Kisah Kota Cheran di Meksiko: Lebih Aman Tanpa Polisi dan Politikus
Penduduk asli Purepecha di kota Cheran, negara bagian Michoacan, Meksiko, bersorak mendukung pemimpin mereka dalam pemilu tradisional pada 27 Mei 2018. Cheran adalah kota kecil yang berdiri tanpa negara, dan diberi otonomi khusus untuk menggelar pemilu sendiri tanpa partai politik.(AFP PHOTO/ALFREDO ESTRELLA)
22:30
24 Februari 2026

Kisah Kota Cheran di Meksiko: Lebih Aman Tanpa Polisi dan Politikus

- Di tengah kepungan kekerasan kartel narkoba dan korupsi yang melanda negara bagian Michoacan, Meksiko, sebuah kota kecil bernama Cheran muncul sebagai anomali. 

Kota berpenduduk 14.245 jiwa ini memilih jalan radikal demi bertahan hidup: mengusir seluruh polisi, politisi, dan partai politik dari wilayah mereka.

Kini, Cheran bertransformasi menjadi wilayah otonom yang dikelola secara mandiri oleh warga lokal, terutama kaum perempuan. 

Hasilnya, kota ini diklaim jauh lebih aman dan bahagia dibandingkan wilayah lain di sekitarnya.

Baca juga: Kisah Cheran, Kota Tanpa Negara yang Warganya Lebih Bahagia dan Aman

Berawal dari kegelisahan para perempuan

Prahara di Cheran memuncak pada tahun 2011. 

Saat itu, kartel narkoba tidak hanya menguasai bisnis barang terlarang, tetapi juga merambah ke industri penebangan kayu ilegal di hutan milik warga Purepecha, penduduk asli Cheran.

Warga harus berhadapan dengan teror harian berupa penculikan dan pemerasan. 

Namun, yang paling memicu amarah warga adalah ketika para penebang mulai mendekati mata air kota.

"Kami khawatir. Kalau Anda menebang pohon, air akan berkurang. Para suami kami punya ternak, ke mana mereka akan minum jika mata airnya hilang?" ujar Margarita Elvira Romero, salah satu tokoh perlawanan masyarakat, dikutip dari laporan BBC.

Upaya negosiasi awal yang dilakukan sekelompok perempuan justru disambut caci maki oleh para penebang bersenjata. 

Kondisi ini memicu perlawanan rakyat yang dikenal sebagai levantamiento.

Baca juga: Muncul RUU Baru, Politikus Dilarang Bohong Selama Pemilu

Kronologi perlawanan

Pos pemeriksaan di pintu masuk kota Cheran, negara bagian Michoacan, Meksiko, dijaga personel bersenjata pada 27 Mei 2018. Hari itu Cheran menggelar pemilu tradisional untuk memilih pemimpin mereka sendiri, karena kota tersebut berdiri tanpa negara dan melarang adanya partai politik.AFP PHOTO/ALFREDO ESTRELLA Pos pemeriksaan di pintu masuk kota Cheran, negara bagian Michoacan, Meksiko, dijaga personel bersenjata pada 27 Mei 2018. Hari itu Cheran menggelar pemilu tradisional untuk memilih pemimpin mereka sendiri, karena kota tersebut berdiri tanpa negara dan melarang adanya partai politik.

Perlawanan pecah pada Jumat, 15 April 2011. Di bawah komando para perempuan, warga melakukan penghadangan terhadap truk-truk pengangkut kayu ilegal.

Suasana mencekam menyelimuti kota saat lonceng Gereja El Calvario bertalu-talu dan kembang api diluncurkan ke langit sebagai tanda bahaya. 

Melissa Fabian, yang saat itu masih berusia 13 tahun, mengenang momen dramatis tersebut.

"Semua orang di jalanan berlarian membawa parang. Para perempuan berlarian. Mereka semua menutup wajahnya. Anda bisa mendengar orang-orang berteriak, dan lonceng gereja berbunyi sepanjang waktu," kata Melissa.

Ketegangan sempat memuncak saat polisi kota dan wali kota datang bersama kelompok bersenjata untuk membebaskan sopir truk yang disandera warga. 

