Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Situasi depan Polda DIY yang mulai lengang usai aksi unjuk rasa dari mahasiswa dan elemen masyarakat di Yogyakarta, Selasa (24/2/2026) malam. [Suara.com/Hiskia]
23:52
24 Februari 2026

Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil

Baca 10 detik
  • Sekelompok orang berpakaian sipil bubarkan paksa massa aksi di depan Polda DIY.
  • Massa aksi Polda DIY kocar-kacir dipukul mundur kelompok tak dikenal.
  • Jalur Ring Road Utara kembali lancar usai pembubaran massa di Polda DIY.

Sekelompok orang memukul mundur massa aksi yang bertahan di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) DIY pada Selasa (24/2/2026) malam. Akibat tindakan tersebut, para pengunjuk rasa dilaporkan berhamburan menyelamatkan diri ke berbagai arah.

Berdasarkan pantauan reporter di lokasi, massa mulai dipukul mundur sekitar pukul 20.05 WIB. Belum diketahui secara pasti identitas kelompok tersebut, tapi mereka bergerak secara simultan dari dua arah, yakni sisi barat dan timur.

Ketegangan sempat memuncak kembali saat massa yang bertahan dipaksa menjauh dari reruntuhan gerbang timur yang sebelumnya telah mereka robohkan.

Kelompok yang membubarkan aksi tersebut terlihat hanya mengenakan pakaian sipil tanpa atribut kepolisian. Mereka terus meneriaki massa agar segera meninggalkan lokasi.

"Bubar! Bubar! Bubar!" teriak salah seorang anggota dari kelompok tersebut di tengah kerumunan.

Setelah area depan Mapolda DIY steril dari massa, sejumlah petugas kepolisian langsung bergerak cepat untuk menyingkirkan sisa-sisa blokade serta material reruntuhan yang menghalangi jalan. 

Pada pukul 20.22 WIB, arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara yang sebelumnya sempat lumpuh total terpantau mulai kembali lancar. Kendaraan dari arah barat maupun timur kini sudah dapat melintasi jalan di depan Mapolda DIY secara normal.

Editor: Erick Tanjung

Tag:  #massa #aksi #depan #polda #dibubarkan #paksa #oleh #sekelompok #orang #berpakaian #sipil

KOMENTAR