Dikira Wisatawan Biasa, Mata-mata Ketahuan Gegara Benda Ini
Ilustrasi spionase.(SHUTTERSTOCK)
16:42
11 Februari 2026

Dikira Wisatawan Biasa, Mata-mata Ketahuan Gegara Benda Ini

- Pihak berwenang Perancis menangkap dua warga negara China yang diduga melakukan aksi mata-mata di sebuah desa terpencil. 

Keduanya dituduh memanfaatkan rumah sewaan untuk mengumpulkan informasi sensitif, sebagaimana dilansir BBC, Jumat (6/2/2026).

Penangkapan ini bermula dari laporn warga di Camblanes-et-Meynac, sebuah desa yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Bordeaux. 

Baca juga: Orangnya Ramah, Jepang Jadi Sasaran Empuk Mata-mata Rusia

Kecurigaan muncul setelah dua pria tersebut menyewa sebuah rumah melalui platform Airbnb dan memasang antena parabola berukuran besar di halaman rumah.

Warga sekitar menyadari bahwa pemasangan antena yang diarahkan ke langit tersebut bertepatan dengan seringnya gangguan pada layanan internet di lingkungan mereka.

Menanggapi laporan dari warga, petugas dari Direktorat Jenderal Keamanan Internal (DGSI) Perancis melakukan penggerebekan di rumah tersebut pada Sabtu pekan lalu. 

Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah besar peralatan komputer.

Kedua tersangka, yang masing-masing berusia 27 dan 29 tahun, telah dibawa ke markas besar DGSI di pinggiran kota Paris. 

Baca juga: Turkiye Tangkap Terduga Mata-mata Iran, Disebut Intai Fasilitas Militer AS

Saat ini, mereka resmi ditahan dan didakwa atas tuduhan "menyerahkan informasi kepada kekuatan asing yang berpotensi merusak kepentingan nasional Perancis."

Menurut keterangan kantor kejaksaan, kedua pria tersebut tiba di Perancis bulan lalu dengan visa kerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan komunikasi nirkabel. 

Selain mereka, dua pria keturunan China lainnya yang tinggal di Perancis juga didakwa atas tuduhan membantu aksi tersebut.

Pihak kejaksaan menduga bahwa para tersangka mencoba menangkap data satelit dari jaringan Starlink milik Elon Musk.

Mereka juga diduga mendapatkan data dari entitas vital lainnya, terutama militer, untuk dikirimkan kembali ke negara asal mereka, China.

Baca juga: Kedok Terbongkar, Rusia Usir Diplomat Inggris yang Diduga Mata-mata

Kawasan barat daya Perancis diyakini menjadi target utama spionase karena kedekatannya dengan berbagai situs pertahanan, kedirgantaraan, dan telekomunikasi.

Jeremy Andre, seorang pakar spionase Asia di Intelligence Online, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai pusat riset pertahanan Perancis sejak Perang Dunia I.

"Kami tidak tahu secara pasti apa yang dilakukan pasangan di Camblanes-et-Meynac tersebut, tetapi daftar target potensial di barat daya Perancis sangatlah banyak," ujar Andre.

Di wilayah tersebut terdapat pangkalan udara utama di Bordeaux-Merignac serta fasilitas industri pertahanan raksasa seperti Airbus, Thales, dan Dassault.

Andre menambahkan, pihak China telah lama menjalin kerja sama dengan kota-kota di wilayah tersebut melalui jalur diplomatik dan ekonomi yang sah. 

"Hal itu sendiri tidak salah, namun dengan cara itu mereka membangun jaringan hubungan yang dapat diaktifkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan," jelasnya.

Baca juga: Korea Utara Tuduh Korsel Kirim Drone Mata-mata ke Wilayahnya

Bukan yang pertama

Insiden ini menambah panjang daftar dugaan spionase China di wilayah tersebut. 

Musim panas lalu, seorang insinyur China berusia 51 tahun ditahan di desa Boulogne-sur-Gesse karena diduga mencoba mencegat sinyal dari stasiun bumi Issus-Aussaguel.

Selain itu, pada Desember 2025, seorang peneliti matematika di Universitas Bordeaux juga diselidiki setelah diduga mengizinkan delegasi China masuk ke area terlarang di lembaga riset tersebut.

Para ahli intelijen menilai, keputusan otoritas Perancis untuk membawa kasus-kasus ini ke ranah hukum publik menunjukkan ketegasan baru untuk mempublikasikan ancaman spionase yang ada.

Baca juga: Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya Diancam

Tag:  #dikira #wisatawan #biasa #mata #mata #ketahuan #gegara #benda

KOMENTAR