Kematian El Mencho, Bos Narkoba Paling Diburu di Meksiko, Picu Gelombang Kekerasan: Lebih dari 70 Tewas, Puerto Vallarta Lumpuh
— Tewasnya Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG) yang dikenal sebagai salah satu bos narkoba paling berpengaruh dan paling diburu di Meksiko, memicu rangkaian kekerasan bersenjata di berbagai wilayah negara tersebut.
Operasi militer yang menargetkan El Mencho itu berujung pada bentrokan besar, menewaskan aparat keamanan dan anggota kartel, serta mengganggu aktivitas sipil hingga pariwisata internasional.
CJNG merupakan salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko, dengan jaringan perdagangan narkotika lintas negara dan kemampuan persenjataan yang kerap menyaingi aparat keamanan. Selama bertahun-tahun, El Mencho menjadi target utama otoritas Meksiko dan Amerika Serikat. Karena itu, kematiannya bukan sekadar akhir dari satu figur, melainkan pemicu gejolak dalam struktur kekuasaan kartel.
Melansir Komo News, Selasa (24/2/2026), operasi militer terhadap pemimpin CJNG tersebut dilakukan secara intensif dan berujung pada baku tembak sengit. Pascakematian El Mencho, aksi balasan terjadi hampir serentak di sejumlah negara bagian, memperlihatkan respons terkoordinasi dari jaringan kartel.
Otoritas Meksiko menyatakan sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam bentrokan susulan. Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, melaporkan 30 anggota kartel tewas dan sekitar 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian. Skala korban menunjukkan bahwa eskalasi tidak terbatas pada satu lokasi, melainkan menyebar luas.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut serangan lanjutan di Jalisco diduga didalangi tangan kanan sekaligus kepala keuangan kartel yang dikenal sebagai “El Tuli”. Tokoh tersebut juga dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan. Pemerintah kini mengantisipasi potensi restrukturisasi internal CJNG yang dapat memicu konflik baru antar faksi.
Dampak kekerasan paling terasa di Puerto Vallarta, kota wisata internasional di pesisir Pasifik yang biasanya ramai turis mancanegara. Lebih dari 70 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian kekerasan yang berkaitan dengan aksi balasan kartel. Hingga kini, belum ada laporan wisatawan asing termasuk di antara korban tewas, namun aktivitas kota sempat lumpuh. Situasi keamanan yang tidak menentu itu segera berdampak pada sektor transportasi udara dan mobilitas wisatawan.
Akibat situasi itu, sejumlah penerbangan menuju dan dari Puerto Vallarta dibatalkan atau ditunda. Maskapai memberikan opsi penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan bagi penumpang terdampak. Meskipun bandara tetap beroperasi, banyak wisatawan memilih bertahan di resor sambil menunggu situasi benar-benar stabil.
Di tengah ketidakpastian tersebut, para wisatawan menggambarkan langsung suasana mencekam yang mereka alami. Seorang turis asal Amerika Serikat, Jolene Jang, mengatakan ledakan dan pembakaran kendaraan terlihat jelas dari area penginapannya. “Banyak dari kami hanya bisa menyaksikan ledakan terjadi berulang kali di sepanjang garis pantai,” ujarnya, menggambarkan suara dentuman dan kendaraan yang dibakar di sekitar kota.
Sementara itu, wisatawan lain, John Thompson, menilai aparat berusaha menghindari konfrontasi terbuka demi mencegah korban sipil. “Polisi tidak langsung berkonfrontasi dengan mereka karena khawatir terjadi baku tembak yang bisa mengenai warga sipil. Mereka membiarkan kendaraan yang dibakar itu padam dengan sendirinya,” katanya.
Selain berdampak pada keselamatan dan mobilitas, kekerasan tersebut juga memukul sektor akomodasi. Platform penyewaan akomodasi Airbnb memberlakukan kebijakan “Major Disruptive Events” yang memungkinkan pembatalan tanpa penalti bagi tamu dan tuan rumah di wilayah terdampak. Kebijakan serupa juga diterapkan maskapai penerbangan yang memberikan fleksibilitas perubahan jadwal.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak pemerintah Meksiko untuk meningkatkan operasi terhadap kartel narkoba. Tekanan lintas batas kembali mengemuka, mengingat dampak kekerasan terhadap stabilitas kawasan dan arus wisata internasional.
Namun demikian, kematian pemimpin kartel sebesar CJNG berpotensi menciptakan kekosongan kekuasaan yang justru memicu persaingan internal dan kekerasan baru. Dalam konteks itu, situasi di Meksiko saat ini bukan hanya soal satu operasi militer yang berhasil, melainkan ujian besar terhadap kemampuan negara menjaga stabilitas setelah tumbangnya figur sentral dalam jaringan kriminal transnasional.
Tag: #kematian #mencho #narkoba #paling #diburu #meksiko #picu #gelombang #kekerasan #lebih #dari #tewas #puerto #vallarta #lumpuh