Akindo Jamin Stok Kedelai Aman Jelang Ramadhan 2026
Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) memastikan stok kedelai nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Ketua Akindo Hidayatullah Suralaga menegaskan, pasokan kedelai di dalam negeri selalu terjaga setiap memasuki periode Ramadhan dan Lebaran.
“Menjelang, selama, dan pasca bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri stok kedelai di dalam negeri selalu tersedia. Rata-rata cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,5 bulan, khususnya bagi perajin tempe dan tahu nasional,” ujar Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Kurangi Impor Pangan, Titiek Soeharto Dorong Swasembada Bawang Putih dan Kedelai
Hidayat mengungkapkan, konsumsi kedelai nasional saat ini diperkirakan berada di kisaran 2,7 juta–2,9 juta ton per tahun. Sekitar 90 persen kebutuhan tersebut dipenuhi melalui impor, sementara sisanya berasal dari produksi dalam negeri.
Meski Ramadhan identik dengan peningkatan konsumsi pangan, Hidayat menyebut kebutuhan kedelai justru tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Berdasarkan data dan pengalaman selama ini, pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun sebelumnya tidak terjadi peningkatan kebutuhan kedelai dalam negeri, yaitu rata-rata 220.000 ton per bulan,” kata Hidayat.
Ia pun mengutip data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) yang menunjukkan adanya penurunan permintaan saat periode Lebaran.
“Bahkan berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) justru terjadi penurunan permintaan hingga mencapai 30 persen. Hal ini karena sebagian perajin tahu dan tempe terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai pulang kampung sekitar 2 minggu menjelang hari raya dan kembali sekitar 2 minggu setelahnya,” sebutnya.
Karena itu, Akindo optimistis stok kedelai tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri tahu-tempe serta industri makanan dan minuman.
Hidayat menambahkan, para importir anggota Akindo berkomitmen menjaga pasokan dan stabilitas pasar.
“Para importir anggota Akindo mempunyai komitmen untuk senantiasa menjamin ketersediaan stok kedelai untuk mencukupi kebutuhan industri tahu-tempe, serta industri makanan dan minuman,” ujarnya.
Harga di Jawa Timur Dinilai Masih Wajar
Terkait kenaikan harga kedelai di sejumlah wilayah di Jawa Timur yang sempat dikeluhkan perajin, Akindo menilai harga tersebut masih dalam batas wajar.
Harga kedelai di tingkat perajin tahu-tempe di daerah seperti Surabaya, Jember, Malang, Bondowoso, Situbondo, Blitar, Ponorogo, dan Tuban berada di kisaran Rp 10.000 per kilogram ke bawah.
“Secara umum, harga di tingkat perajin masih dalam rentang yang relatif wajar,” ungkap Hidayat.
Menurut Akindo, jika memperhitungkan harga jual di tingkat importir serta biaya transportasi dan distribusi dari pelabuhan hingga ke perajin, harga tersebut masih dapat dipahami secara ekonomi.
Akindo menyatakan terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi, ketersediaan stok, serta menjaga stabilitas harga demi keberlangsungan usaha perajin tahu-tempe nasional.
Neraca Pangan Nasional Surplus
Sebelumnya Pemerintah memastikan kondisi neraca pangan nasional berada dalam keadaan aman dan surplus hingga akhir Maret 2026. Kepastian ini ditopang oleh proyeksi stok awal tahun yang berasal dari produksi dalam negeri berbagai komoditas pangan strategis, sehingga diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026), menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional tahun 2026, ketersediaan pangan strategis utama berada dalam kondisi mencukupi.
Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam, telur ayam, bawang merah,bawang putih, minyak goreng, gula konsumsi, serta aneka cabai.
Neraca pangan hingga akhir Maret 2026 menunjukkan ketersediaan sejumlah komoditas jauh melampaui kebutuhan konsumsi pada Februari dan Maret 2026.
Khusus untuk komoditas kedelai, ketersediaan nasional tercatat sekitar 629 ribu ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 453.900 ton. Dengan demikian neraca kedelai hingga akhir Maret 2026 masih berada pada posisi surplus sekitar 176.000 ton.
Baca juga: Keluh Kesah Perajin Tempe di Malang: Harga Kedelai Mahal, Untung Menipis
Tag: #akindo #jamin #stok #kedelai #aman #jelang #ramadhan #2026