Debat Panas Soal Trump, Ayah Tembak Putrinya Hingga Tewas
Ilustrasi penembakan.(Shutterstock)
18:18
11 Februari 2026

Debat Panas Soal Trump, Ayah Tembak Putrinya Hingga Tewas

- Seorang pria bernama Kris Harrison menembak mati putri kandungnya, Lucy Harrison (23), saat sang anak tengah berlibur di rumahnya.

Insiden tragis tersebut terjadi gara-gara mereka berdebat mengenai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Fakta ini terungkap dalam sidang pemeriksaan kematian yang digelar pada Selasa (10/2/2026) di kota kelahiran Lucy, Warrington, Inggris.

Baca juga: Penembakan di Sekolah dan Rumah Polisi Kanada, 9 Orang Tewas

Peristiwa tragis ini terjadi pada 10 Januari 2025 di kediaman Harrison yang terletak di wilayah Prosper, Dallas, sebagaimana dilansir Huffington Post

Saat itu, Lucy, yang bekerja sebagai pembeli fesyen atau fashion buyer asal Inggris, sedang berlibur bersama kekasihnya, Sam Littler.

Berdasarkan kesaksian Littler, Lucy merasa tidak nyaman dengan kepemilikan senjata api ayahnya. 

Ketegangan memuncak pada hari ketika Lucy dan kekasihnya  seharusnya terbang kembali ke Inggris.

Keduanya terlibat adu mulut mengenai Trump. Dalam argumen tersebut, Lucy sempat bertanya kepada ayahnya perihal isu kekerasan seksual.

Baca juga: Penembakan Guncang Australia Lagi, Satu Kota Langsung Lockdown

"Bagaimana perasaanmu jika aku adalah gadis dalam situasi itu dan aku mengalami kekerasan seksual?" tanya Lucy sebagaimana dikutip dari BBC.

Harrison, yang telah lama pindah ke AS sejak Lucy masih kecil, justru memberikan jawaban yang mengejutkan. 

Dia dilaporkan menjawab bahwa hal itu tidak akan terlalu mengganggunya karena dia masih memiliki dua putri lain yang tinggal bersamanya.

Komentar dingin tersebut membuat Lucy kesal dan berlari ke lantai atas.

Baca juga: Pelaku Penembakan Eks PM Jepang Shinzo Abe, Divonis Penjara Seumur Hidup

Detik-detik penembakan

Sekitar setengah jam sebelum Lucy dan kekasihnya berangkat ke bandara, Lucy berada di dapur. 

Harrison kemudian menggandeng tangan putrinya dan membawanya ke sebuah kamar tidur di lantai dasar.

Littler memberikan kesaksian bahwa sekitar 15 detik kemudian, dia mendengar suara ledakan keras dan teriakan Harrison yang memanggil istrinya, Heather.

"Saya ingat berlari ke kamar dan Lucy tergeletak di lantai dekat pintu masuk kamar mandi, sementara Harrison hanya berteriak, semacam teriakan yang tidak jelas," ujar Littler di persidangan.

Baca juga: Trump Dapat Ancaman Pembunuhan dari TV Iran, Siarkan Insiden Penembakan 2024

Pengakuan Ayah dan pengaruh alkohol

Meskipun kepolisian Prosper sempat menyelidiki kasus ini sebagai dugaan pembunuhan tidak berencana, dewan juri Collin County memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan kepada Harrison pada Juni 2025.

Harrison tidak menghadiri sidang di Inggris tersebut, namun pernyataan tertulisnya dibacakan. 

Terungkap pula catatan medis mengenai kecanduannya pada alkohol. 

Harrison mengaku bahwa pada hari kejadian, ia kembali mengonsumsi alkohol.

Menurut Harrison, saat itu mereka sedang menonton segmen TV tentang kejahatan senjata api. 

Baca juga: Penembakan Renee Nicole Good, Kenapa Agen Imigrasi AS Boleh Bawa Senjata?

Dia kemudian menawarkan untuk menunjukkan pistol Glock 9mm semi-otomatis miliknya kepada Lucy.

"Saat saya mengangkat senjata untuk diperlihatkan kepadanya, tiba-tiba saya mendengar suara ledakan keras. Saya tidak mengerti apa yang telah terjadi. Lucy langsung jatuh," kata Kris dalam pernyataannya. 

Dia mengaku tidak ingat apakah jarinya berada di pelatuk senjata tersebut atau tidak.

Harrison menyatakan bahwa dia akan menerima konsekuensi dari tindakannya.

"Tidak ada sehari pun tanpa saya merasakan beban kehilangan itu, beban yang akan saya bawa seumur hidup saya," tambahnya.

Baca juga: Hanya 1,6 Km dari Tragedi George Floyd, Penembakan Ibu oleh Agen ICE Kembali Guncang AS

Tag:  #debat #panas #soal #trump #ayah #tembak #putrinya #hingga #tewas

KOMENTAR