8 Penyebab Lampu Motor Cepat Putus dan Cara Mengatasinya
- Lampu motor yang sering mati padahal baru diganti tentu bikin kesal. Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi ini juga berbahaya karena bisa mengurangi visibilitas, terutama saat malam hari atau hujan deras.
Kalau dibiarkan, masalah kecil ini bisa merembet ke kerusakan sistem kelistrikan yang lebih serius. Sebelum kamu terus-terusan beli bohlam baru, ada baiknya cari tahu dulu akar penyebabnya.
Ternyata, lampu motor yang sering putus bukan cuma soal kualitas lampu, tapi juga bisa dipicu berbagai komponen lain di sistem kelistrikan.
Berikut 8 penyebab yang perlu kamu waspadai seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Kualitas Lampu Kurang Baik
Tergiur harga murah memang menggiurkan, tapi lampu dengan kualitas rendah biasanya tidak dirancang untuk tahan terhadap getaran dan perubahan arus listrik pada motor. Akibatnya, filamen di dalam bohlam lebih cepat putus.
Kalau kamu terus membeli lampu murahan, justru pengeluaran bisa jadi lebih besar karena harus sering mengganti. Sebaiknya pilih lampu original atau merek terpercaya agar lebih awet dan stabil saat digunakan.
2. Korsleting pada Kabel
Kalau kamu sudah mengganti lampu dengan kualitas bagus tapi tetap sering putus, bisa jadi ada masalah pada kabel. Kabel yang terkelupas atau terjepit berpotensi menyebabkan korsleting.
Korsleting membuat arus listrik tidak stabil dan bisa melonjak tiba-tiba. Lonjakan inilah yang sering membuat lampu cepat mati. Pemeriksaan jalur kabel secara menyeluruh sangat disarankan jika masalah terus berulang.
3. Soket Lampu Rusak
Soket yang kendor, berkarat, atau meleleh karena panas bisa membuat sambungan listrik tidak sempurna. Kontak yang tidak stabil ini membuat arus listrik naik-turun dan mempercepat kerusakan lampu.
Kalau kamu melihat soket sudah menghitam atau longgar, sebaiknya segera ganti dengan komponen asli atau berkualitas baik agar arus listrik tetap stabil.
4. Saklar Berkarat
Saklar berfungsi menyalurkan listrik dari aki ke lampu. Jika bagian dalamnya berkarat atau tertutup kotoran, arus listrik tidak akan mengalir dengan lancar.
Akibatnya, lampu bisa sering mati mendadak atau bahkan putus total. Membersihkan saklar secara berkala atau menggantinya jika sudah aus bisa mencegah masalah ini.
5. Kiprok Bermasalah
Kiprok (regulator) adalah komponen penting yang mengatur kestabilan tegangan listrik dari spul ke aki dan lampu. Jika kiprok rusak, tegangan bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Tegangan berlebih sangat berisiko membuat bohlam cepat putus. Karena itu, kalau lampu sering mati bersamaan dengan aki yang soak atau indikator kelistrikan tidak stabil, periksa kiprok secepatnya.
6. Kumparan Spul Rusak
Spul atau koil bertugas menghasilkan arus listrik saat mesin menyala. Jika kumparannya rusak atau melemah, suplai listrik jadi tidak konsisten.
Arus yang tidak stabil ini bisa membuat lampu redup lalu mati. Dalam kondisi tertentu, lampu bahkan tidak bisa menyala sama sekali. Pemeriksaan spul biasanya membutuhkan teknisi karena perlu alat khusus.
7. Overcharging Aki
Pengisian daya aki yang berlebihan bisa menyebabkan tegangan listrik melonjak. Biasanya ini terjadi karena kiprok atau sistem pengisian tidak bekerja normal.
Tegangan berlebih akan memperpendek usia lampu dan komponen kelistrikan lainnya. Kalau kamu merasa aki cepat panas atau sering tekor, ada baiknya cek sistem pengisian motor.
8. Overloading Beban Listrik
Terlalu banyak aksesori tambahan seperti lampu variasi, charger ponsel, klakson tambahan, atau sistem audio bisa membebani sistem kelistrikan motor.
Kalau beban melebihi kapasitas, arus listrik jadi tidak stabil dan lampu utama bisa terdampak. Sebaiknya pastikan pemasangan aksesori sesuai kapasitas kelistrikan motor agar tidak merusak komponen lain.
Tag: #penyebab #lampu #motor #cepat #putus #cara #mengatasinya