Petugas SPBU Cipinang Korban Penganiayaan Dapat Pujian Wakil Rakyat
Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih. Dia pernah menjadi Presiden Persik Kediri.(Dokumentasi Pribadi)
22:26
24 Februari 2026

Petugas SPBU Cipinang Korban Penganiayaan Dapat Pujian Wakil Rakyat

- Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, memuji sikap tegas dan profesional para pegawai SPBU yang tetap berpegang pada standar operasional prosedur atau SOP dalam menjalankan tugasnya, meski sedang diancam orang.

Menurut Hakim, kepatuhan terhadap SOP merupakan bagian penting dalam menjaga tata kelola pelayanan publik yang baik di sektor energi.

Adapun petugas SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur melaporkan dugaan penganiayaan dan ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai aparat saat sedang bertugas pada sif malam.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan tugas pelayanan sesuai SOP yang berlaku di lingkungan SPBU. Petugas menolak mengisikan bensin pertalite.

“Saya mengapresiasi sikap petugas SPBU yang menjalankan tugas sesuai SOP. Ini adalah bentuk profesionalisme yang seharusnya mendapat dukungan dan perlindungan, baik dari pengelola SPBU maupun dari Pertamina selaku pemilik merek dan penanggung jawab sistem distribusi BBM nasional,” ujar Hakim saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Penganiaya Karyawan SPBU Cipinang Pakai Pelat Nomor Palsu

Hakim menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan ancaman tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun.

Usut tuntas!

Hakim juga mendorong aparat penegak hukum dan institusi terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan berkeadilan.

“Jika benar melibatkan oknum aparat, maka penanganannya harus tegas dan terbuka. Penegakan hukum yang adil penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memberikan rasa aman bagi para pekerja di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, Hakim juga mendorong Pertamina untuk memberikan apresiasi secara terbuka kepada operator SPBU yang dinilai telah menunjukkan integritas dan keberanian dalam menjalankan aturan.

Dia menilai, bentuk penghargaan tersebut penting sebagai dukungan moral, sekaligus pesan kuat bahwa perusahaan berdiri di belakang petugas yang bekerja sesuai ketentuan.

“Pertamina perlu memberikan apresiasi kepada petugas yang konsisten menegakkan SOP. Ini bisa menjadi contoh bagi operator lain di seluruh Indonesia bahwa kepatuhan pada aturan adalah prioritas utama dan akan mendapat dukungan penuh,” kata Hakim.

Baca juga: Penganiaya Pegawai SPBU Cipinang yang Ngaku Aparat Ditangkap di Bekasi

Sementara itu, Hakim mengatakan Komisi VI DPR akan terus memantau perkembangan kasus ini, dan mendorong Pertamina untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh operator SPBU agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Peristiwa penganiayaan

Tiga karyawan SPBU Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga dianiaya pelanggan saat proses pengisian bahan bakar pada Minggu (22/2/2026) malam.

Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite. Namun, kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode.

"Sebenarnya pihak customer tersebut mengisi Pertalite, dan nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut. Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di EDC SPBU," tutur Mukhlisin.

Baca juga: Penganiaya 3 Karyawan SPBU Cipinang Bukan Aparat, tapi Wiraswasta

Menurut dia, petugas kemudian menyarankan pelanggan untuk mengisi Pertamax sesuai SOP. Namun, pelanggan justru marah.

"Disarankan ke Pertamax. Kalau yang di Solar paling kita sarankan ke Pertamina Dex. Ada pilihan sih sebenernya," jelas Mukhlisin.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut, 'ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'Kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata 'Kapolda' ketika dia ngebentak-bentak gitu tadi," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, tiga karyawan menjadi korban, yakni satu operator yang sedang bertugas, satu staf, serta satu operator lain yang awalnya sedang beristirahat namun ikut turun tangan karena terjadi keributan.

"Kalau (korban) Khoirul Anam itu di pipi, tamparan pipi. Terus yang (korban) Lukman itu di rahang sebelah kanan. Terus yang (korban) Abud di bawah mata, sama di pipi dekat mulut, jadi giginya otek ( goyang)," jelasnya.

Perkembangan terbaru, Polda Metro Jaya menyatakan pelaku merupakan warga berprofesi sebagai wiraswasta, bukan anggota kepolisian.

Tag:  #petugas #spbu #cipinang #korban #penganiayaan #dapat #pujian #wakil #rakyat

KOMENTAR