Namun, perlawanan warga tak surut. Sejak saat itu, warga yang telanjur muak dengan dugaan kongkalingkong antara aparat dan kriminal memutuskan untuk mengusir polisi serta politisi keluar dari Cheran.

"Itu membuatku ingin menangis mengingat hari itu. Seperti film horor, tapi itu hal terbaik yang bisa kami lakukan," kenang Margarita.

Baca juga: Politikus AS Bocorkan Foto Milik Epstein: Ada Bill Gates hingga Sergey Brin

Mandiri tanpa partai politik

Pemandangan kota Cheran, negara bagian Michoachan, Meksiko, dari atas pada 10 Desember 2019. Cheran adalah kota yang berdiri sendiri tanpa negara, dengan memiliki otonomi khusus di bidang pangan, keamanan, maupun politik.AFP/PEDRO PARDO Pemandangan kota Cheran, negara bagian Michoachan, Meksiko, dari atas pada 10 Desember 2019. Cheran adalah kota yang berdiri sendiri tanpa negara, dengan memiliki otonomi khusus di bidang pangan, keamanan, maupun politik.

Setelah pengusiran tersebut, Cheran kembali ke akar budaya Purepecha. 

Partai politik dilarang karena dianggap memecah belah warga. 

Sebagai gantinya, masing-masing dari empat distrik di Cheran memilih perwakilan untuk duduk di dewan kota.

Untuk urusan keamanan, mereka membentuk Ronda Comunitaria, pasukan polisi lokal yang terdiri dari warga setempat. 

Mereka berjaga di pos-pos pemeriksaan di tiga jalan utama masuk kota. Setiap orang yang masuk akan diperiksa identitas dan tujuannya.

Sistem hukum pun dibuat mandiri. Pelanggaran ringan seperti mabuk saat mengemudi dihukum dengan denda atau kerja sosial. 

Untuk pelanggaran berat, kasus baru akan dibawa ke jaksa agung. 

Namun, selama periode 2015-2016, tercatat tidak ada satu pun kasus pembunuhan, penculikan, atau orang hilang di Cheran.

Baca juga: Politikus Malaysia Pemerkosa WNI Dibui 8 Tahun

Keberhasilan keamanan

Tiga orang menurunkan muatan kayu dari bak truk pikap di Cheran, negara bagian Michoacan, Meksiko, 10 Desember 2019. Cheran yang lokasinya dikelilingi hutan, ladang jagung, dan padang rumput, berdiri tanpa negara dan memiliki sistem pemerintahan sendiri.AFP PHOTO/PEDRO PARDO Tiga orang menurunkan muatan kayu dari bak truk pikap di Cheran, negara bagian Michoacan, Meksiko, 10 Desember 2019. Cheran yang lokasinya dikelilingi hutan, ladang jagung, dan padang rumput, berdiri tanpa negara dan memiliki sistem pemerintahan sendiri.

Keberhasilan Cheran terlihat nyata dari kondisi alam dan tingkat kriminalitasnya. 

Di saat wilayah Michoacan lainnya mencatatkan rekor pembunuhan tertinggi, Cheran justru tetap tenang.

"Di Cheran, saya merasa aman karena bisa berjalan-jalan saat malam hari, dan saya tidak takut sesuatu akan terjadi," tutur Melissa.

Tak hanya aman bagi manusia, hutan Cheran yang sempat rusak parah kini kembali rimbun. 

Dari 17.000 hektare hutan yang rusak akibat ulah kartel, setidaknya 3.000 hektare telah hijau kembali melalui program reboisasi mandiri per tahun 2016.

Meski memiliki otonomi penuh yang diakui oleh pengadilan negara Meksiko, Cheran tidak sepenuhnya independen secara finansial. 

Mereka masih menerima sebagian dana dari pemerintah federal. 

Namun bagi warga, kebebasan dari campur tangan partai politik dan kemandirian dalam menjaga keamanan adalah kunci kebahagiaan mereka.

Baca juga: Profil Geert Wilders, Politikus Sayap Kanan yang Tumbangkan Pemerintahan Belanda

Tag:  #kisah #kota #cheran #meksiko #lebih #aman #tanpa #polisi #politikus

KOMENTAR