. Jika Ipswich mendapatkan setidaknya hasil imbang melawan Huddersfield Town pada Sabtu (4/5) nanti, mereka akan mengakhiri penantian 22 tahun kembali Liga Premier Inggris. Dengan catatan Leeds United diharuskan mengalahkan Southampton, untuk memaksa Ipswich menghindari kekalahan melawan tim peringkat 23 di Championship.
Ipswich hanya membutuhkan delapan menit untuk unggul. Wes Burns lepas di sisi kanan kotak penalti dan memiliki kemampuan untuk menemukan umpan cerdas dari Moore, yang menunggu di titik penalti untuk menembakkan bola ke tengah gawang.
Bagi Moore, itu adalah gol Championship pertamanya dalam hampir dua bulan, meredakan ketegangan bagi timnya yang sebagian besar fokus untuk tetap bermain ketat setelah pertandingan pembuka itu. Meski Coventry dominan dalam penguasaan bola, upaya terbaik mereka selama setengah jam pertama datang dari Ben Sheaf yang melepaskan tendangan jarak jauh yang sedikit melenceng dari sasaran.
Coventry tetap mendominasi, namun Ipswich seharusnya menggandakan keunggulan mereka sebelum jeda. Nathan Broadhead berada di tiang belakang menyambut umpan silang yang indah, namun sundulan pemain Timnas Wales itu dengan cemerlang digagalkan oleh Brad Collins di tiang dekatnya.
Pada menit ke-64, tuan rumah berhasil menyamakan skor. Dengan kecerdasannya, Wright berhasil melewati bek tengah dan mencoba peruntungannya dari tepi area penalti. Meskipun Hladky berusaha menghalau, bola berhasil masuk ke tengah gawang.
Coventry hampir mencetak gol kedua ketika umpan mencapai Sarmiento di pinggir kotak penalti, tetapi Collins berhasil menggagalkan upayanya dengan menepis bola menjauh dari gawang.
Sarmiento kemudian memberikan umpan kepada Hirst, yang dicegah oleh penjaga gawang yang maju, tetapi Ipswich berhasil merebut kembali momen untuk memimpin kembali. Burgess berhasil mendorong bola masuk ke tiang dekat setelah perjuangan perebutan bola dan membuat skor menjadi 1-2.
Selama kuarter terakhir, peluang terjadi lebih jarang, sesuai dengan upaya Ipswich untuk mendekatkan diri ke papan atas yang telah mereka idamkan begitu lama.
Cedera yang diderita wasit di awal babak kedua memaksa pertandingan diperpanjang selama 11 menit tambahan. Coventry hampir menyamakan skor ketika pemain berusia 17 tahun, Aidan Dansch, melepaskan tendangan melengkung yang melebar tipis dari tiang jauh.
Meski pertandingan diperpanjang hingga lebih dari 101 menit, wasit akhirnya meniup peluit penuh, memicu kegembiraan di kubu tandang karena mereka merasa bahwa sepak bola Liga Premier akan segera kembali ke Portman Road.
PELUANG ELKAN BAGGOTT
Setelah menjalani musim peminjaman ke Bristol Rovers yang merupakan klub kasta ketiga Liga Inggris, Elkan Baggott kini telah menjalani off season dan bergabung kembali dengan Ipswich.
Pelatih Ipswich Town yang pernah mencicipi kursi kepelatihan Manchester United, pernah mengatakan bahwa pemain kelahiran Bangkok tersebut memiliki potensi menjadi bek andalan baginya.
Menurut Sofascore, selama dipinjamkan ke Bristol, Elkan telah mencatatkan 14 kali pertandingan, yang 12 di antaranya sebagai starter. Bahkan, ia mampu mencetak 1 gol, ketika menghadapi mantan timnya, Cheltenham.
Pemain jangkung tersebut memiliki rating rata-rata sebesar 7,05 bersama Bristol Rovers di League One. Capaian tersebut lebih baik ketimbang saat ia berlaga di Piala Asia bersama Timnas Indonesia, dengan rating 6,23.
Tag: #ipswich #town #ambang #promosi #premier #league #bagaimana #nasib #elkan #baggott